5 Puisi Curahan Hati untuk Kekasih, Pasti Baper!

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa sayang kepada kekasih, salah satunya melalui puisi curahan hati untuk kekasih.
Memberikan puisi romantis yang diselipkan pujian dapat membuat hubungan lebih harmonis. Puisi yang kamu tulis bisa membuat hati kekasihmu berbahagia dan berbunga-bunga, lho!
Puisi tersebut bisa kamu sampaikan lewat media sosial atau diungkapkan secara langsung. Apa pun caranya, sudah pasti dia akan baper.
Puisi Curahan Hati untuk Kekasih
Mengutip dari buku Wafat (Hari-Hari Tanpa Kekasih), karya Dzul Nursalim, ini dia puisi curahan hati untuk kekasih.
1. Nama
Apalah arti sebuah nama
Bila yang melihat bukan lagi mata
Bila yang mendengar bukan lagi telinga
Engkau tetap indah tanpa nama
Tetap merdu tanpa suara
Kucinta kau meski nama tak lagi sama
Sebab kasih hanya sebuah kata
Tuk ungkap keagungan cinta
Ia terlalu sederhana untuk rumitnya rasa
Samudra dalam toples itu mustahil kasih
Kaca terkuat pecah karena garamnya
Kaca terluas muntah karena ombaknya
Begitupun cintaku kasih
Terikat nama dan sosok terlampau sempit
Kesejatianmulah yang aku puja
Bukan simbol-simbol identitas pemberian
Cinta yang terikat simbol
Akan dipisahkan oleh ruang
Dilunturkan oleh waktu
Digugurkan oleh cemburu
Tak demikian dengan aku padamu
Aku menembus segala ruang
Melawan sejauh waktu bersemi di atas gurun
Dan sampai padamu sebagai pemenang
2. Antarkan Suratku
Suaramu memang lenyap diterpa angin
Namun ku tak lupa masih ada Jibril
Yang senantiasa berbisik di hatiku
Mengetuk dengan sopan
Membawa pesan-pesan kelembutan
Ragamu kini tak lebih dari jasad
Namun Jibril tak lupa akan tugasnya
Membawa nyanyianmu
Untuk menemani malam tidurku
Kesendirian bukan kata yang tepat
Aku yang kau tinggalkan
Tak pernah benar-benar kau tinggalkan
Lagu-lagu lamamu tak berhenti bernyanyi
Kisah-kisah barumu telah aku fahami
Di atas punggungku jantungmu tetap berdetak
Bergeserpun tidak
Tampaknya hilang keraguanmu padaku
Setelah setiaku membawa Jibril pada tugas baru
Mengirim surat dua insan yang bercumbu
Tentang kasih dan kisah masa lalu
Tentang senja dan fajar hari esok
Tentang alam yang bersahut rindu
3. Makhluk Rindu
Bukan sekadar perasaan ingin bertemu
la makhluk Tuhan yang tabah
Tumbuh sedikit demi sedikit
Merayap pada pohon besar bernama hati
Meliuk-liuk dalam lingkaran
Memeluk penuh tubuh yang kekar
Sedikit daun rimbun akar
Merasuk pada setiap celah berlubang
Sulurnya memaafkan ruang khilaf
Akarnya mengetuk tiap senti pedalaman
Rapuhlah permukaan yang dilaluinya
Merenggut keperkasaan tanah pijak
Tak butuh banyak air
Kesuburan senantiasa melindungi
Pohon besar tak tinggal diam
Sekuat tenaga ia menahan rayuan
Berusaha kembali pada kenyataan
Sayang disayang
Ketabahan rindu tak bisa diganggu
4. Bukan Ingatan
Ingatan manusia hanya tersimpan dalam otak
Organ kecil yang menampung banyak hal
Tak pernah kutahu, sejauh mana ia mengingat
Dan tak pernah kutahu, apa yang mampu menghalanginya
Dalam diriku, ia tetap kuat biarpun kecil
Kuat mengingat puluhan potret senyuman
Dalam diriku, ia tak terhalang oleh alam
Apalagi waktu dan jarak yang membentang
Dalam diriku ia masih saja tak rasional
Mengirim surat tanpa ada alamat
Sosok wanita mungil masih saja tergambar
Jelas tanpa kurang keagungan
Namun aku tak juga kunjung mengerti
la hadir di kala aku membutuhkan
Sedang tak satu suratpun yang terbalaskan
Bukan sekadar bayangan
Meski selalu membayangi
Senantiasa hadir dikala sendiri
Menenangkanku dari pertikaian duniawi
Wahai engkau sang penenang jiwa
Tak inginkah kau mengirimkan kabar
Atau salam hangat kerinduan
5. Hilang
Tatap matamu membuatku kehilangan akal
Kata demi kata hilang dari kamus logika
Berguguran seperti daun sakura di musim semi
Pandangmu membuat kemarau tanah kata
Orator ulung pun pasti akan bungkam
Di hadapan kedip mata yang menawan
Seolah kembali pada masa bayi
Belajar lagi soal kata dan bicara
Bagaimana aku mengatakannya?
Bila bahasa saja aku tak punya
Ombak di ujung pantai rasanya lebih pandai
Hafal kamus kata
Tau tata cara bahasa
Hingga dengan mudahnya menyusuri setiap celah karang
Sepertinya aku perlu berguru padanya
Hanya kalimat-kalimat sederhana
Wahai guru, tak banyak kata yang aku pinta
Yang tetap menjadi sederhana di hadapannya
Tanpa mengurangi makna yang ada dalam rasa
Nah, itu dia deretan puisi curahan hati untuk kekasih yang akan membuatnya baper.
