50 Pantun Penutup Ceramah Lucu dan Menghibur

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun penutup ceramah lucu bisa menjadi salah satu cara mengakhiri khutbah atau kultum yang lebih menarik. Mengutip dari buku EYD Saku + Pedoman Pembentukan Istilah dalam Bahasa Indonesia, Kumpulan Pantun, Tanda dan Lambang, E. Waridah, pantun adalah jenis puisi lama milik budaya asli Indonesia.
Kata 'pantun' berasal dari akar kata 'tun' dalam bahasa Kawi (Jawa Kuno), yang berarti tuntun-atuntun, dalam bahasa Indonesia berarti mengatur. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa arti kata pantun pada umumnya adalah sama dengan aturan atau susunan.
Berdasarkan bentuknya, pantun memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak boleh diubah, diantaranya terdiri dari empat baris atau larik, tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata, rima akhir setiap baris a-b-a-b, baris pertama disebut sampiran, serta baris ketiga dan keempat disebut isi.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pantun Penutup Ceramah Lucu
Sebagai seorang penceramah, sudah selayaknya mampu menghadirkan suatu hal yang menarik di tengah-tengah nasihatnya. Salah satunya dengan menyelipkan pantun penutup ceramah lucu agar audience tidak bosan.
Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum ceramah. Sebagaimana mengutip buku Mempersiapkan Ceramah yang Efektif, Mel Siberman (2021), cara agar audiens tertarik dengan ceramah diantaranya latihan pengenalan, cerita pembuka atau visual yang menarik, memilih tajuk pembahasan, dan terakhir penutup yang menarik, misalnya dengan pantun.
Berikut adalah cara membuat pantun penutup ceramah:
Menentukan fokus tema, pilihlah tema yang berkaitan dengan ceramah.
Sesuaikan pantun dengan pola rima a-b-a-b.
Sampaikan kesimpulan atau pesan.
Tambahkan ekspresi terima kasih pada baris ketiga atau keempat sebagai apresiasi kepada audience yang telah hadir.
Akhir dengan pesan positif, motivasi, atau harapan ke depannya.
Sebelum ceramah, ada baiknya membuat draft terlebih dahulu dan pilih topik yang sedang banyak diperbincangkan saat ini. Bila bingung membuat pantun penutup untuk ceramah, berikut ada beberapa contoh yang bisa dijadikan sebagai referensi:
Hari Senin bersih-bersih
Pasang bendera biar berkibar
Cukup sekian dan terima kasih
Maaf jika ceramahnya panjang lebar.
Goreng ikan di Hari Raya
Digoreng terpisah, jangan sekaligus
Cukup sekian ceramah saya
Semoga mendapat nilai yang bagus.
Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menyikat gigi
Kalau ada umur yang panjang
Bolehkah saya ceramah lagi?
Mangga harum namanya kweni
Sayang sedang sakit gigi
Ceramah saya sampai di sini
Besok-besok yuk sambung lagi.
Tidur nyenyak di atas ranjang
Air mengalir di kolam ikan
Ceramah saya memang panjang
Tapi tetap menyenangkan.
Sungguh enak buah srikaya
Tapi jangan ditambah bluntas
Cukup sekian dari saya
Karena ceramahnya sudah tuntas.
Kalau ada sumur di ladang
Boleh saya menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh dong saya ceramah lagi.
Mekah sudah, Madinah sudah
Pulang ke kampung urusin empang
Ceramah sudah makan sudah
Perut kenyang pikiran lapang.
Tetangga baru namanya Maman
Punya anak namanya Dadan
Mohon maaf jika ada kekurangan
Jika ada lebihnya tak usah dikembalikan.
Ke pasar beli ikan teri
Akan dimasak kuah gulai
Selesai sudah ceramah ini
Mirip kita yang selesai tanpa memulai
Ke warung beli makanan
Warungnya milik Bu Salman
Bila ada kesalahan, mohon dimaafkan
Bila ada perasaan, segera ungkapkan.
Jalan-jalan ke Balikpapan
Jangan lupa mengajak Wawan
Maafkan semua kekurangan
Karena kesempurnaan punya Rizky Febian.
Iqbal kerja di Sumatera Selatan
Pulang kerja selalu curhat
Silakan jika ada pertanyaan
Singkat saja, karena ini bukan sesi curhat.
Ke hutan Sabana berburu angsa
Sekali tembak langsung dapat
Demikian ceramah saya
Semoga bisa bermanfaat.
Di kota Bandung banyak melati
Melati indah dan wangi
Semua hadirin yang saya hormati
Terima kasih menyimak ceramah ini.
Jalan-jalan ke ibu kota
Pulangnya ke pasar beli sandal
Cukup sekian ceramah saya
Semoga materinya bisa dihafal.
Burung pipit ada di sawah
Burung enggang di Kalimantan Tengah
Mohon maaf kalau ada salah
Namanya juga manusia.
Paman pulang bawa buah tangan
Bawa celana simpan di lemari
Hanya itu materi yang saya bisa berikan
Karena saya sudah lelah berdiri.
Beli dua ngaku lima
Bu warung lagi bersih-bersih
Ceramah saya tidak lama
Langsung selesai dan terima kasih.
Itu musang apa sigung
Bulunya hitam mirip lutung
Jangan marah jangan tersinggung
Ini presentasi bukan manggung.
Bunga mawar bunga selasih
Air manis sekarang hambar
Cukup sekian terima kasih
Jangan lupa selalu bersabar.
Petik mangga dapat lima
Cuci dulu supaya bersih
Ceramah saya tidaklah lama
Cukup sekian terima kasih.
Sungguh gagah raja Malaya
Dari Malaka ke negeri Campa
Sampai di sini ceramah saya
Wassalamu alaikum sampai jumpa.
Tanam bunga tanam kubis
Tumbuh subur berlapis-lapis
Bukan karena materi habis
Tapi waktu sudah menipis.
Untuk apa jadi bujang
Hidup sepi tak bermuara
Ingin hati ceramah panjang
Apa daya masih ada acara.
Minum obar biar tak kejang
Subuh hari berangkat berlayar
Kalo ceramah saya kurang panjang
Silakan undang lagi, tapi bayar.
Malam-malam terkena batuk
Anak senang nonton teletabis
Kulihat teman-teman sudah ngantuk
Tenang saja, ceramahnya sudah habis.
Mawar cantik ada di pekarangan
Semerbak mewangi menghapus gusar
Maafkan atas segala kekurangan
Kritik saran silahkan asal jangan kasar-kasar.
Hari panas sawah membelah
Hutan rimba di Malaysia
Maafkan kalau ada salah
Namanya juga manusia.
Tidur nyenyak di atas ranjang
Air mengalir di kolam ikan
Pidato saya memang panjang
Moga saja tetap menyenangkan.
Bapak gubernur datang blusukan
Bawa baju simpan di lemari
Hanya itu yang bisa saya sampaikan
Karena saya pun tlah lelah berdiri.
Gadis remaja berambut poni
Mungkin asalnya dari Bukit Tinggi
Pidato saya cukup di sini
Jika rindu harap hubungi lagi.
Anak kecil bermain gambar
Gambar kerbau yang bercelana
Puluhan menit berdiri di mimbar
Semoga ceramah saya memberi makna.
Jalan-jalan ke kubu keramat
Mulut kaku karena kumat
Supaya bisa waktu dihemat
Pidato ku tutup dengan hormat.
Ada suka ada duka
Paling enak makan makan pepaya
Apabila semua nyaman dan suka
Lain kali jangan lupa undang saya.
Adik manis namanya Ani
Sayang sekali sedang sakit gigi
Sekian ceramah saya sampai di sini
Kalau suka silahkan datang lagi.
Padi habis tinggal jerami
Bakar dulu hingga bersih
Rupanya ceramahku sampai di sini
Cukup sekian terima kasih.
Pergi memancing dari kemarin
Pulangnya pagi kepala pusing
Terima kasih kepada hadirin
Selamat kembali ke rumah masing-masing
Hari panas jalan membelah
Hutan rimba tempat si rusa
Maafkan saya kalau ada salah
Ya, namanya juga manusia
Malam dingin ada gendruwo
Sambil santap semangkok mie kuah
Bila hadirin sudah legowo
Bolehkah saya tutup ceramah?
Ada ayam lari dengan kencang
Dikejar induk ketakutan
Cukup sekian ayo sholawatan
Jumpa lagi semua yang tersayang.
Ramai sungguh di hari raya
Duduk-duduk minum air kelapa
Salam undur dari saya
Kapan-kapan semoga kembali berjumpa.
Bapak Kadir jadi petani
Punya lahan ditanami jati
Ceramah saya berakhir sampai di sini
Semoga bisa memberi arti.
Bendera berkibar sudah terpasang
Dipasangnya menggunakan benang
Ceramah ditutup dengan selamat siang
Semoga undangan merasa senang.
Bunga selasih di perempatan
Ada petani, anaknya pingsan
Terima kasih diberi kesempatan
Semoga ceramah ini membawa kesan.
Petik mangga dapat lima
Cuci dulu supaya bersih
Ceramah saya tidaklah lama
Cukup sekian terima kasih.
Jalan ke lembah tidaklah rata
Di ujung kali tumbuh melati
Saya mohon maaf segala kata
Ceramah ini moga mengena di hati.
Anak kecil duduk di atas papan
Pakai dasi juga celana
Puluhan menit berdiri di depan
Semoga ceramah saya memberi makna.
Mentari senja telah tenggelam
Hujan turun mulai terjatuh
Kami tutup ceramah dengan salam
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Di sungai ada buaya
Buayanya lagi makan ikan
Demikian ceramah saya
Semoga hadirin berkenan.
Itulah deretan contoh pantun ceramah lucu untuk menghibur audience dan agar materi yang disampaikan lebih berkesan. Meskipun konteksnya pantun lucu, perlu diingat untuk selalu menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung SARA, agar tidak melenceng dari makna "ceramah" itu sendiri yang pada dasarnya untuk berdakwah. (LAIL)
Baca juga: 2 Contoh Kultum Lailatul Qadar Penuh Makna
