Konten dari Pengguna

5 Puisi tentang Dunia Masa Kini

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi tentang Dunia Masa Kini. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi tentang Dunia Masa Kini. Foto: Unsplash

Ada beragam tema puisi yang sering kita jumpai dan baca di berbagai media cetak atau online, satu di antaranya puisi tentang dunia masa kini.

Puisi tentang dunia masa kini biasanya menggambarkan kehidupan yang dipenuhi dinamika dan tidak dapat ditebak. Kehidupan itu misterius karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Puisi tentang Dunia Masa Kini

Puisi tentang Dunia Masa Kini, Foto/Unsplash/David Vives

Berikut ini Inspirasi Kata akan memberikan beberapa puisi tentang dunia masa kini, dikutip dari familyfriendpoems.com, powerpoetry.com, dan poemhunter.com.

1. Kisah Perjuangan

Sejak awal kumulai mengenal dunia

Sejak itu juga kumulai memahami arti hidup

Banyak kisah yang telah aku lewati

Demi mengejar impian

Semua kisah itu tak dapat kulupakan dari memoriku

Tentang perjuangan untuk meraih impianku

Walau banyak rintangan yang harus dihadapi

Namun, itu tidak membuatku menyerah

Karna kehidupan ini butuh kerja keras dan pengorbanan yang luar biasa

Maka itu tak ada kata menyerah sebelum mencapai impian yang penuh harapan

2. Kekalahan

Darah mulai menetes dari luka tentara

Meresap seperti kotoran di bawah kamar politisi

Jauh di dalam rumah, putih memudar menjadi merah

Dan kebebasan yang kita perjuangkan tampaknya sudah mati

Karena kita tidak bisa menang seperti yang pernah dia katakan

Tidak, kita tidak bisa menang atas kebencian di kepala musuh kita

Tapi kita tenggelam dalam lumpur karena omong kosong yang telah kita makan

Sementara semakin banyak tentara terjaga di ranjang surga

Angin bertiup seperti badai

Di tanah tandus yang menakutkan

Di mana serigala gila

Dan elang berpesta dengan tangan berdarah

Peluru beterbangan, anak-anak sekarat, ibu menangis

Sementara binatang buas berbaring dan bersembunyi

Di balik tirai hitam yang tidak ada siapa-siapa

Tapi Tuhan tahu yang sebenarnya

Terlalu banyak tangan yang dicuci dengan air mata para janda

Terlalu banyak suara tembakan yang menggema di telinga

Terlalu banyak hati yang membeku mati rasa karena ketakutan

Harapan yang terlalu jauh, seperti lampu gantung di langit-langit

Jiwa yang terluka basah oleh takdir hitam yang bernoda

Dikecewakan oleh nasib iblis-iblis gelap

Mimpi buruk terus-menerus tentang pelarian celaka:

Menjerit dengan khusyuk di bawah Gerbang Liberty

Aku memegang kain tali dengan hati-hati,

Leher menggelitik dari rambutnya yang kasar

Bibirku yang pecah-pecah dan kering membisikkan doa terakhir

Sebelum rasa sakit yang menggelitik merembes ke udara

Bersinar cerah kilat menghanguskan cakrawala tak berawan

Dan abu melayang ke atas, membelai kakiku yang telanjang dan menjuntai.

Kebencian yang suram, mandul, menggigit di bawah tampak seperti nyala api

Tapi orang mati tidak tahu sentimen kekalahan

3. Dunia Hari ini

Hatiku begitu menggebu

Setiap kudengar tausiyah suci itu

Rangkai katanya merona hatiku

Alur ritmiknya memerah telingaku

Jiwaku menggebu haru bertalu

Setiap derap pergerakan dihentakkan

Menyentak rasa lengang sanubari

Menggetar senyap keterlenaanku

Wahai Geloraku, jangan tenggelamkan

Rasa cintaku pada perjuangan ini

Hanya karena tak bertemu sang guru

Yang selalu mengetuk pintu hatimu

Sematkan dalam ingatanmu,

Pandangan optimis penuh harapan

Seperti menatap indahnya langit biru

Penuh cahaya, menghangatkan hati

Agar kusambut langkah perjuangan itu,

Bersama kalam dan sabda yang telah terpatri

Buktikan rasa peduli, simbol pemberani

Agar sinarnya terangi persada ini

Jadilah bunga yang harum di persada ini

Yang menebar wangi, pesona alami

Bangkit dan melangkahlah dengan pasti

Peradaban di negeri ini harus tegak berdiri

4. Doa dan Harapanku

Saat semua orang ingin bahagia

Aku menemukan kebahagiaanku

Dari secuil waktuku bersamamu

Aku menikmati, kita tertawa

Kita juga pernah menangis bersama

Ternyata, semua tidak semengerikan yang aku bayangkan

Aku kira tidak bisa melihatmu lagi

Walau dalam diam, aku punya sejuta doa dan harapan

Agar waktu terus memihak kita

Semoga apa yang kamu harapkan jadi kenyataan

Semua impian yang pernah kamu katakan

Dan aku akan jadi orang yang paling bahagia

Setiap kali kamu dan aku terjebak dalam waktu yang sama

5. Masa Depan

Prayitna jiwa dan raga

Dengan segala aral melintang

Badai menghadang

Karena kutahu engkau sayang

Tak ada yang perlu aku khawatirkan

Semua asa tetap kulangitkan

Semua diksi kuupayakan

Agar jelma puisi paling hati

Yang akan kita nikmati nanti

Hingga senja berganti kelam dan fajar menyapa dalam kekhusyukan

Tentang masa depan

Kuberserah pada-Mu

Pada Pemilik cinta

Pada Pemilik jiwa

Tentangku, kamu tuju, kita

Nah, itulah beberapa contoh puisi tentang dunia masa kini. Semoga bermanfaat!