5 Kata-Kata Meminta Restu kepada Orang Tua untuk Pernikahan saat Momen Sungkem

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sungkeman dimaknai sebagai cara untuk mengutarakan kata-kata meminta restu kepada orang tua agar perjalanan pernikahan bisa selalu langgeng.
Secara filosofis, sungkeman bukan sekadar mengucap syukur dan memohon berkah. Bagi masyarakat Jawa, Sungkeman merupakan salah satu cara untuk mengingat agar selalu menghormati dan menyayangi orang tua.
Kata-Kata Meminta Restu kepada Orang Tua untuk Pernikahan
Membuat kata-kata meminta restu kepada orang tua untuk pernikahan saat momen sungkem hendaknya dipersiapkan dengan baik sebelum resepsi dimulai.
Prosesi ini merupakan bagian wajib dalam pernikahan adat Jawa dan Sunda antara kedua mempelai dan orang tuanya.
Pernikahan adalah adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagaimana dikutip dari laman www.jateng.kemenag.go.id.
Mama dan Papa, hari ini saya telah mengikat janji untuk tumbuh bersama dalam ikatan cinta dan saling setia. Saya memohon doa restu dari Mama dan Papa, karena doa-doa kalianlah yang akan nantinya menghindarkan rumah tangga kami dan segala perkara yang menghancurkan. Doa-doa Mama dan Papa lah yang akan menjadi dasar kami dalam memulai kehidupan baru ini. Bawalah kami selalu dalam untaian doa Mama dan Papa agar rumah tangga kami selalu mencintai dan menghargai.
Mama, hari ini kami hendak bersatu, mengayunkan langkah bersama menuju gerbang pernikahan. Dengan doa serta restu Mama, kami mantap melangkah. Terima kasih atas hidup yang begitu indah. Masa kecil yang tak pernah terlupakan. Masa remaja yang masih ada dalam ingatan. Terima kasih atas segala bimbingan Mama. Terima kasih atas ketulusan kasih sayang yang tiada lekang dipupus waktu. Mama, Ananda mohon maaf atas segala khilaf yang pernah Ananda lakukan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Ananda memohon izin untuk menempuh kehidupan baru bersama orang yang Ananda cintai.
Mama, terima kasih atas semua pengorbanan dan semua hal yang telah mama lakukan kepada saya. Maaf apabila selama ini belum bisa menjadi anak yang berbakti dan patuh. Saat ini saya bersimpuh di pangkuanmu sebagai tanda bakti atas segala pengorbananmu yang sangat mulia. Izinkan saya untuk mengarungi kehidupan rumah tangga bersama pendamping yang sudah disiapkan Allah menjadi jodoh terbaik. Doakan agar dapat mengarungi bahtera rumah tangga dan menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.
Mama, Papa, kami ingin memohon restu dan doa karena kami berdua telah memutuskan untuk menikah. Kami sadar bahwa pernikahan bukanlah perkara yang mudah, oleh karena itu kami memohon restu dan doa dari Mama dan Papa agar segala sesuatunya berjalan lancar dan terkendali. Kami juga memohon maaf jika selama ini kami ada melakukan kesalahan atau belum bisa membalas jasa-jasa kedua orang tua. Kami berharap bahwa dengan adanya restu dan doa dari kedua orang tua, rumah tangga yang akan kami bangun nanti akan selalu diberkahi oleh Allah SWT dan menjadi keluarga yang bahagia, sejahtera, dan penuh kasih sayang.
Mama dan Papa, di hari ini kami telah menautkan hati untuk bersama dalam ikatan suci pernikahan. Kami memohon doa restu dari mama dan papa untuk pernikahan kami, karena doa-doa dari kalian yang akan menjadi tameng terkuat untuk menghindarkan rumah tangga kami dari segala hal yang menghancurkan. Bawalah selalu nama kami dalam setiap doa mama dan papa, agar kelak kami bisa selalu saling mengasihi. Doakan kami agar selalu mencintai dan menghargai dalam membangun rumah tangga, dan menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah serta doakan kami pula agar dikaruniai anak-anak yang baik, saleh dan saleha, dan membanggakan kedua orang tuanya
Baca Juga: 10 Kata-Kata Minta Doa Kesembuhan di Grup WA (WhatsApp)
Demikianlah contoh kata-kata meminta restu kepada orang tua untuk pernikahan saat momen sungkem. Hal menjadi momen paling jujur antara seorang anak dengan orang tuanya.(glg)
