Konten dari Pengguna

5 Puisi Putus Cinta yang Menyayat Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi Putus Cinta. Foto: Unsplash/Marah Bashir.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Putus Cinta. Foto: Unsplash/Marah Bashir.

Tak ada satu orang pun yang berharap mengalami patah hati, apalagi seperti yang tertuang dalam puisi putus cinta. Begitu sedih, putus asa, dan menyayat hati.

Sayangnya, jatuh cinta selalu satu paket dengan siap patah hati. Meskipun ingin hubungan percintaan berjalan dengan mulus dan lancar-lancar saja, kenyataannya bisa berbeda.

Dalam kondisi putus cinta, kata-kata puitis berhamburan bagai bunga dandelion tertiup angin.

Puisi Putus Cinta

Ilustrasi Puisi Putus Cinta. Foto: Unsplash/Kelly Sikkema.

Nah, berikut ini Inspirasi Kata akan memberikan beberapa puisi putus cinta yang menyayat hati, dikutip dari bookriot.com, momjunction.com, dan hellopoetry.com.

1. Biar Langit yang Memutuskan

Hangatnya perapian malam

Mengingatkanku akan hangatnya pelukanmu

Kesejukan sungai kebahagiaan

Bagai menatap senyummu

Damainya jiwaku

Di mana belas kasih itu?

Bersamamu seperti mimpi semu

Hanya bisa merasakan abadinya duka

Dalam hati tersimpan banyak doa

Kau bilang kita pasti bisa

Bisa saling mencintai

Bersama sampai tua

Bersatu hingga mati

Kau bilang perbanyak doa dan harapan

Impian kita pasti kan terwujud

Namun apa yang terjadi kini?

Biarlah langit yang memutuskan

Satu keinginan

Cinta kita jangan sampai berubah

Hati kita tetap menyatu

Menciptakan bahagia bersama

Tak semudah yang kita duga

Bagaimana harus kuhentikan air mata?

Impian kita hanya sebatas dalam mimpi

Biarlah langit yang memutuskan

Tentang akhir cerita cinta kita

2. Di Ujung Hubungan

Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku

Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api

Menyusuri jalanan lengang

Bersimbah angan tanpa tujuan

Dalam derap gerimis yang pongah menghujam

Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi

Membawa sebaris kata bahagia yang menenggelamkan nurani

Di atas pengharapan tak berkesudahan

Tentang rindu kusam

Tentang cinta terbuang

Mengutip satu namamu di antara keluh kesah

Gundah gelisah, air mata, dan lara

Masihkah ada sedikit senyum darimu

Di batas penantianku yang kini makin terbata

Jika masih ada ruang di hatimu

Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah

Pada tanah membentang

Pada pohon-pohon rindang

Dan angin yang mengusik keangkuhan

Setidaknya biar ada tanda yang bisa kubaca dan kuraba

Janganlah sepi yang hadir

Janganlah semu yang membeku

Karena aku selalu berjalan menujumu

3. Harapan yang Kosong

Mencoba tuk bertahan di tengah kepungan badai cobaan

Lelah dalam melangkah menggenggam cinta tak berbalas

Warna pelangi hanyalah semu yang dirasakan

Hilang tersalip awan-awan biru yang menderu-deru

Lupakan semua kenangan dan janji-janji hati

Kepastian sudah diberikan

Namun pengkhianatan menjadi jawaban

Cinta sejati kini telah ternodai

Hampa terasa sunyi di dalam jiwa

Menanti harapan melepas masa-masa kelam

Melangkah maju menuju sebuah harapan

Cinta sejati sudah jauh dan pergi

Berlalu pilu ditelan oleh sang waktu

4. Mengharapkanmu

Walau aku tak bisa bernyanyi merdu

Walau angin kabarku jarang menghampiri

Di sini aku seperti gunung

Selalu menyimpan setiap senyuman manismu

Selalu rindu tatapan matamu

Dan takkan berpindah walaupun angin berlalu

Dan kabut menyelimuti

Masih ada jejeak langkahmu di sini

Yang selalu menyemangati hari-hari ku

Aku masih di sini untukmu

5. Sudah Cukup dengan Rasa Sakit

Lihatlah aku

Termenung sendu, ratapi luka yang kau beri

Demi perasaan hati yang perih

Semakin dalam membuatku tersakiti

Tak adakah sedikit rasa di hati

Tak adakah rasa hormat dalam hatimu

Kau lukai aku dengan tingkahmu

Salah apa aku padamu?

Salah apa kau tega lakukan itu?

Kau buat luka ini

Membekas, menangis teriris perih

Bersendu kehilangan dirimu

Semuanya takkan pernah kembali

Ku akan mengalah,

Demi kau sahabatku.

Demi dirinya pujaan hatiku

Dan tak mungkin lagi

Ku menerimamu kembali

Sudah cukup kau lakukan itu

Sudah cukup kau lakukan itu

Biarlah ku sendiri

Biarlah kau bersama dirinya

Biarkan kupergi jauh bawa luka ini

Biar engkau bahagia bersama dirinya

Nah, itulah beberapa contoh puisi putus cinta yang menyayat hati. Semoga bermanfaat dan tetap semangat!