5 Inspirasi Puisi tentang Bumi yang Rusak

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
Konten dari Pengguna
23 November 2022 15:15
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto Hanya Ilustrasi. Sumber: Unsplash/Adam Kool
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Ilustrasi. Sumber: Unsplash/Adam Kool
ADVERTISEMENT
Berbagai upaya untuk melestarikan bumi, salah satunya dengan puisi tentang bumi yang rusak dengan harapan makin banyak orang yang peduli betapa pentingnya menjaga lingkungan sekitar.
ADVERTISEMENT
Buang sampah sembarangan, penebangan hutan, pembuangan limbah kimia ke laut, dan pencemaran polusi udara adalah sedikit dari banyak penyebab kerusakan bumi yang diakibatkan oleh tangan-tangan manusia.
Sedihnya, hanya sedikit orang yang peduli akan menjaga alam sekitar. Seruan menjaga bumi pun terus diupayakan demi mengajak lebih banyak orang untuk bahu membahu merawat bumi.
Seperti yang kita ketahui, rusaknya bumi akan membawa bencana yang mana akan membahayakan manusia sendiri. Dengan kata lain, manusia menjaga bumi, bumi pun menjaga manusia.

Inspirasi Puisi tentang Bumi yang Rusak

Foto Hanya Ilustrasi. Sumber: Unsplash/Dawid Zawiła
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Ilustrasi. Sumber: Unsplash/Dawid Zawiła
Kamu pun bisa ikut menyerukan upaya menjaga bumi dengan puisi yang bisa kamu sebar di media sosial atau majalah dinding sekolah. Dikutip dari laman poemhunter.com dan goodreads.com, ini dia deretan puisi tentang bumi yang rusak.
ADVERTISEMENT

1.

Lagu yang aku nyanyikan ini untuk hatimu
Bukan telingamu
Bawalah bersama Anda, dan dengarkan
Di pepohonan dan angin
Saat bumi berputar mundur
Kelopak salju melayang turun dari langit biru
Natal di bulan Juli
Deretan pohon poplar berbaris seperti tentara di depan regu tembak
Berderit di air banjir
Bumi sedang tidur
Atau menangis?
Dunia kita rusak
Ia berbicara mundur
Salju di musim panas dan kehangatan di musim dingin?
Langkah kaki di tanah kosong yang kering
Terengah-engah, terbakar,
Tragedi musim gugur, mimpi buruk musim semi
Musim sedang berganti
Ibu Pertiwi terbaring basah kuyup di bawah langit
Banyak wajah Gaia dinodai oleh keputusasaan
Apa yang terjadi dengan dunia kita?
Apakah kita merusaknya?
ADVERTISEMENT
Apakah kita kehilangan kesempatan untuk memperbaikinya?

2.

Apakah musim panas terlalu panjang?
Ataukah musim dingin yang terlalu pendek?
Kita tidak pernah tahu apa yang bumi rasakan
Menderita
Sakit
Atau menangis?
Oh bumiku, jika engkau bisa berbicara
Katakanlah, katakan jika manusia terus menyakitimu
Beritahu kami penderitaan selama ini
Bukankah sakitmu sudah begitu lama?

3.

Untuk melihat sekuntum bunga
Di musim semi yang hangat
Kita harus percaya bahwa ada keindahan
Yang bisa didapat di taman yang kita rawat
Begitu juga alam
Alam yang memberikan ketenangan
Alam yang menyediakan rumah
Alam yang menyediakan semuanya dibutuhkan
Manusia payah!
Selalu meminta dari alam
Tanpa berbalas budi
Bumi dikeruk, bumi dibakar
Hari demi hari
Tahun demi tahun
Bumi menderita tanpa berbicara
ADVERTISEMENT
Akankah manusia selalu makan di rumah
Dengan tenang jika bumi perlahan-lahan rusak?

4.

Bumi menangis, aku tahu itu
Dia memberikan tanda dengan badai
Banjir, dan gempa bumi
Saat manusia menyadari tidak ada rumah
Yang senyaman dengan bumi
Maka ke mana mereka akan pergi?
Saat pohon terakhir ditebang
Ikan terakhir ditangkap
Dan air terakhir yang bisa diminum
Barulah manusia sadar
Mereka tidak bisa memakan uang mereka.

5.

Mereka telah mengacaukan hati bumi
Kebaikan dulunya menjadi prioritas
Sekarang menjadi pilihan
Bagi orang-orang yang patah hati
Kita tidak bodoh untuk tidak jatuh cinta dengan bumi
Hubungan manusia dan alam telah menjadi pilihan
Bagian yang rusak tidak dapat disatukan
Kami sekarang terpisah dari bumi
Kami telah mencapai ke dalaman hubungan
ADVERTISEMENT
Kami berharap emosi yang menghancurkan hati
Juga menjadi emosi yang menyembuhkan bumi
Nah, itulah 5 inspirasi puisi tentang bumi yang rusak untuk menyadarkan diri. Semoga bermanfaat.(andi)
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020