Konten dari Pengguna

5 Contoh Puisi Tema Perjuangan yang Bermakna Mendalam

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pemuda & bendera di artikel puisi tema perjuangan, foto oleh Anggit Rizkianto di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemuda & bendera di artikel puisi tema perjuangan, foto oleh Anggit Rizkianto di Unsplash

Menulis puisi tema perjuangan atau kepahlawanan di saat-saat Hari Pahlawan atau Hari Sumpah Pemuda bisa kamu jadikan bagian dari ekspresi semangat perjuangan generasi muda masa kini.

Jika kekurangan kosa kata untuk membuat puisi bertema perjuangan, kamu bisa memperkayanya dengan banyak membaca puisi. Terutama puisi atau prosa yang bertema sama.

Untuk membantumu, di bawah ini sudah kami rangkumkan beberapa contoh puisi bertema perjuangan atau kepahlawanan.

5 Contoh Puisi Tema Perjuangan yang Bermakna Mendalam

Ilustrasi gerilya di artikel contoh puisi tema perjuangan, foto oleh Specna Arms di Unsplash

Mengutip ebook Materi Lomba Puisi Perjuangan, Nur H. Tauchid (2014:1-9), berikut 5 contoh puisi tema perjuangan yang syarat makna mendalam dan bisa kamu gunakan untuk memperkaya kosa kata.

1. Gerilya

Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling di jalan

Angin tergantung terkecap pahitnya tembakau bendungan keluh dan bencana

Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling di jalan

Dengan tujuh lubang pelor diketuk gerbang langit dan menyala mentari muda melepas kesumatnya

Gadis berjalan di subuh merah dengan sayur-mayur di punggung melihatnya pertama

Ia beri jeritan manis dan duka daun wortel

Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling di jalan

Orang-orang kampung mengenalnya anak janda berambut ombak ditimba air bergantang-gantang disiram atas tubuhnya

Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling di jalan

Lewat gardu Belanda dengan berani berlindung warna malam sendiri masuk kota ingin ikut mengubur ibunya

(W.S. Rendra)

2. Lagu Seorang Gerilya

(Untuk puteraku Isaias Sadewa)

Engkau melayang jauh, kekasihku.

Engkau mandi cahaya matahari.

Aku di sini memandangmu, menyandang senapan, berbendera pusaka.

Di antara pohon-pohon pisang di kampung kita yang berdebu, engkau berkudung selendang katun di kepalamu.

Engkau menjadi suatu keindahan, sementara dari jauh resimen tank penindas terdengar menderu.

Malam bermandi cahaya matahari, kehijauan menyelimuti medan perang yang membara.

Di dalam hujan tembakan mortir, kekasihku, engkau menjadi pelangi yang agung dan syahdu

Peluruku habis dan darah muncrat dari dadaku.

Maka di saat seperti itu kamu menyanyikan lagu-lagu perjuangan bersama kakek-kakekku yang telah gugur di dalam berjuang membela rakyat jelata

(W.S. Rendra)

3. Diponegoro

Di masa pembangunan ini

Tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar.

Lawan banyaknya seratus kali

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselubung semangat yang tak bisa mati

Maju

lni barisan tak bergenderang-berpalu

Kepercayaan tanda menyerbu

Sekali berarti.

Sudah itu mati

Maju

Bagimu negeri

Menyediakan api

Punah di atas menghamba

Binasa di atas ditindas

Sungguhpun dalam ajal baru tercapai

Jika hidup harus merasai

Maju

Serbu

Serang

Terjang

(Chairil Anwar)

4. Kita Adalah Pemilik Syah Republik Ini

Tidak ada pilihan lain, kita harus

Berjalan terus

Karena berhenti atau mundur

Berarti hancur

Apakah akan kita jual keyakinan kita

Dalam pengabdian tanpa harga

Akan maukah kita duduk dalam satu meja

Dengan para pembunuh tahun yang lalu

Dalam setiap kalimat yang berakhiran

Duli Tuanku?

Tidak ada lagi pilihan lain.

Kita harus

Berjalan terus

Kita adalah manusia yang bermata sayu yang di tepi jalan

Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh.

Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara

Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama

Dan bertanya-tanya diam ini kah yang namanya merdeka

Kita yang tak punya kepentingan dengan seribu slogan

Dan seribu pengeras suara yang hampa suaraTak ada lagi pilihan lain.

Kita harus

Berjalan terus

(Taufiq Ismail)

5. Gadis Peminta-minta

Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil

Senyummu terlalu kekal untuk kenaI duka

Tengadah padaku, pada bulan merah jambu

Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa

Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil

Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok

Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan

Gembira dan kemayaan riang

Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral

Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kamu hafal

Jiwa begitu mumi, terlalu murni.

Untuk bisa membagi dukaku

Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil

Bulan di atas itu, tak ada yang punya

Dan kotaku, ah kotaku

Hidupnya tak lagi punya tanda

(Toto Sudarto Bachtiar)

Nah itulah tadi deretan contoh puisi tema perjuangan dari banyak penyair kenamaan yang bisa kamu jadikan bahan referensi untuk membuat puisi atau prosa denga tema yang sama. Selamat mencoba. (novi)