5 Contoh Puisi Pendek Terbaik tentang Ayah, Ibu, dan Keluarga

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sedang membutuhkan inspirasi untuk menulis puisi yang bagus dan menyentuh hati? Beberapa contoh puisi pendek terbaik tentang ayah, ibu, keluarga mungkin bisa dijadikan bahan referensi.
Meskipun pendek, makna yang terkandung dalam puisi-puisi di bawah ini amatlah dalam. Selain itu juga dapat menambah rasa kasih sayang pada orang tua dan juga keluarga. Selamat membaca!
5 Contoh Puisi Pendek Terbaik Bertema Ibu, Ayah, dan Keluarga
Berikut ini contoh puisi pendek terbaik tentang ayah, ibu, dan keluarga ini bisa dijadikan inspirasi dalam menulis puisi.
Contoh 1
Apa Arti Ibu
Karya: Karl Fuchs
"Ibu" adalah kata yang sangat sederhana,
Tapi bagiku ada makna yang jarang terdengar.
Untuk semua yang aku lakukan hari ini,
Cinta ibuku menunjukkan jalannya.
Contoh 2
Bersyukur Memilikimu Sebagai Ayahku
Karya: Holly Giffer
Aku harap engkau tahu aku bersyukur,
Dan hatiku benar-benar senang,
Bahwa hari ini dan setiap hari,
Aku memilikimu sebagai ayahku.
Contoh 3
Ayah Superheroku,
Karya: Meagan Tuffley
Kau tahu aku suka Batman,
Dan Superman juga keren,
Tapi aku tidak terlalu membutuhkan mereka,
Selama aku memilikimu!
Contoh 4
Kami adalah keluarga
Karya: Kelly Roper
Kami adalah keluarga,
Bukan hanya karena kami berbagi darah,
Tapi karena kami berbagi ikatan
Dibangun dari cinta abadi.
Contoh 5
Dikutip dari buku Senja di Purbalingga, Khansa Kurnia, (2020:19), berikut contoh puisi bertema ayah.
Ayah
Karya: Khansa Kurnia
Kenang itu masih tertinggal
Di antara dinding bambu rumah kita dahulu
Di antara lantai tanah yang berdebu
Genting-gentingnya masih sering pecah dan bocor
Tirai-tirainya telah renta dan kotor
Engkau titipkan aku pada kebahagiaan
Engkau memisahkanku dari kesedihan
Bahumu kini tampak kuyu
Engkau titipkan aku pada keberuntungan
Sekuat tenaga menceraikanku dari kemalangan
Kulitmu kini tampak layu
Saat kita menyusuri jalan kenangan
Penuh sawah dan pepohonan
Angin terharu kegirangan melihat kita beriringan
Wajahmu kini tampak sayu
Engkau manjakan aku dengan doa luar biasa
Engkau manjakan aku dengan juang dan asa
Senjamu kini di ujung pintu
Namun engkau selalu jadi lelaki terbaikku
Baca juga: 4 Puisi Sedih tentang Ibu Menyentuh Hati
Dari lima contoh puisi pendek terbaik di atas tadi, mana kira-kira yang bisa kamu jadikan bahan referensi? Semangat berkarya! (nov)
