5 Puisi tentang Bulan dan Bintang sebagai Referensi

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi kalian yang suka melihat langit malam hari, bacalah puisi tentang bulan dan bintang dalam artikel ini untuk semakin memaknainya. Walau terlihat sangat melankolis, melakukan perenungan dan pembacaan puisi dapat membuat kalian terinspirasi dan semakin mengagumi Sang Pencipta lho.
Ketika kita melihat suatu objek, terkadang kita hanya melihatnya sebagai sesuatu yang biasa, padahal mungkin ada penggambaran yang indah di baliknya. Begitu juga dengan bulan dan bintang. Adanya penggambaran mendetail mengenai keduanya yang dituangkan ke dalam puisi membuat keindahan bulan dan bintang semakin terpancarkan dan terlihat.
Puisi tentang Bulan dan Bintang sebagai Referensi
Berikut ini adalah puisi tentang bulan dan bintang yang diambil dari Buku Puisi Pujaan, Henny (2020:66):
1. Bintang Malam
Bintang malam bertebaran di malam hari
Bercahaya seperti hatiku
Menaruh rindu padamu
Kapankah engkau datang
Bersamaku melihat indahnya gemerlap bintang
Bintang
Aku ingin sepertimu
Berada di angkasa
Menyinari cahaya kecil
Menerangi hati yang redup
Bintang malam
Akankah dia hadir
Menanti hadirnya gemerlap bintang
Jumlahnya tiada terhitung
Tidak dapat ku gapai
Tiada terhitung seperti jumlah rinduku padamu
Bintang
Sampaikan salamku padanya
Puisi ini diambil dari buku Merajut Asa Meraih Mimpi Jadi Penulis Antologi Kumpulan Cerpen, Essay, dan Puisi (2020:126-129):
2. Kutatap Langit
Fadlan Nasution
Kutatap langit…
Nan jauh di sana terbentang luas di angkasa
Menaungi seluruh jagat raya
Benda-benda angkasa
Termasuk bumi kita tercinta
Kutatap langit…
Luasnya tiada terkira
Begitu luas terhampar di angkasa
Hanya Sang Pencipta yang mengetahuinya
Jaraknya jutaan tahun cahay antara benda langit satu dengan lainnya
Kutatap langit…
Siang hari sang surya merah merona
Cahayanya begitu mempesona
Menerangi planet sekitarnya
Kutatap langit…
Malam hari cahaya bulan purnama begitu indah
Senyumannya begitu menawan
Memberi penerangan di malam gelap gulita
Kutatap langit…
Ada bintang bertaburan
Cahayanya berkilauan
Bak mutiara di dasar lautan
Kutatap langit…
Kudapati ketentraman jiwa
Kulihat tanda-tanda kebesaran-Nya, Sang Pencipta alam semesta
Tuhan Yang Maha Esa
Kepada-Nya aku memuja…
3. Bintang di Langit Fadlan Nasution
Kupandangi bintang di langit
Oh….indahnya….
Bersama gemerlapnya cahaya rembulan
Kuterpesona dalam buaian keindahan
Rayuan lembut angkasa raya
Tuhan menciptakan gugusan bintang di langit
Dia menghiasi langit yang gelap
Hiasi alam kilauan cahaya terang
Dengan cahaya bintang yang indah gemerlapan
Bintang ibarat perhiasan langit
Bak permata yang indah menawan
Tuhan menghiasi langit
Dengan jutaan bintang cemerlang
Dengan bentuk yang sempurna
Malam terlihat cahaya
Sejuta pesona di angkasa raya
Bintang di langit begitu indah
Kerlap-kerlip cahayanya menerpa
Bersama indahnya sang purnama
Begitu banyak manfaat bintang
Bintang menentukan waktu dan bulan
Bintang menentukan arah
Bintang menentukan lokasi lintang
Dan banyak manfaat lainnya
Bintang di langit…
Memancar terang di cakrawala
Sebagai petunjuk dalam kegelapan di darat maupun di laut
Sesungguhnya itu merupakan tanda kebesaran Tuhan
Bagi orang yang mengetahuinya
Puisi dari buku Antologi Puisi Alur, Ela, Ila, Uly, Lia & Dia (2019:17):
4. Bulan dan Terang Lia
Kulihat bulan dan terang
Suatu hari,
Kuterbang di jalanku
Suatu hari,
Sesaat setelah kau panggil namaku
Meskipun kuterjatuh
Dan kututup mataku dalam malam
Dapat kulihat
Bulan dan terang
Puisi berikut diambil dari Antologi Puisi: Seutas Garis, Daneya (2021:25):
5. Bisik Gerhana
Di ufuk sana, ada yang akhirnya bersua
Bercumbu ria melepas lelah
Pucuk-pucuk pinang timbul tenggelam
Gelap malam berganti cerah
Silau Mentari memecah celah
Kala ini, bulan bintang bertukar pesan
Tentang bumi yang lagi berkesan
Tentang langit yang tak lagi enggan
Perihal daun ranting yang rapuh di negeri ini
Perihal belantara yang berganti benteng-benteng beton
Berakar sakti menyayat hati
Hingga sayup cicit burung pun tak terdengar lagi
Di antara temaram senja dan rumah-rumah warga
Sekian kumpulan puisi tentang bulan dan bintang yang sekiranya dapat menginspirasimu. (Ester)
