Konten dari Pengguna

5 Puisi Maaf untuk Ayah dan Ibu yang Mengharukan

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi Maaf untuk Ayah dan Ibu. Foto: Unsplash/Tyler Nix.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Maaf untuk Ayah dan Ibu. Foto: Unsplash/Tyler Nix.

Puisi maaf untuk ayah dan merupakan sebuah gambaran perasaan anak yang mendalam kepada orang tua. Melalui puisi, seorang anak dapat mencurahkan betapa bersyukurnya telah menjadi bagian dari mereka.

Ibu dan ayah adalah cinta abadi. Sebuah cinta yang luar biasa. Mereka adalah orang yang membantu mengatasi semua masalahmu. Mereka adalah orang yang benar-benar peduli. Ibu, engkau segalanya bagiku. Ayah, engkaulah segalanya bagiku. Aku sangat menyayangi kalian.

Puisi Maaf untuk Ayah dan Ibu

Ilustrasi Puisi Maaf untuk Ayah dan Ibu. Foto: Pexels/Emma Bauso.

Berikut ini beberapa puisi maaf untuk ayah dan ibu yang mengharukan, dikutip dari situs wishesmessages.com, poemhunter.com, dan momjunction.com.

1. Maaf Ayah dan Ibu

Maaf, Ibu dan Ayah, untuk melakukan salah bukannya benar

Maaf, Ibu dan Ayah, bahwa aku telah terlibat dalam semua pertengkaran itu

Maaf, Ibu dan Ayah, karena berbohong alih-alih kebenaran

Maaf, Ibu dan Ayah, karena sangat kasar

Maaf, Ibu dan Ayah, untuk mendapatkan nilai yang buruk

Maaf, Ibu dan Ayah, karena telah menjalani hari-hari penahanan itu

Maaf, Ibu dan Ayah, karena melihat aku pulang untuk hari-hari penangguhan.

Maaf, Ibu dan Ayah, untuk berbicara kembali

Maaf, Ibu dan Ayah, aku hanya berharap aku bisa mengambil semuanya kembali

2. Maafkan Aku

Lelah kaki ini melangkah

Melewati lembah, bukit, dan mengarungi dalamnya samudra

Tawa, sedih, dan air mata bagai teman setia

Senang, bahagia, tak kunjung datang menjalang

Namun, apa hendak dikata

Ombak tak lagi setia pada pantai

Matahari enggan menyinari

Rembulan hilang ditelan awan

Bintang-bintang pun pergi entah ke mana

Wahai matahari

Kenapa engkau enggan menyinari

Kamu bintang

Kenapa engkau bersembunyi

Dan engkau bulan

kenapa mau dihalangi awan

Bukankah engkau matahari telah berjanji menyinari

Bulan menjadi penerang

Dan bintang menghiasi malam

Lantas kenapa engkau pergi

Apakah engkau takut terhina dengan keadaan ini

Malu dengan kenyataan

Benci pada kenistaanku

Hingga engkau berpaling

Terlalu hinakah diriku ini

Terlalu nistakah aku di matamu

Hingga engkau enggan kepadaku.

3. Maafkan Aku, Ibu

Ibu telah membuktikan bahwa cintamu

Tidak bersyarat

Ibu telah membuktikan bahwa toleransimu sangat

Luar biasa

Ibu telah membuktikan bahwa kesabaranmu

Tak tertandingi

Ibu telah membuktikannya sebagai seorang ibu

Ibu tidak ada bandingannya

Ibu telah membuktikannya

Aku akan selalu istimewa

Dengan memaafkan semua tindakanku

Itu tak termaafkan

Aku menyesal

4. Ibu Sayang

Aku minta maaf karena tidak mengatakan

Aku cukup mencintaimu

Aku minta maaf karena tidak lancar

Tepi yang telah kasar

Aku minta maaf karena tidak mencoba

Untuk mengatur hal yang salah menjadi benar

Aku minta maaf untuk mengobati

Isu-isu penting kehidupan sebagai basi

Aku minta maaf karena selalu berakting

Begitu ceroboh dan sembrono

Aku minta maaf karena

Alasan kesedihanmu

5. Di Saat Ayah Tidur

Saat ayah tidur

Kutemukan seberkah kedamaian di sana

Tepatnya di wajahmu yang senja itu

Kulihat di sana begitu banyak sajak balada

Saat ayah tidur

Kutemukan wajah kebebasan

Laksana rindu terbebas dari kesepian menghujam

Di sanalah kutemukan ia.

Saat ayah tidur

Saat itulah kau menjadi asli tanpa topeng tanpa drama

Kau menjadi dirimu yang rapuh dan sakit

Kau menjadi manusia wajar bukan robot

Saat ayah tidur

Ingin rasanya kumenangis

Mengingat sebait takdir kita yang sekarat

Mati tidak mau, menyerah tidak bisa

Saat ayah tidur

Ayah kudongakkan wajahku ke atas biru

Kumohon pada-Nya dengan khidmat

Semoga aku selalu bersamamu

Melihat tidurmu, Ayah

Nah, itulah beberapa puisi minta maaf untuk ayah dan ibu yang menyentuh. Semoga bermanfaat!