6 Puisi tentang Bunga Penuh Makna

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bunga merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki banyak makna filosofis untuk kehidupan sehari-hari. Sehingga, wajar saja banyak penyair yang menuliskan puisi tentang bunga yang memiliki makna dengan sudut pandang yang berbeda- beda.
Berdasarkan buku Antologi Puisi, Irwan P. Ratu Bangsawan (2018) puisi adalah pengekspresian pemikiran yang membangkitkan perasaan yang merangsang imajinasi pancaindra dalam susunan yang berirama.
Kumpulan Puisi tentang Bunga Penuh Makna
Jika kamu tertarik menulis puisi tentang bunga dengan makna yang berbeda, bisa terlebih dahulu membaca puisi di bawah sebagai referensi.
Berikut adalah kumpulan puisi tentang bunga yang sarat makna mendalam dikutip dari buku Bunga-Bunga Bunuh Diri di Babylonia: Kumpulan 92 Sajak di Media Cetak, (Kinanthi Anggraini), 2018 dan Nyanyian Akar Rumput, Wiji Thukul (2014) :
1. Bunga dan Tembok
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak kaukehendaki tumbuh
Engkau lebih suka
Membangun rumah dan merampas tanah
Seumpama bunga
Kami adalah bunga
Yang tak kaukehendaki adanya engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi
Seumpama bunga
Kami adalah bunga
Yang dirontokkan di bumi kami sendiri
Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan engkau harus hancur!
Dalam keyakinan kami
Di mana pun tirani harus tumbang
2. Centang Bunga yang tumbuh di Pinggir kolam
Demikianlah Agustian!
Kutanam bunga di pinggir kolam
Temani ikan-ikan bermain, mendendangkan lagu musim
Wajahmu tersimpan di kelopaknya
Tersenyum riang saat kumbang yang datang
Terjatuh di kolam itu, tak berdaya
Kepakan sayapnya melemah saat mengharap madu kasih darimu sepanjang malam merelakan tubuhnya dimainkan ikan, asal masih bisa
Melihat wajahmu yang anggun itu.
3. Pelet Bunga Kantil
Untuk engkau yang kupuja yang melangkah di kantil-melati
Lekaslah mekar membuka hati yang menjadi keinginan ini menjadi kuntum
Kekasih hati menyatukan rasa cinta yang ada untuk kelahiran asmara di dunia
Aku bersedia terinjak di setiap langkahmu
Berusaha meringkas waktu dibungkus kain putih membiru
Tuk menangkap sudut senyummu
Walaupun ternyata
Bukan jalan lurus bertabur bunga
Namun inilah utama kau hanya menjadi milikku saja
4. Taman Sekartaji
Adalah taman bunga bermain sang putri
Kuntum bunga yang terlahir di kerajaan kediri
Prabu lembu abiluhur mempunyai seorang putri bernama galuh candra kirana atau dewi sekartaji
Berwajah jelita tiada tanding pada zamannya bersanding gagah dan tampan seorang kesatria
Putra raja jenggala bernama raden panji asmara yang tersohor dengan pesona dan kesucian jiwa
Sebutan lain untuk raden andhe-andhe lumut pemilik cinta tulus yang tak pernah surut
5. Bunga Azerbaijan
Kau memakai mukena kuning lima renda
Membuka cadar pada waktu sebanyak lima
Menutup mahkota yang jarang terlihat mata menelungkup dada, habis kumandang bersuara
Percayalah...
Angin takkan mampu menyibak gamis yang lurus seruncing
Hujan pun tak sanggup untuk menembus akan gigihnya jubah bulu rambut yang melilit dan subuh, dzuhur yang mampu untuk memingit
Jikalau tiba ashar, magrib telah hadir pada langkah jamaah dalam dzikir semangat menyambut, kala isya' menyentil dan kembali berpuasa, sebelum gema memanggil
Inilah azerbaijan dengan caranya menjaga setiap jengkal keindahan bunga yang memilih waktu untuk mekarnya mahkota hanya kepada gema syahdu nan indah menyuara
Tak ubahnya serupa kokohnya sebuah tudung
Menjaga kehormatan, setiap helai kerudung.
6. Puisi Bunga Sedih
Serpihan asa tiada memanggil,
Setetes harapanpun tak mencuil,
Akulah yang kecil mungil,
Berjalan pedih di atas kerikil.
Bunga di tanganku kini,
Dulu kita jadikan simbol cinta terpatri,
Namun kini, berubah menjadi saksi,
Atas rasa sakit yang kau goresi.
Kubiarkan kau pergi jauh,
Heninglah bila datang teduh,
Biarkan aku tetap keruh,
Berselimut cinta yang kumuh.
Bunga ini kan kusimpan,
Bukti aku masih sayang,
Semoga nanti terbitlah harapan,
Hingga kita kembali mengenang.
Terima kasih,
Atas cinta yang tinggal serpih,
Semoga bahagia dengan yang baru,
Biarkan aku menelan pilu.
Nah, itulah 6contoh puisi tentang bunga yang sarat makna sebagai referensimu untuk menulis. (dyan)
