Konten dari Pengguna

50 Contoh Peribahasa dan Artinya yang Penuh Nasihat

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 50 Contoh Peribahasa Dan Artinya, Foto: Unsplash/John Kevin.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 50 Contoh Peribahasa Dan Artinya, Foto: Unsplash/John Kevin.

50 contoh peribahasa dan artinya dapat menjadi panduan yang bermanfaat untuk memahami kiasan yang terkandung dalam bacaan. Peribahasa tidak hanya memperkaya kosa kata, tetapi juga memberikan pelajaran moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peribahasa adalah ungkapan atau kalimat tradisional yang memiliki makna kiasan, biasanya digunakan untuk menyampaikan nasihat, nilai moral, atau hikmah dalam kehidupan sehari-hari.

Biasanya peribahasa berasal dari pengalaman kolektif masyarakat dan disampaikan secara turun-temurun, sehingga menjadi bagian dari kekayaan budaya suatu bahasa atau daerah.

Daftar isi

50 Contoh Peribahasa dan Artinya

Ilustrasi 50 Contoh Peribahasa Dan Artinya. Foto: Unsplash/Kobus Louw.

Peribahasa adalah ungkapan atau rangkaian kata yang tetap susunannya dan mengandung makna kiasan, yang digunakan untuk menyampaikan nasihat, ajaran moral, atau pandangan hidup.

Dalam karya sastra, sering dijumpai peribahasa untuk menggungkapkan makna tersirat. Ada banyak peribahasa yang digunakan.

Dikutip dari buku Kamus Peribahasa Indonesia karya Ready Susanto (2022: 11), inilah 50 contoh peribahasa dan artinya yang penuh nasihat.

  1. Ada asap ada api.

    Artinya: Jika ada tuduhan terhadap seseorang tentu ada alasan (kejahatan yang dilakukan) sehingga timbul tuduhan itu.

  2. Ada gula ada semut.

    Artinya: Di mana banyak kesenangan di situ banyak orang datang, orang kaya banyak kawannya

  3. Adat bersendi syarak, syarak brsendi kitabullah.

    Artinya: Pekerjaan (perbuatan) hendaklah selalu mengingat aturan adat dan agama (jangan bertentangan satu dengan yang lain)

  4. Membasug dengan air liur.

    Artinya: Hendak memperbaiki kesalahan dengan perbuatan yang malah memperbesar kesalahan.

  5. Seperti orang pemakan candu, dengan candu sampai mati.

    Artinya: Seseorang yang telah lama mempunyai kebiasaan yang jelek sukar sekali untuk mengubah adatnya.

  6. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi.

    Artinya: ilmu yang dituntut secara tidak sempurna tidak akan berfaedah.

  7. Jangan diajar orang tua makan garam.

    Artinya: jangan mengajari orang yang sudah banyak pengalamannya.

  8. Dalam laut boleh diajuk, dalam hati siapa tahu.

    Artinya: apa yang tersembunyi dalam hati seseorang tidak dapat kita ketahui.

  9. Kalau pandai mecencang akar, mati lalu ke pucuknya.

    Artinya: Kalau pandai dalam satu tindakan dapat mengalahkan musuh yang banyak.

  10. Tiada rotan pun berguna.

    Artinya: Jika terpaksa barang yang kurang baik pun dapat dipakai juga.

  11. Alah limau oleh benalu

    Artinya: orang yang merugikan atau menguasai orang atau tempat yang menumpang, orang lama terdesak oleh orang baru.

  12. Alah membeli menang memakai

    Artinya: barang yang baik memang mahal harganya, tetapi dapat lama dipakai.

  13. Besar diambak, tinggi di anjung

    Artinya: orang besar atau tinggi kedudukannya karena dimuliakan oleh anak buah atau pengikutnya.

  14. Subur karena dipupuk, besar karena diambak

    Artinya: orang besar atau tinggi kedudukannya karena dimuliakan oleh anak buah atau pengikutnya.

  15. Anak ayam kehilangan induknya

    Artinya: ribut dan bercerai-berai karena kehilangan tumpuan.

  16. Anak dipangku dilepaskan, beruk dalam rimba disusukan (disusui)

    Artinya: selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan.

  17. Lihat anak pandang menantu

    Artinya: segala urusan anak hendaklah ditimbang-timbang dahulu apakah akan menimbulkan hal yang tidak baik kepada menantu; setiap pekerjaan hendaklah ditimbang-timbang, apakah baik bagi diri sendiri dan baik pula bagi orang lain.

  18. Angguk bukan, geleng ia

    Artinya: lain di mulut, lain di hati.

  19. Angan-angan mengikat tubuh

    Artinya: bersusah hati karena memikirkan yang bukan-bukan.

  20. Dianjak layu dibubut mati

    Artinya: suatu kebenaran yang tidak boleh diubah lagi.

  21. Kalau tak ada angin, takkan pokok bergoyang

    Artinya: jika tak ada sebab, tidak akan terjadi sesuatu.

  22. Ke mana angin yang deras ke situ condongnya

    Artinya: tidak teguh pendirian.

  23. Arang habis besi binasa

    Artinya: pekerjaan yang telah banyak menghabiskan tenaga dan biaya, tetapi tidak ada hasilnya.

  24. Sudah seasam segaramnya

    Artinya: sudah baik benar (tidak ada celanya).

  25. Kelihatan asam kelatnya

    Artinya: kelihatan sifatnya yang kurang baik.

  26. Diasak layu, dicabut mati

    Artinya: sesuatu yang tetap dan tidak diubah-ubah lagi.

  27. Belum dipanjat asap kemenyan

    Artinya: belum kawin

  28. Telah berasap hidungnya

    Artinya: telah memperoleh keuntungan setelah lama menderita kekurangan.

  29. Anak badak dihambat-hambat

    Artinya: dengan sengaja mencari bahaya.

  30. Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua

    Artinya: budi bahasa yang baik tidak akan dilupakan orang.

  31. Sedangkan bah kapal tak hanyut, ini pula kemarau panjang

    Artinya: sedangkan waktu berpencaharian tiada tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur.

  32. Bahasa menunjukkan bangsa

    Artinya: budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik-buruk kelakuan menunjukkan tinggi-rendah asal dan keturunan).

  33. Memikul di bahu, menjunjung di kepala

    Artinya: mengerjakan sesuatu menurut aturan.

  34. Dahulu bajak daripada jawi

    Artinya: sesuatu yang patut didahulukan dikemudiankan dan sebaliknya; tidak menurut aturan yang biasa.

  35. Setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan

    Artinya: sejauh-jauh orang merantau, akhirnya kembali ke tempat asalnya (kampung halamannya) juga.

  36. Ada bangkai, ada hering

    Artinya: jika ada perempuan lavur, banyak laki-laki yang datang.

  37. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama

    Artinya: orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk.

  38. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga

    Artinya: karena kejahatan atau kesalahan yang kecil, hilang segala kebaikan yang telah diperbuat.

  39. Sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain

    Artinya: pekerjaan sulit yang dikerjakan dengan penuh kesabaran, lama-lama akan berhasil juga.

  40. Berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul

    Artinya: betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yang mengalami (kesusahan).

  41. Bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar

    Artinya: cela (kesalahan, keburukan, dan lainnya) orang lain diketahui, tetapi cela sendiri tidak tahu.

  42. Buah manis berulat di dalamnya

    Artinya: perkataan yang manis-manis biasanya mengandung maksud yang kurang baik.

  43. Kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu (sudu yang lebih)

    Artinya: perkara sepela yang dibesar-besarkan karena jadi buah bibir orang, sedikit pengetahuan tetapi omong besar.

  44. Bunga dipetik perdu ditendang

    Artinya: hanya mau mengambil keuntungan saja (misal istri dikasihi, mertua dibenci).

  45. Sebusuk-busuk daging dikincah dimakan juga, seharum-harum tulang dibuang

    Artinya: jika keluarga berbuat ulah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni, jika orang lain berbuat salah tidak dimaafkan sedikit juga pun.

  46. Duduk bersama lapang-lapang, duduk seorang sempit-sempit

    Artinya: masalah jika dibicarakan dengan banyak orang, akan ada jalan keluarnya atau akan menjadi mudah, sedangkan jika di pendam dan dipikir sendiri akan menemukan jalan buntu.

  47. Kaki terdorong badan merasa, lidah terdorong emas padahannya

    Artinya: segala janji harus ditepati; apa yang telah dikatakan harus dilaksanakan; jika berbuat sesuatu harus berani menanggung akibatnya.

  48. Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati

    Artinya: kebaikan hati orang akan diingat selama-lamanya; budi baik orang hanya dapat dibalas dengan kebaikan pula.

  49. Seperti ayam gadis bertelur

    Artinya: Ayam dara bertelur adalah berganti hari, sehari bertelur, sehari tidak. Pepatah ini dikiaskan kepada orang yang tiada tetap mengerjan barang suatu pekerjaan, terhenti-henti. Misalnya anak sekolah, sehari bersekolah, sehari tidak. Atau orang bekerja kantor, sehari masuk, sehari mangkir.

  50. Tersisih antah dari beras

    Artinya: terasing orang miskin daripada orang kaya, orang yang rendah derajatnya dari orang yang mulia, misalnya dalam suatu petjamuan atau perkumpulan.

Peribahasa berfungsi tidak hanya untuk memperkaya bahasa, tetapi juga untuk mempererat hubungan budaya dan meningkatkan pemahaman tentang kehidupan melalui bahasa yang lugas dan bermakna.

Dengan memahami peribahasa, kita dapat melihat bagaimana masyarakat di masa lampau menghadapi tantangan hidup, memandang hubungan antarmanusia, dan menilai tindakan tertentu.

Dalam konteks budaya, peribahasa menjadi jembatan yang menghubungkan generasi ke generasi, memastikan nilai-nilai luhur tetap terpelihara.

Selain itu, peribahasa juga memiliki fungsi edukatif, yaitu mengajarkan anak-anak atau masyarakat muda tentang norma-norma sosial dan etika melalui cara yang menarik dan mudah diingat.

Dalam kehidupan modern, peribahasa juga bisa digunakan untuk memperkuat argumen, menghias karya sastra, atau menciptakan komunikasi yang lebih mendalam dalam diskusi formal maupun informal.

Oleh karena itu, pelestarian dan penggunaan peribahasa sangat penting, agar nilai budaya dan moral yang terkandung di dalamnya tetap hidup di tengah masyarakat yang terus berkembang.

Baca Juga: 100 Ucapan Hari Ibu Singkat tapi Menyentuh dan Penuh Makna

Itulah 50 contoh peribahasa dan artinya yang penuh makna. Masih ada banyak peribahasa yang memiliki makna yang mendalam. (Umi)