Konten dari Pengguna

5 Inspirasi Puisi tentang Bumi yang Rusak

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Hanya Ilustrasi. Sumber: Unsplash/Adam Kool
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Ilustrasi. Sumber: Unsplash/Adam Kool

Berbagai upaya untuk melestarikan bumi, salah satunya dengan puisi tentang bumi yang rusak dengan harapan makin banyak orang yang peduli betapa pentingnya menjaga lingkungan sekitar.

Buang sampah sembarangan, penebangan hutan, pembuangan limbah kimia ke laut, dan pencemaran polusi udara adalah sedikit dari banyak penyebab kerusakan bumi yang diakibatkan oleh tangan-tangan manusia.

Sedihnya, hanya sedikit orang yang peduli akan menjaga alam sekitar. Seruan menjaga bumi pun terus diupayakan demi mengajak lebih banyak orang untuk bahu membahu merawat bumi.

Seperti yang kita ketahui, rusaknya bumi akan membawa bencana yang mana akan membahayakan manusia sendiri. Dengan kata lain, manusia menjaga bumi, bumi pun menjaga manusia.

Inspirasi Puisi tentang Bumi yang Rusak

Foto Hanya Ilustrasi. Sumber: Unsplash/Dawid ZawiƂa

Kamu pun bisa ikut menyerukan upaya menjaga bumi dengan puisi yang bisa kamu sebar di media sosial atau majalah dinding sekolah. Dikutip dari laman poemhunter.com dan goodreads.com, ini dia deretan puisi tentang bumi yang rusak.

1.

Lagu yang aku nyanyikan ini untuk hatimu

Bukan telingamu

Bawalah bersama Anda, dan dengarkan

Di pepohonan dan angin

Saat bumi berputar mundur

Kelopak salju melayang turun dari langit biru

Natal di bulan Juli

Deretan pohon poplar berbaris seperti tentara di depan regu tembak

Berderit di air banjir

Bumi sedang tidur

Atau menangis?

Dunia kita rusak

Ia berbicara mundur

Salju di musim panas dan kehangatan di musim dingin?

Langkah kaki di tanah kosong yang kering

Terengah-engah, terbakar,

Tragedi musim gugur, mimpi buruk musim semi

Musim sedang berganti

Ibu Pertiwi terbaring basah kuyup di bawah langit

Banyak wajah Gaia dinodai oleh keputusasaan

Apa yang terjadi dengan dunia kita?

Apakah kita merusaknya?

Apakah kita kehilangan kesempatan untuk memperbaikinya?

2.

Apakah musim panas terlalu panjang?

Ataukah musim dingin yang terlalu pendek?

Kita tidak pernah tahu apa yang bumi rasakan

Menderita

Sakit

Atau menangis?

Oh bumiku, jika engkau bisa berbicara

Katakanlah, katakan jika manusia terus menyakitimu

Beritahu kami penderitaan selama ini

Bukankah sakitmu sudah begitu lama?

3.

Untuk melihat sekuntum bunga

Di musim semi yang hangat

Kita harus percaya bahwa ada keindahan

Yang bisa didapat di taman yang kita rawat

Begitu juga alam

Alam yang memberikan ketenangan

Alam yang menyediakan rumah

Alam yang menyediakan semuanya dibutuhkan

Manusia payah!

Selalu meminta dari alam

Tanpa berbalas budi

Bumi dikeruk, bumi dibakar

Hari demi hari

Tahun demi tahun

Bumi menderita tanpa berbicara

Akankah manusia selalu makan di rumah

Dengan tenang jika bumi perlahan-lahan rusak?

4.

Bumi menangis, aku tahu itu

Dia memberikan tanda dengan badai

Banjir, dan gempa bumi

Saat manusia menyadari tidak ada rumah

Yang senyaman dengan bumi

Maka ke mana mereka akan pergi?

Saat pohon terakhir ditebang

Ikan terakhir ditangkap

Dan air terakhir yang bisa diminum

Barulah manusia sadar

Mereka tidak bisa memakan uang mereka.

5.

Mereka telah mengacaukan hati bumi

Kebaikan dulunya menjadi prioritas

Sekarang menjadi pilihan

Bagi orang-orang yang patah hati

Kita tidak bodoh untuk tidak jatuh cinta dengan bumi

Hubungan manusia dan alam telah menjadi pilihan

Bagian yang rusak tidak dapat disatukan

Kami sekarang terpisah dari bumi

Kami telah mencapai ke dalaman hubungan

Kami berharap emosi yang menghancurkan hati

Juga menjadi emosi yang menyembuhkan bumi

Nah, itulah 5 inspirasi puisi tentang bumi yang rusak untuk menyadarkan diri. Semoga bermanfaat.(andi)