50 Kata Bijak Umar bin Khattab yang Penuh Makna dan Motivasi

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata bijak Umar bin Khattab bisa menjadi salah satu penyemangat dan motivasi dalam hidup. Umar bin Khattab adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad saw yang sekaligus menjadi seorang Khulafaur Rasyidin yang kedua, menggantikan Abu Bakar As-Siddiq.
Mengutip dari Jurnal Kajian Sosial, Peradaban dan Agama Al-Tadabbur, Marwah. (2018), Umar bin Khattab r.a adalah seorang sahabat Rasulullah yang memiliki banyak kelebihan yang telah dianugrahkan Allah Swt dalam dirinya.
Sosok Umar bin Khattab tak pernah selesai menjadi bahan dan sumber inspirasi bagi banyak orang. Tak hanya itu, Umar bin Khattab juga seseorang yang memiliki wawasan luas, tak heran jika sosok beliau menjadi sumber ilmu dan pengetahuan bagi masyarakat luas.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
50 Kata Bijak Umar Bin Khattab sebagai Sumber Inspirasi dan Motivasi
Kata bijak Umar bin Khattab sebagai sumber inspirasi dan juga motivasi sangat menarik untuk dipelajari. Khalifah kedua ini memiliki gambaran keteladanan yang luar biasa. Baik dalam hal kepemimpinan atau dalam kepribadiannya.
Keistimewaan luar biasa yang dimiliki oleh sosok Umar bin Khattab menjadikan beliau banyak dikenal masyarakat sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad saw yang memiliki segudang prestasi.
Contohnya seperti kemampuan untuk memperluas daerah kekuasaan umat islam, kemampuan menjalankan manajemen pemerintahan yang teratur, serta prestasinya dalam memberikan sumbangsih yang besar dalam perkembangan hukum islam.
Selain itu, setiap perkataan dari sosok Umar bin Khattab juga penuh dengan nasehat. Tak heran jika banyak masyarakat yang menjadikan sosok beliau sebagai seorang panutan.
Berikut adalah beberapa contoh kata bijak Umar bin Khattab yang bisa dijadikan sebagai nasehat, motivasi dan inspirasi dalam menjalani kehidupan:
Dia yang tidak hidup sesuai dengan keyakinannya mulai percaya dengan cara hidupnya.
Melakukan kebaikan untuk kebaikan yang dilakukan kepadamu hanyalah balasan, sedangkan berbuat baik untuk kejahatan yang dilakukan kepadamu adalah kebajikan yang luar biasa.
Perhitungkan diri kamu sebelum kamu dimintai pertanggungjawaban dan ukur tindakan kamu sebelum diukur.
Jangan menjadi sarjana yang sombong karena gelar tidak bisa hidup dengan kesombongan. Kematian adalah guru yang cukup, keyakinan yang benar adalah kekayaan yang cukup, ibadah adalah tindakan yang cukup.
Dapatkan pengetahuan sebelum kamu menjadi pemimpin dan kesombongan menghalangi kamu untuk belajar dan kamu hidup dalam ketidaktahuan.
Dapatkan pengetahuan dan pelajari ketenangan dan martabat. Orang yang paling bijaksana adalah orang yang dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Jangan lupakan dirimu sendiri saat berdakwah kepada orang lain. Jangan tunda pekerjaan hari ini untuk besok.
Duduklah bersama mereka yang mencintai Tuhan karena itu mencerahkan pikiran.
Janganlah cintamu menjadi kemelekatan, jangan pula kebencianmu menjadi kehancuran.
Saya berharap kamu tahu apa yang kamu miliki di hati saya untukmu, tetapi tidak ada cara bagi kamu untuk mengetahuinya kecuali dengan tindakan saya.
Jika pasanganmu sedang marah, maka kamu harus tenang. Karena ketika salah satunya adalah api, maka satu yang lainnya harus bisa menjadi air yang bisa meredam amarah itu.
Wanita bukanlah pakaian yang bisa kamu kenakan dan kamu tanggalkan sesuka hati. Wanita itu terhormat dan memiliki haknya
Biasakan diri dengan hidup susah, karena kesenangan tidak akan kekal selamanya.
Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah lembut.
Jangan berlebihan dalam mencintai sesuatu hingga bisa menjadi keterikatan, jangan pula berlebihan dalam membenci hingga dapat membawa kebinasaan.
Mahkota seseorang adalah akalnya,sedangkan derajat seseorang adalah agamanya. Sedangkan kehormatan seseorang adalah budi pekertinya.
Keyakinan (iman) adalah di mana seharusnya tidak ada perbedaan antara perbuatan, perkataan, dan apa yang kamu pikirkan.
Jika ada yang ingin kamu tinggalkan, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Karena menjaga jarak hatimu dari cinta kesenangan dunia akan membuatmu menjadi manusia yang terpuji. Sebaliknya jika kamu menggilai dunia, kamu akan menjadi manusia hina.
Ada tiga tahapan ilmu. Jika seseorang memasuki tahapan pertama, dia akan sombong. Jika dia memasuki tahapan kedua, maka dia akan rendah hati. Jika dia memasuki tahapan ketiga, maka dia akan merasa bahwa dirinya tidak ada apa-apanya.
Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku.
Aku khawatir akan datangnya hari di mana orang-orang yang tidak beriman merasa bangga dengan kedustaannya, sementara orang-orang yang beriman malu dengan keimanannya.
Bila engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu, karena celamu lebih banyak darinya.
Hindarilah sifat malas dan bosan karena keduanya kunci keburukan. Sesungguhnya jika engkau malas, engkau tidak akan banyak melaksanakan kewajiban. Jika engkau bosan, engkau tidak akan tahan dalam menunaikan kewajiban.
Perbanyaklah mengingat Allah, karena itu adalah obat. Janganlah buat dirimu terlalu banyak mengingat manusia, karena itu adalah penyakit.
Barangsiapa yang jernih hatinya, akan diperbaiki pula oleh Allah pada apa yang nyata di wajahnya.
Jikalau kita letih karena kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan kekal. Namun jikalau kita bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan kekal..
Jangan bersedih atas apa yang telah berlalu, kecuali kalau itu bisa membuatmu bekerja lebih keras untuk apa yang akan datang.
Terkadang, orang dengan masa lalu paling kelam akan menciptakan masa depan yang paling cerah.
Jangan sekali-kali kalian terkagum dengan bagusnya seseorang dalam menyampaikan ucapan (retorika). Tetapi seseorang yang menunaikan amanah dan menahan diri dari membicarakan kehormatan orang lain, dialah pria sejati (orang yang benar-benar mulia).
Bila engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu, karena celamu lebih banyak darinya.
Selama kamu murni hatinya, kamu mengatakan yang sebenarnya.
Kenali kebenaran, maka kamu akan tahu orang-orang yang benar. Benar tidak diukur oleh orang-orangnya, tetapi manusia diukur oleh kebenaran.
Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu. Jangan tertipu oleh ucapan seorang pria, sesungguhnya pria sejati adalah mereka yang selalu memenuhi amanah dan menahan diri dari mencela kehormatan orang lain.
Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu, masuklah ke dalamnya. Sebab, ketakutan menghadapinya lebih mengganggu daripada sesuatu yang kau takuti sendiri.
Jangan menunda pekerjaan hari ini sampai besok, jangan sampai pekerjaan menumpuk dan kamu tidak akan mencapai apa-apa.
Ketika niat seseorang tulus, Tuhan akan mencukupi kebutuhannya, melindunginya, dan membimbingnya dalam berurusan dengan orang-orang.
Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.
Terkadang, orang dengan masa lalu paling kelam akan menciptakan masa depan yang paling cerah.
Aku khawatir akan datangnya hari di mana orang-orang yang tidak beriman merasa bangga dengan kedustaannya, sementara orang-orang yang beriman malu dengan keimanannya.
Aku tidak pernah sekalipun menyesali diamku. Tetapi, aku berkali-kali menyesali bicaraku.
Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah akan datangnya hari besar ditampakkannya amal.
Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah lembut.
Menjauhi dosa itu lebih ringan daripada menanggung rasa sakit dari sebuah penyesalan.
Sabar adalah bahan ramuan paling menyehatkan dalam hidup kita.
Jangan tertipu oleh orang yang membaca Al-Qur'an. Tapi, lihatlah kepada mereka yang perilakunya sesuai dengan Al-Qur'an.
Aku tidak peduli atas keadaan susah dan senangku, karena aku tidak tahu manakah di antara keduanya itu yang lebih baik bagiku.
Barangsiapa yang jernih hatinya, akan diperbaiki pula oleh Allah pada apa yang nyata di wajahnya.
Janganlah kamu berburuk sangka dari kata-kata tidak baik yang keluar dari mulut saudaramu, sementara kamu masih bisa menemukan makna lain yang lebih baik.
Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yang dapat menimbulkan persangkaan, maka janganlah menyesal kalau orang berprasangka buruk kepadanya.
Tidak ada artinya Islam tanpa jamaah dan tidak ada artinya jamaah tanpa pemimpin dan tidak ada artinya pemimpin tanpa ketaatan.
Demikian adalah beberapa contoh kata bijak Umar bin Khattab yangbisa dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani hidup dan ketaatan kepada Allah Swt. (Nisa)
Baca juga: 15 Kata Bijak tentang Kekecewaan yang Tenangkan Hati
