Konten dari Pengguna

5 Contoh Puisi Chairil Anwar yang Terkenal

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cemara contoh puisi chairil anwar yang terkenal, foto oleh Acep Ahmad di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cemara contoh puisi chairil anwar yang terkenal, foto oleh Acep Ahmad di Unsplash

Siapa yang tidak kenal dengan penyair terkenal Chairil Anwar. Karya-karyanya masih banyak diminati sejak dulu hingga sekarang. Nah pada kesempatan ini kami sudah kumpulkan 5 contoh puisi Chairil Anwar yang terkenal dan fenomenal.

Ingin tahu apa saja judul-judul puisi tersebut? Yuk, kita simak bersama bait-bait puisinya di bawah ini!

5 Contoh Puisi Chairil Anwar yang Terkenal

Ilustrasi puisi aku, Foto oleh Brett Jordan di Unsplash

Mengutip buku Aku Ini Binatang Jalang & Puisi Prosa Lengkap Chairil Anwar, berikut 5 contoh puisi Chairil Anwar yang terkenal sejak dulu hingga sekarang.

1. Aku

Aku

Kalau sampai waktuku

‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

2. Derai Derai Cemara

Cemara menderai sampai jauh

terasa hari akan jadi malam

ada beberapa dahan di tingkap merapuh

dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan

sudah berapa waktu bukan kanak lagi

tapi dulu memang ada suatu bahan

yang bukan dasar perhitungan kini

Hidup hanya menunda kekalahan

tambah terasing dari cinta sekolah rendah

dan tahu, ada yang tetap tidak diucapkan

sebelum pada akhirnya kita menyerah

3. Diponegoro

Di masa pembangunan ini

Tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar lawan banyaknya seratus kali

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselubung semangat yang tak bisa mati

Majulni barisan tak bergenderang-berpalu

Kepercayaan tanda menyerbuSekali berarti.

Sudah itu mati

Maju

Bagimu negeri

Menyediakan api

Punah di atas menghamba

Binasa di atas ditinda

Sungguhpun dalam ajal baru tercapai

Jika hidup harus merasai

Maju

Serbu

Serang

Terjang

4. Aku Berada Kembali

Aku berada kembali. Banyak yang asing:

air mengalir tukar warna, kapal-kapal, elang-elang serta mega yang tersandar pada khatulistiwa lain;

rasa laut telah berubah dan kupunya wajah juga disinari matari lain.

Hanya

Kelengangan tinggal tetap saja.

Lebih lengang aku di kelak-kelok jalan; lebih lengang pula ketika berada antara yang mengharap dan yang melepas.

Telinga kiri masih terpaling ditarik gelisah yang sebentar-sebentar seterang guruh.

5. Sia-Sia

Sia-Sia

Penghabisan kali itu kau datang

membawaku karangan kembang

Mawar merah dan melati putih:

darah dan suci

Kau tebarkan depanku

serta pandang yang memastikan: Untukmu.

Sudah itu kita sama termangu

Saling bertanya: Apakah ini?

Cinta? Keduanya tak mengerti.

Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.

Ah! Hatiku yang tak mau memberi

Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

Demikianlah 5 contoh puisi Chairil Anwar yang terkenal dan fenomenal. Dari kelima judul di atas, mana nih yang paling kamu sukai?(novi)