Konten dari Pengguna

5 Contoh Puisi Pendek Terbaik tentang Ayah, Ibu, dan Keluarga

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh puisi pendek terbaik, Foto oleh Ilya Pavlov di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh puisi pendek terbaik, Foto oleh Ilya Pavlov di Unsplash

Sedang membutuhkan inspirasi untuk menulis puisi yang bagus dan menyentuh hati? Beberapa contoh puisi pendek terbaik tentang ayah, ibu, keluarga mungkin bisa dijadikan bahan referensi.

Meskipun pendek, makna yang terkandung dalam puisi-puisi di bawah ini amatlah dalam. Selain itu juga dapat menambah rasa kasih sayang pada orang tua dan juga keluarga. Selamat membaca!

5 Contoh Puisi Pendek Terbaik Bertema Ibu, Ayah, dan Keluarga

Ilustrasi contoh puisi pendek terbaik, Foto oleh Alberto Casetta di Unsplash

Berikut ini contoh puisi pendek terbaik tentang ayah, ibu, dan keluarga ini bisa dijadikan inspirasi dalam menulis puisi.

Contoh 1

Apa Arti Ibu

Karya: Karl Fuchs

"Ibu" adalah kata yang sangat sederhana,

Tapi bagiku ada makna yang jarang terdengar.

Untuk semua yang aku lakukan hari ini,

Cinta ibuku menunjukkan jalannya.

Contoh 2

Bersyukur Memilikimu Sebagai Ayahku

Karya: Holly Giffer

Aku harap engkau tahu aku bersyukur,

Dan hatiku benar-benar senang,

Bahwa hari ini dan setiap hari,

Aku memilikimu sebagai ayahku.

Contoh 3

Ayah Superheroku,

Karya: Meagan Tuffley

Kau tahu aku suka Batman,

Dan Superman juga keren,

Tapi aku tidak terlalu membutuhkan mereka,

Selama aku memilikimu!

Contoh 4

Kami adalah keluarga

Karya: Kelly Roper

Kami adalah keluarga,

Bukan hanya karena kami berbagi darah,

Tapi karena kami berbagi ikatan

Dibangun dari cinta abadi.

Contoh 5

Dikutip dari buku Senja di Purbalingga, Khansa Kurnia, (2020:19), berikut contoh puisi bertema ayah.

Ayah

Karya: Khansa Kurnia

Kenang itu masih tertinggal

Di antara dinding bambu rumah kita dahulu

Di antara lantai tanah yang berdebu

Genting-gentingnya masih sering pecah dan bocor

Tirai-tirainya telah renta dan kotor

Engkau titipkan aku pada kebahagiaan

Engkau memisahkanku dari kesedihan

Bahumu kini tampak kuyu

Engkau titipkan aku pada keberuntungan

Sekuat tenaga menceraikanku dari kemalangan

Kulitmu kini tampak layu

Saat kita menyusuri jalan kenangan

Penuh sawah dan pepohonan

Angin terharu kegirangan melihat kita beriringan

Wajahmu kini tampak sayu

Engkau manjakan aku dengan doa luar biasa

Engkau manjakan aku dengan juang dan asa

Senjamu kini di ujung pintu

Namun engkau selalu jadi lelaki terbaikku

Baca juga: 4 Puisi Sedih tentang Ibu Menyentuh Hati

Dari lima contoh puisi pendek terbaik di atas tadi, mana kira-kira yang bisa kamu jadikan bahan referensi? Semangat berkarya! (nov)