Konten dari Pengguna

5 Puisi tentang Kemiskinan yang Penuh Derita

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi tentang Kemiskinan. Foto: Unsplash/lucas Favre.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi tentang Kemiskinan. Foto: Unsplash/lucas Favre.

Puisi tentang kemiskinan di bawah ini bisa kamu jadikan sebagai pengingat bahwa masih banyak orang yang tidak seberuntung kita dan membutuhkan bantuan.

Tidak seorang pun ingin hidup dalam kemiskinan. Untuk itulah kita sekeras mungkin berusaha dan berdoa agar semua urusan, usaha, dan pekerjaan kita dilancarkan.

Baca Juga: 20 Kata-kata Mutiara Bulan Januari

5 Puisi tentang Kemiskinan

Ilustrasi Puisi tentang Kemiskinan. Foto: Unsplash/Mohamed Nohassi.

Kali ini Inspirasi Kata akan memberikan beberapa kumpulan puisi tentang kemiskinan yang penuh derita, dikutip dari buku Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak, Suyono Suyatno, (2003: 38-45). Berikut isi puisinya:

1. Kemiskinan Melanda

Kemiskinan yang selalu membelenggu

Melingkari diri yang tiada kuasa mengelak

Dari kenyataan yang menikam

Kemiskinan yang ada dan selalu menjelang

Hanya dapat kurenungi

Dan kucerca lewat kata-kata sajakku

Kemiskinan yang meraja adalah segala-gala diriku

Hidupku miskin harta, sajakku miskin makna

(Tapi aku selalu berjuang dan berusaha menghapus kemiskinan dengan daya yang tersisa)

2. Orang Lapar

Lapar menyerang desaku

Kerontang dipanggang kemarau

Surat orang kampungku

Keguratkan kertas

Risau

Lapar lautan pidato

Ranah dipanggang kemarau

Ketika berduyun mengemis

Kesinikan hatimu

Kuiris

Lapar di Gunung Kidul

Mayat dipanggang kemarau

Berjajar masuk kubur

Kau ulang jua

3. Anak Malang

Ia terapung di angkasa malam

Bergelut menggulat duka

Nira kecut yang bersumber dari mata

Menderas dengan kaidah dendam

Tapi dendam pada siapa?

(Anak desa ibu bapa tak berharta

mabuk atas mimpi botak kepala)

Mimpi tinggal mimpi

Bekal apa buat menuntut ilmu ke kota?

Malam hanya bicara bagi malam

Matanya kelereng belimbing jingga

Hidup hanya percik-percik cuka

Ia termenung di hati malam

Walau sebuah piring perunggu

Melayang di atas kepalanya

Dan mengajaknya bercanda

Tetap ia menekuri dirinya

4. Orang Miskin

Aku berjalan di jalanan dan meskipun tidak berpakaian jelek

Namun tidak ada yang begitu miskin yang bisa dibandingkan dengan saya

Karena tidak seorang pun memanggilku yang lelah untuk beristirahat

Dan meskipun aku lapar, tidak ada yang berbagi harta mereka

Aku tidak meminta untuk tinggal di buluh yang patah

Itu gagal ketika aku menginginkan lengan yang ramah

Aku tidak bisa makan roti dan ikan

Yang menginginkan berkat agar mereka tidak membahayakan

Aku hanya meminta kata yang hidup untuk mendengar

Dari bahasa lidah yang sekarang berbicara sampai mati

Aku haus akan satu cangkir air dingin yang jernih

Tapi minumlah aliran napas berbaring yang gusar

Dan berkeliaran di Tanah Airku

Namun tidak mendengar suara sambutan dan tidak melihat tangan yang memberi isyarat

5. Pengemis

Sepanjang hari, sepanjang hari, dalam debu, dalam panas

Dengan otak yang gila dan dengan kaki yang terhuyung-huyung

Aku berdiri di jalan raya kehidupan dan memohon daging jiwaku

Sepanjang hari, sepanjang hari, dalam cuaca dingin, dalam hujan

Melalui hari-hari yang hambar dan tak lekang oleh waktu

Aku mengulurkan tanganku kepada orang kaya dan sia-sia

Nah, itulah beberapa puisi tentang kemiskinan yang penuh derita. Semoga bermanfaat.