Konten dari Pengguna

6 Puisi tentang Bunga Penuh Makna

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang Bunga Penuh Makna, https://unsplash.com/@quinoal
zoom-in-whitePerbesar
Puisi tentang Bunga Penuh Makna, https://unsplash.com/@quinoal

Bunga merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki banyak makna filosofis untuk kehidupan sehari-hari. Sehingga, wajar saja banyak penyair yang menuliskan puisi tentang bunga yang memiliki makna dengan sudut pandang yang berbeda- beda.

Berdasarkan buku Antologi Puisi, Irwan P. Ratu Bangsawan (2018) puisi adalah pengekspresian pemikiran yang membangkitkan perasaan yang merangsang imajinasi pancaindra dalam susunan yang berirama.

Kumpulan Puisi tentang Bunga Penuh Makna

Puisi tentang Bunga Penuh Makna, https://unsplash.com/@nowyouknowgini

Jika kamu tertarik menulis puisi tentang bunga dengan makna yang berbeda, bisa terlebih dahulu membaca puisi di bawah sebagai referensi.

Berikut adalah kumpulan puisi tentang bunga yang sarat makna mendalam dikutip dari buku Bunga-Bunga Bunuh Diri di Babylonia: Kumpulan 92 Sajak di Media Cetak, (Kinanthi Anggraini), 2018 dan Nyanyian Akar Rumput, Wiji Thukul (2014) :

1. Bunga dan Tembok

Seumpama bunga

Kami adalah bunga yang tak kaukehendaki tumbuh

Engkau lebih suka

Membangun rumah dan merampas tanah

Seumpama bunga

Kami adalah bunga

Yang tak kaukehendaki adanya engkau lebih suka membangun

Jalan raya dan pagar besi

Seumpama bunga

Kami adalah bunga

Yang dirontokkan di bumi kami sendiri

Jika kami bunga

Engkau adalah tembok itu

Tapi di tubuh tembok itu

Telah kami sebar biji-biji suatu saat kami akan tumbuh bersama

Dengan keyakinan engkau harus hancur!

Dalam keyakinan kami

Di mana pun tirani harus tumbang

2. Centang Bunga yang tumbuh di Pinggir kolam

Demikianlah Agustian!

Kutanam bunga di pinggir kolam

Temani ikan-ikan bermain, mendendangkan lagu musim

Wajahmu tersimpan di kelopaknya

Tersenyum riang saat kumbang yang datang

Terjatuh di kolam itu, tak berdaya

Kepakan sayapnya melemah saat mengharap madu kasih darimu sepanjang malam merelakan tubuhnya dimainkan ikan, asal masih bisa

Melihat wajahmu yang anggun itu.

3. Pelet Bunga Kantil

Untuk engkau yang kupuja yang melangkah di kantil-melati

Lekaslah mekar membuka hati yang menjadi keinginan ini menjadi kuntum

Kekasih hati menyatukan rasa cinta yang ada untuk kelahiran asmara di dunia

Aku bersedia terinjak di setiap langkahmu

Berusaha meringkas waktu dibungkus kain putih membiru

Tuk menangkap sudut senyummu

Walaupun ternyata

Bukan jalan lurus bertabur bunga

Namun inilah utama kau hanya menjadi milikku saja

4. Taman Sekartaji

Adalah taman bunga bermain sang putri

Kuntum bunga yang terlahir di kerajaan kediri

Prabu lembu abiluhur mempunyai seorang putri bernama galuh candra kirana atau dewi sekartaji

Berwajah jelita tiada tanding pada zamannya bersanding gagah dan tampan seorang kesatria

Putra raja jenggala bernama raden panji asmara yang tersohor dengan pesona dan kesucian jiwa

Sebutan lain untuk raden andhe-andhe lumut pemilik cinta tulus yang tak pernah surut

5. Bunga Azerbaijan

Kau memakai mukena kuning lima renda

Membuka cadar pada waktu sebanyak lima

Menutup mahkota yang jarang terlihat mata menelungkup dada, habis kumandang bersuara

Percayalah...

Angin takkan mampu menyibak gamis yang lurus seruncing

Hujan pun tak sanggup untuk menembus akan gigihnya jubah bulu rambut yang melilit dan subuh, dzuhur yang mampu untuk memingit

Jikalau tiba ashar, magrib telah hadir pada langkah jamaah dalam dzikir semangat menyambut, kala isya' menyentil dan kembali berpuasa, sebelum gema memanggil

Inilah azerbaijan dengan caranya menjaga setiap jengkal keindahan bunga yang memilih waktu untuk mekarnya mahkota hanya kepada gema syahdu nan indah menyuara

Tak ubahnya serupa kokohnya sebuah tudung

Menjaga kehormatan, setiap helai kerudung.

6. Puisi Bunga Sedih

Serpihan asa tiada memanggil,

Setetes harapanpun tak mencuil,

Akulah yang kecil mungil,

Berjalan pedih di atas kerikil.

Bunga di tanganku kini,

Dulu kita jadikan simbol cinta terpatri,

Namun kini, berubah menjadi saksi,

Atas rasa sakit yang kau goresi.

Kubiarkan kau pergi jauh,

Heninglah bila datang teduh,

Biarkan aku tetap keruh,

Berselimut cinta yang kumuh.

Bunga ini kan kusimpan,

Bukti aku masih sayang,

Semoga nanti terbitlah harapan,

Hingga kita kembali mengenang.

Terima kasih,

Atas cinta yang tinggal serpih,

Semoga bahagia dengan yang baru,

Biarkan aku menelan pilu.

Nah, itulah 6contoh puisi tentang bunga yang sarat makna sebagai referensimu untuk menulis. (dyan)