Konten dari Pengguna

50 Pantun Penutup Ceramah Lucu dan Menghibur

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pantun penutup ceramah lucu, Pexels/Alena Darmel.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pantun penutup ceramah lucu, Pexels/Alena Darmel.

Pantun penutup ceramah lucu bisa menjadi salah satu cara mengakhiri khutbah atau kultum yang lebih menarik. Mengutip dari buku EYD Saku + Pedoman Pembentukan Istilah dalam Bahasa Indonesia, Kumpulan Pantun, Tanda dan Lambang, E. Waridah, pantun adalah jenis puisi lama milik budaya asli Indonesia.

Kata 'pantun' berasal dari akar kata 'tun' dalam bahasa Kawi (Jawa Kuno), yang berarti tuntun-atuntun, dalam bahasa Indonesia berarti mengatur. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa arti kata pantun pada umumnya adalah sama dengan aturan atau susunan.

Berdasarkan bentuknya, pantun memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak boleh diubah, diantaranya terdiri dari empat baris atau larik, tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata, rima akhir setiap baris a-b-a-b, baris pertama disebut sampiran, serta baris ketiga dan keempat disebut isi.

Daftar isi

Pantun Penutup Ceramah Lucu

Ilustrasi pantun penutup ceramah lucu, Pexels/Alena Darmel.

Sebagai seorang penceramah, sudah selayaknya mampu menghadirkan suatu hal yang menarik di tengah-tengah nasihatnya. Salah satunya dengan menyelipkan pantun penutup ceramah lucu agar audience tidak bosan.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum ceramah. Sebagaimana mengutip buku Mempersiapkan Ceramah yang Efektif, Mel Siberman (2021), cara agar audiens tertarik dengan ceramah diantaranya latihan pengenalan, cerita pembuka atau visual yang menarik, memilih tajuk pembahasan, dan terakhir penutup yang menarik, misalnya dengan pantun.

Berikut adalah cara membuat pantun penutup ceramah:

  1. Menentukan fokus tema, pilihlah tema yang berkaitan dengan ceramah.

  2. Sesuaikan pantun dengan pola rima a-b-a-b.

  3. Sampaikan kesimpulan atau pesan.

  4. Tambahkan ekspresi terima kasih pada baris ketiga atau keempat sebagai apresiasi kepada audience yang telah hadir.

  5. Akhir dengan pesan positif, motivasi, atau harapan ke depannya.

Sebelum ceramah, ada baiknya membuat draft terlebih dahulu dan pilih topik yang sedang banyak diperbincangkan saat ini. Bila bingung membuat pantun penutup untuk ceramah, berikut ada beberapa contoh yang bisa dijadikan sebagai referensi:

  1. Hari Senin bersih-bersih

Pasang bendera biar berkibar

Cukup sekian dan terima kasih

Maaf jika ceramahnya panjang lebar.

  1. Goreng ikan di Hari Raya

Digoreng terpisah, jangan sekaligus

Cukup sekian ceramah saya

Semoga mendapat nilai yang bagus.

  1. Kalau ada sumur di ladang

Bolehlah kita menyikat gigi

Kalau ada umur yang panjang

Bolehkah saya ceramah lagi?

  1. Mangga harum namanya kweni

Sayang sedang sakit gigi

Ceramah saya sampai di sini

Besok-besok yuk sambung lagi.

  1. Tidur nyenyak di atas ranjang

Air mengalir di kolam ikan

Ceramah saya memang panjang

Tapi tetap menyenangkan.

  1. Sungguh enak buah srikaya

Tapi jangan ditambah bluntas

Cukup sekian dari saya

Karena ceramahnya sudah tuntas.

  1. Kalau ada sumur di ladang

Boleh saya menumpang mandi

Kalau ada umur yang panjang

Boleh dong saya ceramah lagi.

  1. Mekah sudah, Madinah sudah

Pulang ke kampung urusin empang

Ceramah sudah makan sudah

Perut kenyang pikiran lapang.

  1. Tetangga baru namanya Maman

Punya anak namanya Dadan

Mohon maaf jika ada kekurangan

Jika ada lebihnya tak usah dikembalikan.

  1. Ke pasar beli ikan teri

Akan dimasak kuah gulai

Selesai sudah ceramah ini

Mirip kita yang selesai tanpa memulai

  1. Ke warung beli makanan

Warungnya milik Bu Salman

Bila ada kesalahan, mohon dimaafkan

Bila ada perasaan, segera ungkapkan.

  1. Jalan-jalan ke Balikpapan

Jangan lupa mengajak Wawan

Maafkan semua kekurangan

Karena kesempurnaan punya Rizky Febian.

  1. Iqbal kerja di Sumatera Selatan

Pulang kerja selalu curhat

Silakan jika ada pertanyaan

Singkat saja, karena ini bukan sesi curhat.

  1. Ke hutan Sabana berburu angsa

Sekali tembak langsung dapat

Demikian ceramah saya

Semoga bisa bermanfaat.

  1. Di kota Bandung banyak melati

Melati indah dan wangi

Semua hadirin yang saya hormati

Terima kasih menyimak ceramah ini.

  1. Jalan-jalan ke ibu kota

Pulangnya ke pasar beli sandal

Cukup sekian ceramah saya

Semoga materinya bisa dihafal.

  1. Burung pipit ada di sawah

Burung enggang di Kalimantan Tengah

Mohon maaf kalau ada salah

Namanya juga manusia.

  1. Paman pulang bawa buah tangan

Bawa celana simpan di lemari

Hanya itu materi yang saya bisa berikan

Karena saya sudah lelah berdiri.

  1. Beli dua ngaku lima

Bu warung lagi bersih-bersih

Ceramah saya tidak lama

Langsung selesai dan terima kasih.

  1. Itu musang apa sigung

Bulunya hitam mirip lutung

Jangan marah jangan tersinggung

Ini presentasi bukan manggung.

  1. Bunga mawar bunga selasih

Air manis sekarang hambar

Cukup sekian terima kasih

Jangan lupa selalu bersabar.

  1. Petik mangga dapat lima

Cuci dulu supaya bersih

Ceramah saya tidaklah lama

Cukup sekian terima kasih.

  1. Sungguh gagah raja Malaya

Dari Malaka ke negeri Campa

Sampai di sini ceramah saya

Wassalamu alaikum sampai jumpa.

  1. Tanam bunga tanam kubis

Tumbuh subur berlapis-lapis

Bukan karena materi habis

Tapi waktu sudah menipis.

  1. Untuk apa jadi bujang

Hidup sepi tak bermuara

Ingin hati ceramah panjang

Apa daya masih ada acara.

  1. Minum obar biar tak kejang

Subuh hari berangkat berlayar

Kalo ceramah saya kurang panjang

Silakan undang lagi, tapi bayar.

  1. Malam-malam terkena batuk

Anak senang nonton teletabis

Kulihat teman-teman sudah ngantuk

Tenang saja, ceramahnya sudah habis.

  1. Mawar cantik ada di pekarangan

Semerbak mewangi menghapus gusar

Maafkan atas segala kekurangan

Kritik saran silahkan asal jangan kasar-kasar.

  1. Hari panas sawah membelah

Hutan rimba di Malaysia

Maafkan kalau ada salah

Namanya juga manusia.

  1. Tidur nyenyak di atas ranjang

Air mengalir di kolam ikan

Pidato saya memang panjang

Moga saja tetap menyenangkan.

  1. Bapak gubernur datang blusukan

Bawa baju simpan di lemari

Hanya itu yang bisa saya sampaikan

Karena saya pun tlah lelah berdiri.

  1. Gadis remaja berambut poni

Mungkin asalnya dari Bukit Tinggi

Pidato saya cukup di sini

Jika rindu harap hubungi lagi.

  1. Anak kecil bermain gambar

Gambar kerbau yang bercelana

Puluhan menit berdiri di mimbar

Semoga ceramah saya memberi makna.

  1. Jalan-jalan ke kubu keramat

Mulut kaku karena kumat

Supaya bisa waktu dihemat

Pidato ku tutup dengan hormat.

  1. Ada suka ada duka

    Paling enak makan makan pepaya

    Apabila semua nyaman dan suka

    Lain kali jangan lupa undang saya.

  2. Adik manis namanya Ani

    Sayang sekali sedang sakit gigi

    Sekian ceramah saya sampai di sini

    Kalau suka silahkan datang lagi.

  3. Padi habis tinggal jerami

    Bakar dulu hingga bersih

    Rupanya ceramahku sampai di sini

    Cukup sekian terima kasih.

  4. Pergi memancing dari kemarin

    Pulangnya pagi kepala pusing

    Terima kasih kepada hadirin

    Selamat kembali ke rumah masing-masing

  5. Hari panas jalan membelah

    Hutan rimba tempat si rusa

    Maafkan saya kalau ada salah

    Ya, namanya juga manusia

  6. Malam dingin ada gendruwo

    Sambil santap semangkok mie kuah

    Bila hadirin sudah legowo

    Bolehkah saya tutup ceramah?

  7. Ada ayam lari dengan kencang

    Dikejar induk ketakutan

    Cukup sekian ayo sholawatan

    Jumpa lagi semua yang tersayang.

  8. Ramai sungguh di hari raya

    Duduk-duduk minum air kelapa

    Salam undur dari saya

    Kapan-kapan semoga kembali berjumpa.

  9. Bapak Kadir jadi petani

    Punya lahan ditanami jati

    Ceramah saya berakhir sampai di sini

    Semoga bisa memberi arti.

  10. Bendera berkibar sudah terpasang

    Dipasangnya menggunakan benang

    Ceramah ditutup dengan selamat siang

    Semoga undangan merasa senang.

  11. Bunga selasih di perempatan

    Ada petani, anaknya pingsan

    Terima kasih diberi kesempatan

    Semoga ceramah ini membawa kesan.

  12. Petik mangga dapat lima

    Cuci dulu supaya bersih

    Ceramah saya tidaklah lama

    Cukup sekian terima kasih.

  13. Jalan ke lembah tidaklah rata

    Di ujung kali tumbuh melati

    Saya mohon maaf segala kata

    Ceramah ini moga mengena di hati.

  14. Anak kecil duduk di atas papan

    Pakai dasi juga celana

    Puluhan menit berdiri di depan

    Semoga ceramah saya memberi makna.

  15. Mentari senja telah tenggelam

    Hujan turun mulai terjatuh

    Kami tutup ceramah dengan salam

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  16. Di sungai ada buaya

    Buayanya lagi makan ikan

    Demikian ceramah saya

    Semoga hadirin berkenan.

Itulah deretan contoh pantun ceramah lucu untuk menghibur audience dan agar materi yang disampaikan lebih berkesan. Meskipun konteksnya pantun lucu, perlu diingat untuk selalu menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung SARA, agar tidak melenceng dari makna "ceramah" itu sendiri yang pada dasarnya untuk berdakwah. (LAIL)

Baca juga: 2 Contoh Kultum Lailatul Qadar Penuh Makna