Konten dari Pengguna

5 Contoh Puisi Lama yang Penuh Makna

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gambar contoh puisi lama, foto oleh Timothy L Brock di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gambar contoh puisi lama, foto oleh Timothy L Brock di Unsplash

Puisi lama memiliki aturan-aturan tertentu dan sedikit berbeda dari puisi baru. Jika kamu ingin tahu seperti apa contoh puisi lama, simak terus pembahasannya di bawah ini.

Mengutip buku Mengenal Karya Sastra Lama Indonesia, Kusinwati,(2020:10), aturan-aturan dalam puisi lama yakni jumlah kata dalam 1 baris, jumlah baris dalam 1 bait, persajakan atau rima, serta banyaknya suku kata irama

Contoh puisi lama antara lain: gurindam, pantun, syair, karmina, talibun dan lain sebagainya.

5 Contoh Puisi Lama yang Penuh Makna

Ilustrasi gambar oleh freestocks di Unsplash

1. Syair

Syair adalah puisi lama yang terdiri atas empat baris dan beakhir dengan bunyi yang sama (berirama aaaa).

Diriku hina amatlah malang

Padi ditanam tumbuhlah lalang

Puyuh di sangkar jadi belalang

Ayam ditambat disambar elang

2. Seloka

Seloka disebut juga pantun berkait atau berbingkai.

Pasang berdua bunyikan tabuh

Anak gadis berkain merah

Supaya cedera jangan tumbuh

Mulut manis kecindan murah

3. Gurindam

Gurindam merupakan sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat. Puisi lama ini berasal dari Tamil (India) yang terdiri atas dua baris dalam setiap bait.

Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan

Bukanlah manusia itulah syaitan

Kejahatan seorang perempuan tua

Itulah iblis punya penggawa

Kepada segala hamba-hamba raja

Di situlah syaitan tempatnya manja

4. Karmina /Pantun Kilat

Karmina atau pantun kilat adalah pantun yang hanya terdiri atas dua larik saja dan bersajak atau berirama a-a.

Dahulu parang, sekarang besi

Dahulu sayang, sekarang benci

Banyak udang, banyak garam

Banyak orang, banyak ragam

Sudah gaharu, cendana pula

Sudah tahu, bertanya pula

5. Talibun

Talibun merupakan sajak yang lebih dari empat baris, biasanya terdiri dari enam atau dua puluh baris yang sama bunyi akhirnya.

Kalau pandai berkain panjang

Lebih baik kain sarung

Jika pandai memakainya

Kalau pandai berinduk semang

Lebih umpama bundang kandung

Jikan pandai membawakannya

Nah itulah contoh puisi lama penuh makna yang bisa kamu jadikan panduan jika ingin membuat sebuah karya sastra lama atau tradisional. Selamat berkarya.(novi)