Konten dari Pengguna

5 Puisi Curahan Hati untuk Kekasih, Pasti Baper!

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi Curahan Hati untuk Kekasih. Foto: Unsplash/jules a.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Curahan Hati untuk Kekasih. Foto: Unsplash/jules a.

Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa sayang kepada kekasih, salah satunya melalui puisi curahan hati untuk kekasih.

Memberikan puisi romantis yang diselipkan pujian dapat membuat hubungan lebih harmonis. Puisi yang kamu tulis bisa membuat hati kekasihmu berbahagia dan berbunga-bunga, lho!

Puisi tersebut bisa kamu sampaikan lewat media sosial atau diungkapkan secara langsung. Apa pun caranya, sudah pasti dia akan baper.

Puisi Curahan Hati untuk Kekasih

Ilustrasi Puisi Curahan Hati untuk Kekasih. Foto: Unsplash/Thought Catalog

Mengutip dari buku Wafat (Hari-Hari Tanpa Kekasih), karya Dzul Nursalim, ini dia puisi curahan hati untuk kekasih.

1. Nama

Apalah arti sebuah nama

Bila yang melihat bukan lagi mata

Bila yang mendengar bukan lagi telinga

Engkau tetap indah tanpa nama

Tetap merdu tanpa suara

Kucinta kau meski nama tak lagi sama

Sebab kasih hanya sebuah kata

Tuk ungkap keagungan cinta

Ia terlalu sederhana untuk rumitnya rasa

Samudra dalam toples itu mustahil kasih

Kaca terkuat pecah karena garamnya

Kaca terluas muntah karena ombaknya

Begitupun cintaku kasih

Terikat nama dan sosok terlampau sempit

Kesejatianmulah yang aku puja

Bukan simbol-simbol identitas pemberian

Cinta yang terikat simbol

Akan dipisahkan oleh ruang

Dilunturkan oleh waktu

Digugurkan oleh cemburu

Tak demikian dengan aku padamu

Aku menembus segala ruang

Melawan sejauh waktu bersemi di atas gurun

Dan sampai padamu sebagai pemenang

2. Antarkan Suratku

Suaramu memang lenyap diterpa angin

Namun ku tak lupa masih ada Jibril

Yang senantiasa berbisik di hatiku

Mengetuk dengan sopan

Membawa pesan-pesan kelembutan

Ragamu kini tak lebih dari jasad

Namun Jibril tak lupa akan tugasnya

Membawa nyanyianmu

Untuk menemani malam tidurku

Kesendirian bukan kata yang tepat

Aku yang kau tinggalkan

Tak pernah benar-benar kau tinggalkan

Lagu-lagu lamamu tak berhenti bernyanyi

Kisah-kisah barumu telah aku fahami

Di atas punggungku jantungmu tetap berdetak

Bergeserpun tidak

Tampaknya hilang keraguanmu padaku

Setelah setiaku membawa Jibril pada tugas baru

Mengirim surat dua insan yang bercumbu

Tentang kasih dan kisah masa lalu

Tentang senja dan fajar hari esok

Tentang alam yang bersahut rindu

3. Makhluk Rindu

Bukan sekadar perasaan ingin bertemu

la makhluk Tuhan yang tabah

Tumbuh sedikit demi sedikit

Merayap pada pohon besar bernama hati

Meliuk-liuk dalam lingkaran

Memeluk penuh tubuh yang kekar

Sedikit daun rimbun akar

Merasuk pada setiap celah berlubang

Sulurnya memaafkan ruang khilaf

Akarnya mengetuk tiap senti pedalaman

Rapuhlah permukaan yang dilaluinya

Merenggut keperkasaan tanah pijak

Tak butuh banyak air

Kesuburan senantiasa melindungi

Pohon besar tak tinggal diam

Sekuat tenaga ia menahan rayuan

Berusaha kembali pada kenyataan

Sayang disayang

Ketabahan rindu tak bisa diganggu

4. Bukan Ingatan

Ingatan manusia hanya tersimpan dalam otak

Organ kecil yang menampung banyak hal

Tak pernah kutahu, sejauh mana ia mengingat

Dan tak pernah kutahu, apa yang mampu menghalanginya

Dalam diriku, ia tetap kuat biarpun kecil

Kuat mengingat puluhan potret senyuman

Dalam diriku, ia tak terhalang oleh alam

Apalagi waktu dan jarak yang membentang

Dalam diriku ia masih saja tak rasional

Mengirim surat tanpa ada alamat

Sosok wanita mungil masih saja tergambar

Jelas tanpa kurang keagungan

Namun aku tak juga kunjung mengerti

la hadir di kala aku membutuhkan

Sedang tak satu suratpun yang terbalaskan

Bukan sekadar bayangan

Meski selalu membayangi

Senantiasa hadir dikala sendiri

Menenangkanku dari pertikaian duniawi

Wahai engkau sang penenang jiwa

Tak inginkah kau mengirimkan kabar

Atau salam hangat kerinduan

5. Hilang

Tatap matamu membuatku kehilangan akal

Kata demi kata hilang dari kamus logika

Berguguran seperti daun sakura di musim semi

Pandangmu membuat kemarau tanah kata

Orator ulung pun pasti akan bungkam

Di hadapan kedip mata yang menawan

Seolah kembali pada masa bayi

Belajar lagi soal kata dan bicara

Bagaimana aku mengatakannya?

Bila bahasa saja aku tak punya

Ombak di ujung pantai rasanya lebih pandai

Hafal kamus kata

Tau tata cara bahasa

Hingga dengan mudahnya menyusuri setiap celah karang

Sepertinya aku perlu berguru padanya

Hanya kalimat-kalimat sederhana

Wahai guru, tak banyak kata yang aku pinta

Yang tetap menjadi sederhana di hadapannya

Tanpa mengurangi makna yang ada dalam rasa

Nah, itu dia deretan puisi curahan hati untuk kekasih yang akan membuatnya baper.