Konten dari Pengguna

5 Puisi tentang Bulan dan Bintang sebagai Referensi

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang bulan dan bintang, Foto: Unsplash/Benjamin Voros.
zoom-in-whitePerbesar
Puisi tentang bulan dan bintang, Foto: Unsplash/Benjamin Voros.

Bagi kalian yang suka melihat langit malam hari, bacalah puisi tentang bulan dan bintang dalam artikel ini untuk semakin memaknainya. Walau terlihat sangat melankolis, melakukan perenungan dan pembacaan puisi dapat membuat kalian terinspirasi dan semakin mengagumi Sang Pencipta lho.

Ketika kita melihat suatu objek, terkadang kita hanya melihatnya sebagai sesuatu yang biasa, padahal mungkin ada penggambaran yang indah di baliknya. Begitu juga dengan bulan dan bintang. Adanya penggambaran mendetail mengenai keduanya yang dituangkan ke dalam puisi membuat keindahan bulan dan bintang semakin terpancarkan dan terlihat.

Puisi tentang Bulan dan Bintang sebagai Referensi

Puisi tentang bulan dan bintang, Foto: Unsplash/James Wheeler.

Berikut ini adalah puisi tentang bulan dan bintang yang diambil dari Buku Puisi Pujaan, Henny (2020:66):

1. Bintang Malam

Bintang malam bertebaran di malam hari

Bercahaya seperti hatiku

Menaruh rindu padamu

Kapankah engkau datang

Bersamaku melihat indahnya gemerlap bintang

Bintang

Aku ingin sepertimu

Berada di angkasa

Menyinari cahaya kecil

Menerangi hati yang redup

Bintang malam

Akankah dia hadir

Menanti hadirnya gemerlap bintang

Jumlahnya tiada terhitung

Tidak dapat ku gapai

Tiada terhitung seperti jumlah rinduku padamu

Bintang

Sampaikan salamku padanya

Puisi ini diambil dari buku Merajut Asa Meraih Mimpi Jadi Penulis Antologi Kumpulan Cerpen, Essay, dan Puisi (2020:126-129):

2. Kutatap Langit

Fadlan Nasution

Kutatap langit…

Nan jauh di sana terbentang luas di angkasa

Menaungi seluruh jagat raya

Benda-benda angkasa

Termasuk bumi kita tercinta

Kutatap langit…

Luasnya tiada terkira

Begitu luas terhampar di angkasa

Hanya Sang Pencipta yang mengetahuinya

Jaraknya jutaan tahun cahay antara benda langit satu dengan lainnya

Kutatap langit…

Siang hari sang surya merah merona

Cahayanya begitu mempesona

Menerangi planet sekitarnya

Kutatap langit…

Malam hari cahaya bulan purnama begitu indah

Senyumannya begitu menawan

Memberi penerangan di malam gelap gulita

Kutatap langit…

Ada bintang bertaburan

Cahayanya berkilauan

Bak mutiara di dasar lautan

Kutatap langit…

Kudapati ketentraman jiwa

Kulihat tanda-tanda kebesaran-Nya, Sang Pencipta alam semesta

Tuhan Yang Maha Esa

Kepada-Nya aku memuja…

3. Bintang di Langit Fadlan Nasution

Kupandangi bintang di langit

Oh….indahnya….

Bersama gemerlapnya cahaya rembulan

Kuterpesona dalam buaian keindahan

Rayuan lembut angkasa raya

Tuhan menciptakan gugusan bintang di langit

Dia menghiasi langit yang gelap

Hiasi alam kilauan cahaya terang

Dengan cahaya bintang yang indah gemerlapan

Bintang ibarat perhiasan langit

Bak permata yang indah menawan

Tuhan menghiasi langit

Dengan jutaan bintang cemerlang

Dengan bentuk yang sempurna

Malam terlihat cahaya

Sejuta pesona di angkasa raya

Bintang di langit begitu indah

Kerlap-kerlip cahayanya menerpa

Bersama indahnya sang purnama

Begitu banyak manfaat bintang

Bintang menentukan waktu dan bulan

Bintang menentukan arah

Bintang menentukan lokasi lintang

Dan banyak manfaat lainnya

Bintang di langit…

Memancar terang di cakrawala

Sebagai petunjuk dalam kegelapan di darat maupun di laut

Sesungguhnya itu merupakan tanda kebesaran Tuhan

Bagi orang yang mengetahuinya

Puisi dari buku Antologi Puisi Alur, Ela, Ila, Uly, Lia & Dia (2019:17):

4. Bulan dan Terang Lia

Kulihat bulan dan terang

Suatu hari,

Kuterbang di jalanku

Suatu hari,

Sesaat setelah kau panggil namaku

Meskipun kuterjatuh

Dan kututup mataku dalam malam

Dapat kulihat

Bulan dan terang

Puisi berikut diambil dari Antologi Puisi: Seutas Garis, Daneya (2021:25):

5. Bisik Gerhana

Di ufuk sana, ada yang akhirnya bersua

Bercumbu ria melepas lelah

Pucuk-pucuk pinang timbul tenggelam

Gelap malam berganti cerah

Silau Mentari memecah celah

Kala ini, bulan bintang bertukar pesan

Tentang bumi yang lagi berkesan

Tentang langit yang tak lagi enggan

Perihal daun ranting yang rapuh di negeri ini

Perihal belantara yang berganti benteng-benteng beton

Berakar sakti menyayat hati

Hingga sayup cicit burung pun tak terdengar lagi

Di antara temaram senja dan rumah-rumah warga

Sekian kumpulan puisi tentang bulan dan bintang yang sekiranya dapat menginspirasimu. (Ester)