5 Puisi tentang Senyum yang Hangat

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Senyum diidentikkan dengan kebahagiaan dan vibes positif, sehingga menginspirasi terciptanya puisi tentang senyum yang hangat.
Senyum adalah ibadah. Selain itu, orang yang murah senyum biasanya berwatak ramah, ceria, serta mampu memberikan kebahagiaan untuk orang-orang di sekitarnya.
Baca Juga : 4 Kumpulan Puisi Singkat yang Mengesankan
5 Puisi tentang Senyum yang Hangat
Berikut ini beberapa puisi tentang senyum yang hangat, dikutip dari laman wordwool.com:
1. Bangun untuk Tersenyum
Robert William
Saat aku mengedipkan sinar matahari di mataku
Dan salam pagi yang jingga
Sebelum tetesan embun kemerahan mengering
Dengan kilauan pada duri
Saat dahan dengan cincin rapture robin
Dan lebah bersenandung di bulan Mei
Lalu panggil aku muda, dengan hati musim semi
Meskipun aku menjadi abu-abu
Tetapi ketika tidak ada lagi kutahu kegembiraannya
Dan urgensi saat itu
Seperti anak laki-laki yang senang hati
Aku melompat untuk mendaratkan bunga
Saat semangat tak lagi kurasakan,
Untuk membangunkan dengan gembira, hore
Kalau begitu panggil aku tua dan biarkan aku mencuri
Dari laki-laki jauh
Biarkan aku terbangun dengan senyuman
Dan pergi ke taman gembira
Karena ada sedikit waktu
Hidup tersisa untukku
Tapi ketika bintangku lemah,
Tuhan, biarkan harapan menipu
Itu untuk cahaya di luar kesadaranku mungkin
Bangun untuk tersenyum.
2. Belajarlah untuk Tersenyum
Edgar Albert Guest
Tuhan yang baik memahami kita ketika Dia mengajari kita cara tersenyum
Dia tahu kita tidak tahan untuk bersikap khusyuk sepanjang waktu
Dia tahu Dia harus membentuk kita sehingga ketika hati kita gembira
Kita dapat memberi tahu tetangga dengan cara yang cepat dan mudah.
Jadi Dia menyentuh bibir Adam dan Dia menyentuh bibir Hawa,
Dan Dia berkata: 'Biarlah ini menjadi khidmat ketika kesedihanmu membuatmu bersedih,
Tetapi ketika semuanya baik-baik saja di Eden dan hidup tampaknya berharga,
Biarkan wajahmu memakai kemuliaan dan sinar matahari dari senyuman."
3. Sebuah Air Mata dan Sebuah Senyuman
Kahlil Gibran
Aku tidak akan menukar kesedihan hatiku
Untuk kesenangan orang banyak
Dan aku tidak akan memiliki air mata yang dibuat oleh kesedihan
Mengalir dari setiap bagianku berubah menjadi tawa
Aku ingin hidupku tetap menjadi air mata dan senyuman
Air mata untuk memurnikan hatiku dan memberiku pengertian
Rahasia hidup dan hal-hal tersembunyi
Senyuman untuk mendekatkanku pada anak laki-laki dari jenisku
Untuk menjadi simbol pemuliaanku terhadap para dewa
Air mata untuk menyatukanku dengan mereka yang patah hati
Senyum menjadi tanda kegembiraanku dalam keberadaan
Aku lebih suka mati dalam kerinduan dan kerinduan daripada hidup lelah dan putus asa
Aku ingin rasa lapar akan cinta dan keindahan ada di
Kedalaman jiwaku, karena aku telah melihat mereka yang ada
Puas dengan orang yang paling celaka
Aku telah mendengar desahan mereka yang merindukan dan merindukan dan itu lebih manis daripada melodi yang paling manis
Dengan datangnya malam, bunga melipat kelopaknya
Dan tidur, memeluk kerinduannya
Pada pendekatan pagi dia membuka bibirnya untuk bertemu
Ciuman matahari
Kehidupan sekuntum bunga adalah kerinduan dan pemenuhan
Air mata dan senyuman
Air laut menjadi uap dan naik dan datang
Bersama dan awan area
Dan awan mengapung di atas bukit dan lembah
Hingga bertemu angin sepoi-sepoi, lalu jatuh menangis
Ke ladang dan bergabung dengan sungai dan sungai untuk kembali ke laut rumahnya
Kehidupan awan adalah perpisahan dan pertemuan
Air mata dan senyuman
Demikian pula ruh menjadi terpisah dari
Semangat yang lebih besar untuk bergerak di dunia materi
Dan berlalu seperti awan di atas gunung kesedihan
Dan dataran kegembiraan untuk bertemu dengan angin kematian
Dan kembali dari mana asalnya
Ke samudra cinta dan keindahan—kepada Tuhan
4. Kita Tidak Selalu Senang Ketika Kita Tersenyum
James Whitcomb Riley
Kita tidak selalu senang ketika kita tersenyum:
Meskipun kita memakai wajah yang adil
Dan dunia yang kita tipu
Mungkin tidak pernah percaya
Kita bisa tertawa dengan cara yang lebih bahagia
Namun, jauh di kedalaman jiwa
Seringkali, dengan wajah kita bersinar
Ada rasa sakit dan rintihan
Yang kita tahu sendirian
Dan hanya yang putus asa yang tahu
5. Sebuah Senyuman
Unknown
Senyum adalah kebahagiaan bagi aku dan kamu
Biayanya tidak ada apa-apanya – ini diberikan gratis
Itu menghibur yang lelah – menggembirakan yang sedih
Menghibur mereka yang bermasalah – baik atau buruk
Untuk kaya dan miskin – pengemis atau pencuri
Ini gratis untuk kepercayaan apa pun
Gerakan alami muda dan tua
Bersulang untuk yang pingsan – melucuti senjata yang berani
Tidak seperti kebanyakan berkat yang kita doakan
Itu satu hal yang kami simpan saat kami memberikannya
Nah, itulah beberapa puisi tentang senyum yang hangat sebagai referensi untukmu.
