Konten dari Pengguna

5 Kumpulan Puisi Mengikhlaskan yang Tulus

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kumpulan Puisi Mengikhlaskan. Foto: Unsplash/Todd Diemer.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kumpulan Puisi Mengikhlaskan. Foto: Unsplash/Todd Diemer.

Kumpulan puisi mengikhlaskan menjadi renungan bahwa apa pun yang kita miliki tidak akan selamanya menjadi milik kita. Akan ada waktunya untuk melepaskannya.

Ikhlas tidak semudah yang dikatakan orang-orang. Dilihat dari segi mana pun, kehilangan dan melepaskan sesuatu adalah kesedihan yang mendalam. Mungkin setelah membaca puisi tentang mengikhlaskan dalam artikel ini kamu bisa memahami arti ikhlas.

Baca Juga: 6 Puisi Kehilangan Orang Tersayang sebagai Ungkapan Isi Hati

Kumpulan Puisi Mengikhlaskan yang Tulus

Ilustrasi Kumpulan Puisi Mengikhlaskan. Foto: Unsplash/Todd Diemer

Dikutip dari buku Senja karya Penikmat Literasi, buku Rumah Puisi karya Mbah Sapta Genta, buku Kumpulan Puisi karya Bagas Mahardika dkk, dan buku Daun Tak Bertangkai karya Heni Suryadi, berikut ini kumpulan puisi mengikhlaskan yang tulus.

1. Senja dan Mengikhlaskan

Karya: Yanti Jayanti

Senja mengajarkan aku tentang keikhlasan

Jika tak selamanya penantian berakhir dengan senyuman

Justru terkadang kita harus berbesar hati

Jika penantian kita harus berujung mengikhlaskan

Senja mengajarkanku mencintai kehilangan

Walaupun ada goresan luka yang harus diredam

Senja mengajarkanku jika mengikhlaskan bukan hal bodoh

Justru sebuah sikap kesatria

Senja mengajarkanku betapa pedihnya menanti

Dan mengajarkanku untuk menghargai pertemuan

Senja mengajarkanku jika mengikhlaskan

Tanda bukti kita yakin hari esok

Dan senja mengajarkanku tak selamanya

Justru terkadang saling mengikhlaskan itu yang menguatkan

Menggenggam itu menguatkan

2. Ikhlas

Mengikhlaskan hati

Mencuci rasa iri

Membasuh dengki

Mengikhlaskan hati

Belajar tak membenci

Belajar mencintai

Mensyukuri yang menghampiri

Menyabari yang pergi

Tak sedih yang luput

Tak bahagia yang ikut

Belajar ikhlas menjalani ikhlas

Merengkuh ikhlas mengikhlaskan ikhlas

Ikhlas, kalis kholas

3. Ziarah

Mari kita ziarahi rindu

Belajar mengikhlaskan temu

Jangan khawatir tentang kegelisahan yang tiada akhir

Mari kita ucapkan doa

Kau dan aku akan terbiasa

Mengikhlaskan temu yang telah tiada

Dan kau tebar kembang berwarna terang

Mengikhlaskan dan melupakan

Akan ku sirami makam rindu dengan air mawar

Mari kita ziarahi rindu

4. Kuikhlaskan Dia karena-Mu

Karya: Nailan Chaniago

Aku mempunyai cerita

Tapi aku ragu harus memulainya dari mana

Mengenai cerita cinta yang tidak ada Allah di dalamnya

Aku pernah begitu berharap kepada manusia

Bahkan menggadaikan keimanan

Hanya demi cinta yang belum tepat waktunya

Kehilangan kenikmatan dalam beribadah pun pernah kurasakan

Agaknya ini karena aku terjebak dalam lumpur kemaksiatan yang begitu merajalela

Namun, beruntungnya aku pada suatu malam

Aku terbangun lalu bermunajat kepada Sang Pencipta

Seberuntung itu akhirnya aku menyadari cinta yang tak seharusnya ada

Hari ini aku putuskan untuk mengambil langkah yang tepat namun terasa sangat berat

Aku harus mengikhlaskan semua yang ada

Aku harus mengikhlaskan sesuatu yang pernah

Kugenggam sebelumnya

5. Pergilah Bersamanya

Rasa cintaku telah lama mati

Takkan pernah bangkit lagi

Engkau yang sangat kucintai

Tega nian kau mengkhianati

Kini aku tak ingin lagi

Mencintai dan dicintai

Karena perasaanku telah mati

Takkan kubuka lagi pintu hati ini

Kau yang sangat kudambakan dalam jiwa ini

Setiamu hanyalah perangkap tuk menyakiti

Hingga aku tak mampu berdiri

Karena kau lukai jantung hati

Kau takkan pernah menyakiti

Itu sumpah janjimu yang kau beri

Tapi ternyata janjimu wanprestasi

Menjadikanku tak ingin jatuh cinta lagi

Semenjak kau meninggalkanku pergi

Hingga saat ini tak akan pernah kubuka hati

Karena jiwa dan ragaku telah mati

Ku takkan pernah mengenangmu lagi

Engkau yang selama ini yang kusayangi

Tega mengkhianati cinta suciku ini

Kini kuharus berlapang hati

Untuk mengikhlaskan kau pergi

Nah, itu dia kumpulan puisi mengikhlaskan yang tulus dan penuh makna. Semoga bermanfaat.