5 Puisi tentang Dunia Masa Kini

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beragam tema puisi yang sering kita jumpai dan baca di berbagai media cetak atau online, satu di antaranya puisi tentang dunia masa kini.
Puisi tentang dunia masa kini biasanya menggambarkan kehidupan yang dipenuhi dinamika dan tidak dapat ditebak. Kehidupan itu misterius karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Puisi tentang Dunia Masa Kini
Berikut ini Inspirasi Kata akan memberikan beberapa puisi tentang dunia masa kini, dikutip dari familyfriendpoems.com, powerpoetry.com, dan poemhunter.com.
1. Kisah Perjuangan
Sejak awal kumulai mengenal dunia
Sejak itu juga kumulai memahami arti hidup
Banyak kisah yang telah aku lewati
Demi mengejar impian
Semua kisah itu tak dapat kulupakan dari memoriku
Tentang perjuangan untuk meraih impianku
Walau banyak rintangan yang harus dihadapi
Namun, itu tidak membuatku menyerah
Karna kehidupan ini butuh kerja keras dan pengorbanan yang luar biasa
Maka itu tak ada kata menyerah sebelum mencapai impian yang penuh harapan
2. Kekalahan
Darah mulai menetes dari luka tentara
Meresap seperti kotoran di bawah kamar politisi
Jauh di dalam rumah, putih memudar menjadi merah
Dan kebebasan yang kita perjuangkan tampaknya sudah mati
Karena kita tidak bisa menang seperti yang pernah dia katakan
Tidak, kita tidak bisa menang atas kebencian di kepala musuh kita
Tapi kita tenggelam dalam lumpur karena omong kosong yang telah kita makan
Sementara semakin banyak tentara terjaga di ranjang surga
Angin bertiup seperti badai
Di tanah tandus yang menakutkan
Di mana serigala gila
Dan elang berpesta dengan tangan berdarah
Peluru beterbangan, anak-anak sekarat, ibu menangis
Sementara binatang buas berbaring dan bersembunyi
Di balik tirai hitam yang tidak ada siapa-siapa
Tapi Tuhan tahu yang sebenarnya
Terlalu banyak tangan yang dicuci dengan air mata para janda
Terlalu banyak suara tembakan yang menggema di telinga
Terlalu banyak hati yang membeku mati rasa karena ketakutan
Harapan yang terlalu jauh, seperti lampu gantung di langit-langit
Jiwa yang terluka basah oleh takdir hitam yang bernoda
Dikecewakan oleh nasib iblis-iblis gelap
Mimpi buruk terus-menerus tentang pelarian celaka:
Menjerit dengan khusyuk di bawah Gerbang Liberty
Aku memegang kain tali dengan hati-hati,
Leher menggelitik dari rambutnya yang kasar
Bibirku yang pecah-pecah dan kering membisikkan doa terakhir
Sebelum rasa sakit yang menggelitik merembes ke udara
Bersinar cerah kilat menghanguskan cakrawala tak berawan
Dan abu melayang ke atas, membelai kakiku yang telanjang dan menjuntai.
Kebencian yang suram, mandul, menggigit di bawah tampak seperti nyala api
Tapi orang mati tidak tahu sentimen kekalahan
3. Dunia Hari ini
Hatiku begitu menggebu
Setiap kudengar tausiyah suci itu
Rangkai katanya merona hatiku
Alur ritmiknya memerah telingaku
Jiwaku menggebu haru bertalu
Setiap derap pergerakan dihentakkan
Menyentak rasa lengang sanubari
Menggetar senyap keterlenaanku
Wahai Geloraku, jangan tenggelamkan
Rasa cintaku pada perjuangan ini
Hanya karena tak bertemu sang guru
Yang selalu mengetuk pintu hatimu
Sematkan dalam ingatanmu,
Pandangan optimis penuh harapan
Seperti menatap indahnya langit biru
Penuh cahaya, menghangatkan hati
Agar kusambut langkah perjuangan itu,
Bersama kalam dan sabda yang telah terpatri
Buktikan rasa peduli, simbol pemberani
Agar sinarnya terangi persada ini
Jadilah bunga yang harum di persada ini
Yang menebar wangi, pesona alami
Bangkit dan melangkahlah dengan pasti
Peradaban di negeri ini harus tegak berdiri
4. Doa dan Harapanku
Saat semua orang ingin bahagia
Aku menemukan kebahagiaanku
Dari secuil waktuku bersamamu
Aku menikmati, kita tertawa
Kita juga pernah menangis bersama
Ternyata, semua tidak semengerikan yang aku bayangkan
Aku kira tidak bisa melihatmu lagi
Walau dalam diam, aku punya sejuta doa dan harapan
Agar waktu terus memihak kita
Semoga apa yang kamu harapkan jadi kenyataan
Semua impian yang pernah kamu katakan
Dan aku akan jadi orang yang paling bahagia
Setiap kali kamu dan aku terjebak dalam waktu yang sama
5. Masa Depan
Prayitna jiwa dan raga
Dengan segala aral melintang
Badai menghadang
Karena kutahu engkau sayang
Tak ada yang perlu aku khawatirkan
Semua asa tetap kulangitkan
Semua diksi kuupayakan
Agar jelma puisi paling hati
Yang akan kita nikmati nanti
Hingga senja berganti kelam dan fajar menyapa dalam kekhusyukan
Tentang masa depan
Kuberserah pada-Mu
Pada Pemilik cinta
Pada Pemilik jiwa
Tentangku, kamu tuju, kita
Nah, itulah beberapa contoh puisi tentang dunia masa kini. Semoga bermanfaat!
