Konten dari Pengguna

6 Puisi Tentang Manusia yang Keren

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi tentang Manusia. Foto: pixabay.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi tentang Manusia. Foto: pixabay.com.

Puisi adalah karya sastra yang banyak diminati oleh para pembaca, termasuk puisi tentang manusia. Puisi ini merupakan salah satu karya sastra ditulis oleh seorang sastrawan bukan untuk dibaca dan dinikmati sendiri.

Dalam puisi terdapat ide, gagasan, pengalaman, dan amanat yang ingin disampaikan kepada pembaca. (Manusia, Lingkungan, dan Mistisisme dalam Kumpulan Puisi. Dwi Puji Rahayu, 2020, halaman 11)

Berikut 6 Puisi Tentang Manusia yang Keren

Ilustrasi Puisi tentang Manusia. Foto: pixabay.com.

Mengutip dari buku berjudul Puisi-puisi Tentang Hidup dan Menjadi Manusia, oleh Rakasya, (2021: 59), berikut ini deretan puisi tentang manusia dan kehidupan sebagai referensi kamu.

MANUSIA

Waktu terlemah manusia

Adalah tawa di atas air mata

Isyarat tubuh untuk menunjukkan

Ada yang hancur dan rasa iba pada

Diri yang tak punya kuasa mengubah

Bahwa semuanya menjadi lelucon

Tentang ketidakberdayaan manusia

Terhadap hal-hal sementara yang berada

di luar kendali mereka

Bahwa mau seberapa banyak pun tenaga yang tersisa

Akan tetap ada hal yang tak bisa diperjuangkan oleh mereka

Pintu putus akal terbuka lebar-lebar saat itu

Dan satu-satunya yang menahan langkah untuk

tak masuk adalah takut

Yang kemudian membuat semua makin menjadi

Bahwa kita ternyata memang tak bisa apa-apa

MANUSIA II

Di antara pahala dan dosa

Dan yang baik dan tak baik

Kita berdiri

Dihadapkan pilihan di kedua telapak tangan

Dengan dampak yang hanya berjarak

Satu langkah kaki di depan wajah

Dan dampak-dampak lain yang

Samar-samar menunggu kedatangan kita

Entah sebagai siapa pun kita hadir nanti

Sebagai pendosa yang taat,

Pemimpin bijaksana

Atau pembohong yang mengira

Bisa mengelabui segalanya

Tapi manusia tetap manusia

Tidak pernah tahu sekarang ia seberapa

Seberapa besar rusak yang ia tinggalkan

Atau seberapa luas kebaikan yang

Ia telah tanam

Sehebat apa pun mata menangkap cahaya

Ketika akal percaya di muka ada dinding

Maka tubuh akan menembus lebih jauh

Sekuat itu pikiran kita hingga

Tak ada saja diada-adakan.

Masalah, contohnya.

NALURI

Kelak jika suatu hari diri tak

sanggup lagi menampung luka

Kelak perih dan sakitnya

mampu menutup senang

Dan kala itu dada tak henti

Hentinya menghembus

Seharusnya kita paham

Tubuh mengisyaratkan buang,

naluri kita punya fungsi untuk

melepas hal-hal tak baik

sedari awal kita selalu tahu

cara ikhlas

PERANTARA

Kamar mandi adalah

saksi dari jenis

tangsi yang paling

rapuh

Dan bantal adalah

tempat mereka

yang berteriak

Sepeda motor dan malam

adalah teman yang paling

menyenangkan

Dan cermin adalah

tempat kita untuk

berbohong

DISIKSA AMBISI

Cemas terus meyakinkan tentang esok,

padahal tidak ada yang tahu seperti apa angin besok

Saraf-saraf ini mudah dibohongi

Kepalaku terikat

Mataku berkedut

Rahang mengencang

Jari-jari meremas tubuh

Aku terpikat oleh misteri masa depaan

yang belum terungkap

Ada belati di punggungku yang terus melaju

Aku terpaksa harus berlari

dan terus berlari

Terus.

KELUAR ZONA NYAMAN

Tak lama setelah esok

Mungkin duniaku tak ada lagi

Keharusan-keharusan kemarin

Telah usai

Dan besar mungkinku penuh sesal

Karena tak hidup dengan cara yang

Kuingin

Karena tak jujur pada semua kemungkinan

Untuk melebih baik.

Nah, itulah tadi deretan puisi tentang manusia sebagai referensi kamu. Semoga bermanfaat.