5 Puisi tentang Sawah untuk Pencinta Alam

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menumpahkan kekaguman lewat kata-kata adalah cara yang baik, begitu pula menumpahkan kekaguman pada keindahan alam. Jika kamu merindukan sawah, kamu bisa membaca 5 puisi tentang sawah yang dapat mewakili isi hatimu di dalam artikel ini.
Dikutip dari Mengenal Lahan Sawah dan Memahami Multifungsinya Bagi manusia dan Lingkungan, Sudrajat (2015:85-87), sawah tak hanya berfungsi sebagai penghasil bahan pangan, tetapi juga memiliki keindahan yang bisa menyegarkan mata, hati, dan pikiran kita.
Karena itulah, pencinta alam sudah tentu menyukai pemandangan hamparan sawah yang hijau, bahkan menjadikan sawah sebagai tempat rekreasi dan refreshing. Sebab itu pula, keindahan sawah pun perlu diapresiasi lewat karya sastra berupa puisi.
Baca juga: 4 Contoh Puisi tentang Keindahan Laut dan Pantai
Puisi tentang Sawah untuk Pencinta Alam
Inilah 5 puisi tentang sawah yang dapat mewakili kekaguman para pencinta alam akan keindahan sawah yang tak terlupakan:
1. Hijaunya, Senyumku
Sejuta pesona tetap terurai
Tak pernah habis menuai kagum
Hariku menjadi hari paling indah
Ketika memandang sawah itu lewat binar mataku
Hijaunya melepas senyum
Dari bibir yang tak dapat berkata
Indahnya memenuhi jiwa
Di kemudian hari, aku ingin berkunjung lagi
2. Lewat Tangan-tangan Petani
Lewat tangan-tangan petani
Kau indahkan desa ini
Tak hanya dengan hijau dan asrimu
Namun juga dengan hasil padimu yang berlimpah
Di atas tanah yang subur
Kau masih menjadi tempat favoritku
Untuk merenung dan bersyukur
Atas karunia Tuhan yang tak henti
3. Seperti Rumah
Banyak tempat indah di dunia
Namun tak banyak yang terasa seperti rumah
Berbeda dengan sawah yang bisa kujangkau
Dengan lima menit berjalan kaki
Kala petani bekerja
Kala kerbau membajak sawah
Kala padi siap dipetik
Segalanya ingin terus kupandang
Segalanya terus membuatku ingin pulang
4. Zamrud
Undak demi undak sawah
Yang terhampar hijau di hadapan mataku
Masih berkilau di bawah langit
Seperti zamrud bagi dunia
Alam akan selalu seindah ini
Selama hamparan itu masih membentang
Mengurai barisan padi yang merunduk
Mencium tanah yang kian subur
5. Bagai Sebuah Lukisan
Sawah yang hijau dan cantik itu
Telah menjadi galeri seni milikku sendiri
Tangan seniman bahkan tak kuasa
Memeluk megahnya hamparan itu
Setiap kakiku menjejaki tepiannya
Senyum tak dapat luput di wajahku
Satu-persatu selalu kulukis kagum
Di bagian terdalam sanubariku
Dari kelima puisi tentang sawah di atas, yang mana favoritmu? Jika kamu seorang pencinta alam, puisi-puisi di atas tentu membuatmu merindukan indahnya sawah, bukan? Di waktu luangmu nanti, semoga kamu bisa segera menikmati panorama sawah yang cantik, ya!(malika)
