5 Contoh Puisi Galau Sedih tentang Putus Cinta dan Pengkhianatan

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biasanya jika sedang mengalami putus cinta banyak orang yang menuangkannya lewat puisi galau sedih. Selain sebagai sarana menuangkan rasa gundah gulana, menulis puisi juga bisa dijadikan sarana healing.
Diharapkan nantinya setelah menuangkan perasaan lewat puisi, beban di dada akan sedikit berkurang dan perasaan menjadi lebih baik. Beberapa contoh puisi galau bisa dijadikan referensi bagi yang belum piawai mengolah kata-kata ke dalam bentuk puisi.
5 Puisi Galau Sedih tentang Putus Cinta dan Pengkhianatan
Berikut contoh puisi galau sedih tentang putus cinta dan pengkhianatan yang beberapa diantaranya diambil dari buku Senja di Purbalingga, Khansa Kurnia, (2020:11).
1. Senja di Purbalingga
Karya: Khansa Kurnia
Kepada senja di langit Purbalingga
Kubisikkan padamu kisah cinta yang mendua
Dihujani air mata dan taburan luka
Kepada senja di kaki langit Purbalingga
Kubisikkan padamu kisah cinta tanpa kekasih
Merayakan syahdunya kemenangan rasa perih
Kepada senja di Purbalingga
Kubisikkan padamu tentang kisah cinta
Kisah yang hanya sampai seusia senja
Cepat ada cepat pula tiada
2. Sajak untuk Pria
Karya: Khansa Kurnia
Pria datang atas nama luka
Lalu pergi menyisakan luka
Menyisakan bait yang sakit
Memberikan perih yang terus memerih
Pria datang mencuri cinta
Lalu membumbungkannya setinggi awan
Pada akhirnya menjatuhkannya serendah tanah
Dan menggoreskan pilu di mataku
Pria datang mencuri hati
Diam-diam mencurinya lagi
Memberi harapan seindah pelangi
Namun akhirnya kelam tak bermentari
Pria pergi atas nama luka
Lalu kubingkainya dalam bait puisi
Menjadikannya hanya sebuah kenangan lama
Yang tak kan pernah ku tangisi lagi
3. Pada Rintik Hujan
Karya: Novi Kurniasih
Pada rintik hujan di pagi itu
Kukabarkan kisah duka melara
Tentang ia yang ditinggal cintanya
Ditemani luka dan air mata
Pada rintik hujan di siang itu
Kukabarkan cerita tentang ia yang mendua
Berhiaskan dusta dan nestapa
Meninggalkan wanitanya yang setia
Pada rintik hujan di sore itu
Kukabarkan kisah pria dan wanita
Yang berhenti mencintai
Yang berhenti mengasihi
4. Kukira
Karya: Novi Kurniasih
Kau menghadirkan kisah indah
Dalam mendung hariku
Kau menawarkan pelangi
Setelah hujan badai menemaniku
Tapi itu dulu ...
Dulu, kukira begitu
Nyatanya semu
Hanya anganku
Hanya harapku
Kukira kau mawar
Ternyata kau duri
Kukira kau air ternyata api
Siap untuk membakar tanpa menyejukkan ...
Kukira senyummu nyata
Nyatanya semu ...
Nyatanya palsu ...
5. Sajak Patah Hati
Karya: Novi Kurniasih
Ada yang ngilu di sini, di dalam relung hatiku
Ada yang sembilu di sini, di dasar jiwaku
Aku tersenyum namun hatiku menangis
Mencoba baik-baik saja saat mentari mulai menyapa
Denganmu kubangun istana cinta
Namun hancur diterpa badai kehidupan
Semestapun berkonspirasi memisahkan kita
Dan waktu akan terus berjalan
Meskipun aku enggan melupakan
Dan waktu tak akan pernah kembali kebelakang
Meski aku hidup dalam kenangan
Baca juga: 5 Puisi Pendek tentang Cinta dalam Diam, Bikin Suasana Melow
Mengalami sebuah pengkhianatan dan putus cinta memang menyesakkan hati. Namun dengan menulis puisi galau sedih, adakalanya akan sedikit mengurangi perasaan tersebut. Selamat mencoba! (nov)
