Konten dari Pengguna

5 Puisi tentang Bencana Alam sebagai Pengingat

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi tentang Bencana Alam sebagai Pengingat. Foto: Unsplash/naif tharwat.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi tentang Bencana Alam sebagai Pengingat. Foto: Unsplash/naif tharwat.

Puisi tentang bencana alam tentu tidak tercipta begitu saja. Bencana adalah fenomena alam yang pasti menimbulkan banyak kerugian, dari segi materi hingga melayangnya korban jiwa.

Beberapa bencana alam terjadi sebagai akibat dari ulah manusia. Penebangan pohon yang tak terkendali, pembakaran hutan, dan kebiasaan membuang sampah sembarangan memicu terjadinya bencana alam yang pada akhirnya merugikan manusia itu sendiri.

Puisi tentang Bencana Alam

Ilustrasi Puisi tentang Bencana Alam sebagai Pengingat. Foto: Unsplash/naif tharwat.

Berikut ini beberapa contoh puisi tentang bencana alam sebagai pengingat yang dikutip dari allpoetry.com, poemhunter.com, dan poetrysoup.com.

1. Bencana di Alamku

Bencana alam, murka alam

Kamu tidak bisa lepas dari jalan destruktif mereka

Itu bisa menjadi tornado

Dengan angin berputar-putar

Mengangkat semua yang ada di jalannya

Berdoa kita hidup untuk melihat hari berikutnya

Mungkin gempa bumi yang kuat dengan deru kerasnya

Dampaknya terlihat seperti sedang berperang

Bangunan runtuh dan jatuh ke tanah

Tumpukan beton menjadi gundukan

Lalu tsunami yang pasti datang

datang dengan dengungan yang keras

Air mengambil semua yang ada di jalurnya

Seperti yang ditunjukkan alam, itu benar-benar murka

Kemudian badai menjadi begitu kuat, sekarang badai telah lahir

2. Hujan

Ibu alam menunjukkan kekuatannya.

Hujan telah menyebabkan banjir

Dengan jalanan menjadi dinding lumpur

Lalu ada longsoran salju, dinding salju raksasa

Apa pun di jalurnya menjadi musuh

Gunung berapi yang bergolak

Sebuah sungai lava raksasa, menuruni gunung itu bersinar

Sekarang saatnya kita semua bersiap

Ibu alam bukanlah orang yang berani!

3. Rintih Bermain Air

Anak kecil di samping rumah

Dengan ceria bermain air

Menyepak dan menyembur

Berlari dan berenang

Awalnya aku terpukau

Tapi kenyataan berkata lain

Mereka sejatinya tengah merintih

Tertawa dalam tangisan

Pedih, mengiris dan duka

Penyakit mengintai mereka

Berada di sekeliling mereka

Bahwa itu adalah bencana

Bersabarlah, Sayang

Maafkan mereka

Jadilah anak yang setia

Untuk menjaga alam semesta

Kala kau beranjak dewasa

Jangan kau sesali

Aku tahu kau belum mengerti

Aku paham kau masih buta dan tuli

Namun inilah yang terjadi

Jadikan cobaan alam sebagai penyadar diri

4. Menunggu Hujan

Sore ini hujan begitu deras

Menghantam bumi dengan ganas

Sementara di seberang jalan

Beberapa anak menari ceria

Menikmati anugerah Yang Kuasa

Padahal, cerita berakhir lain

Di kala hujan reda

Perlahan genangan mengalir jauh

Tanpa komando tanpa patuh

Tanpa iba menghajar yang rapuh

Bagaimana tidak

Tempatnya berlalu telah tertutup

Sebab watak manusia yang enggan

Memberi perhatian terhadap selokan

Maka dari itu

Tak perlu tangisi yang terjadi

Jangan sesali kenyataan ini

Semua takkan terjadi bila manusia peduli

Hingga hujan tiba lagi

Genangan masih mengepung

Mencuri seisi rumah

Menghanyutkan secuil gairah

Dari mereka yang mengharapkan sepercik cerah

5. Alamku Kecewa

Siapa yang cipta semua bencana

Jika kalian peka dan merasa

Ada bencana karena campur tangan manusia

Tuhan bilang "Pastinya"

Ulah tangan-tangah serakah

Menantang alam dengan gagah

Timbulkan kerusakan masih kau sanggah

Tutup mata, kau buang salah

Gambaran tamparan Tuhan yang nyata diperlihatkan

Banjir, longsor, kekeringan akibat kerusakan hutan

Tapi kalian masih berani tawar

Semua ini kau anggap wajar

Tak merasa kalau ditampar

Meski bencana datang mengular

Nah, itulah beberapa puisi tentang bencana alam sebagai pengingat. Semoga bermanfaat!