5 Puisi Maaf untuk Ayah dan Ibu yang Mengharukan

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi maaf untuk ayah dan merupakan sebuah gambaran perasaan anak yang mendalam kepada orang tua. Melalui puisi, seorang anak dapat mencurahkan betapa bersyukurnya telah menjadi bagian dari mereka.
Ibu dan ayah adalah cinta abadi. Sebuah cinta yang luar biasa. Mereka adalah orang yang membantu mengatasi semua masalahmu. Mereka adalah orang yang benar-benar peduli. Ibu, engkau segalanya bagiku. Ayah, engkaulah segalanya bagiku. Aku sangat menyayangi kalian.
Puisi Maaf untuk Ayah dan Ibu
Berikut ini beberapa puisi maaf untuk ayah dan ibu yang mengharukan, dikutip dari situs wishesmessages.com, poemhunter.com, dan momjunction.com.
1. Maaf Ayah dan Ibu
Maaf, Ibu dan Ayah, untuk melakukan salah bukannya benar
Maaf, Ibu dan Ayah, bahwa aku telah terlibat dalam semua pertengkaran itu
Maaf, Ibu dan Ayah, karena berbohong alih-alih kebenaran
Maaf, Ibu dan Ayah, karena sangat kasar
Maaf, Ibu dan Ayah, untuk mendapatkan nilai yang buruk
Maaf, Ibu dan Ayah, karena telah menjalani hari-hari penahanan itu
Maaf, Ibu dan Ayah, karena melihat aku pulang untuk hari-hari penangguhan.
Maaf, Ibu dan Ayah, untuk berbicara kembali
Maaf, Ibu dan Ayah, aku hanya berharap aku bisa mengambil semuanya kembali
2. Maafkan Aku
Lelah kaki ini melangkah
Melewati lembah, bukit, dan mengarungi dalamnya samudra
Tawa, sedih, dan air mata bagai teman setia
Senang, bahagia, tak kunjung datang menjalang
Namun, apa hendak dikata
Ombak tak lagi setia pada pantai
Matahari enggan menyinari
Rembulan hilang ditelan awan
Bintang-bintang pun pergi entah ke mana
Wahai matahari
Kenapa engkau enggan menyinari
Kamu bintang
Kenapa engkau bersembunyi
Dan engkau bulan
kenapa mau dihalangi awan
Bukankah engkau matahari telah berjanji menyinari
Bulan menjadi penerang
Dan bintang menghiasi malam
Lantas kenapa engkau pergi
Apakah engkau takut terhina dengan keadaan ini
Malu dengan kenyataan
Benci pada kenistaanku
Hingga engkau berpaling
Terlalu hinakah diriku ini
Terlalu nistakah aku di matamu
Hingga engkau enggan kepadaku.
3. Maafkan Aku, Ibu
Ibu telah membuktikan bahwa cintamu
Tidak bersyarat
Ibu telah membuktikan bahwa toleransimu sangat
Luar biasa
Ibu telah membuktikan bahwa kesabaranmu
Tak tertandingi
Ibu telah membuktikannya sebagai seorang ibu
Ibu tidak ada bandingannya
Ibu telah membuktikannya
Aku akan selalu istimewa
Dengan memaafkan semua tindakanku
Itu tak termaafkan
Aku menyesal
4. Ibu Sayang
Aku minta maaf karena tidak mengatakan
Aku cukup mencintaimu
Aku minta maaf karena tidak lancar
Tepi yang telah kasar
Aku minta maaf karena tidak mencoba
Untuk mengatur hal yang salah menjadi benar
Aku minta maaf untuk mengobati
Isu-isu penting kehidupan sebagai basi
Aku minta maaf karena selalu berakting
Begitu ceroboh dan sembrono
Aku minta maaf karena
Alasan kesedihanmu
5. Di Saat Ayah Tidur
Saat ayah tidur
Kutemukan seberkah kedamaian di sana
Tepatnya di wajahmu yang senja itu
Kulihat di sana begitu banyak sajak balada
Saat ayah tidur
Kutemukan wajah kebebasan
Laksana rindu terbebas dari kesepian menghujam
Di sanalah kutemukan ia.
Saat ayah tidur
Saat itulah kau menjadi asli tanpa topeng tanpa drama
Kau menjadi dirimu yang rapuh dan sakit
Kau menjadi manusia wajar bukan robot
Saat ayah tidur
Ingin rasanya kumenangis
Mengingat sebait takdir kita yang sekarat
Mati tidak mau, menyerah tidak bisa
Saat ayah tidur
Ayah kudongakkan wajahku ke atas biru
Kumohon pada-Nya dengan khidmat
Semoga aku selalu bersamamu
Melihat tidurmu, Ayah
Nah, itulah beberapa puisi minta maaf untuk ayah dan ibu yang menyentuh. Semoga bermanfaat!
