Konten dari Pengguna

60 Pantun Perkenalan Diri yang Unik dan Berkesan

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pantun perkenalan diri. Foto: Unsplash/Product School
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pantun perkenalan diri. Foto: Unsplash/Product School

Pantun perkenalan diri dapat dijadikan alternatif yang unik untuk saling mengenal dengan teman, audiens, maupun pihak lainnya. Terlebih, pantun juga termasuk dalam kekayaan tradisi Indonesia yang mampu menambah nilai kesan saat berkenalan.

Dikutip dari jurnal “Menapak Jejak Nilai-Nilai Karakter yang Terdapat dalam Pantun Asli Indonesia” (h. 114) karya Prayogi, pantun adalah sajak berlarik empat, dengan irama a b a b, yang terdiri dari dua larik sampiran dan dua larik isi atau makna.

Sampiran pada pantun ini bersifat objektif, karena mengambil objek berupa lukisan alam dan hal lainnya sebagai kiasan di larik 1 dan 2. Sebaliknya, larik isi, 3-4, diketahui bersifat subjektif, yakni mewakili maksud yang akan disampaikan, seperti perkenalan.

Daftar isi

Pantun Perkenalan Diri

Ilustrasi pantun perkenalan diri. Foto: Unsplash/t k

Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya, pantun menjadi alternatif unik yang dapat menggantikan kejenuhan sistem perkenalan pada umumnya. Untuk menyempurnakan maksud tersebut, simaklah pantun perkenalan diri, berikut ini:

1. Kumpulan Pantun Perkenalan Bagian 1

  • Membeli paku di toko kayu, Di atas tokonya ada spanduk. Salam kenal, namaku Ayu, Cantik jelita anti merajuk.

  • Bayi menangis minta dipangku, Bayi dicium terlihat mesra. Cantik nian orang di depanku, Kenalkan aku, Bagas Antara.

  • Bulan puasa membeli kolak, Motor ditinggal, berjalan-jalan. Semoga kamu tidak menolak, Niat baikku untuk berkenalan.

  • Provinsi Aceh dan tari saman, Penari pingsan minta ditandu. Jika boleh kita berteman, Mari kenalan, namaku Rindu.

  • Membeli baju berkain beludru, Kainnya ketumpahan air kelapa. Senang bertemu denganmu, teman baru, Namaku Mahen, lantas kamu siapa?

  • Menyimpan uang di dalam saku, Uangnya aman dari si pencuri. Inilah salam perkenalan dariku, Semoga bertemu di lain hari.

  • Bajuku basah minta diganti, Setelah ganti, pergi ke salon. Namaku Ratna Widi Astuti, Si gadis Sunda, asal Cirebon.

  • Kakak menangis keluar air mata, Menangis sendu karena kucing mati. Halo semua, aku Andirta, Menyapa teman-teman sepenuh hati.

  • Pergi ke kantin membeli buku, Buku baru bergambar merpati. Selamat pagi, teman baruku, Perkenalkan aku, Rinjani Adipati.

  • Kampung Rambutan, Desa Selawi, Tempat tinggal si kuda pak Haji Tatan. Namaku Gigi, asal Betawi, Senang berkenalan, mari berteman.

Ilustrasi pantun perkenalan diri. Foto: Unsplash/Kenny Eliason

2. Kumpulan Pantun Perkenalan Bagian 2

  • Pergi ke ladang bermain layang-layang, Layangan putus dikerjai kawan. Tak kenal maka tak sayang, Kenalin, namaku Bahar Arbi Irawan.

  • Ibu menimang dengan penuh kasih, Anaknya besar menjadi badung. Salam kenal, aku Ningsih, Siswa pindahan dari Bandung.

  • Sering tertawa menonton Genta, Dimarahi ibu karena terjaga. Kenalin, namaku Romeo Ananta, Mencari Juliet di kelas ipa tiga.

  • Memakan seblak jadi sariawan, Diobati dokter dan dinasehati. Salam hangat dariku, kawan, Putri Lestari, prodi Agroteknologi.

  • Ke Kebun Binatang melihat buaya, Buaya jinak karena ada pawangnya. Aku Alana, asal Surabaya, Sedikit pendiam, banyak keponya.

  • 17 Agustus saat kita meraya, Riang gembira masyarakat semua. Diraya Ranu nama saya, Salam kenal untuk kalian semua.

  • Bau harum tanda kue matang, Kuenya ditumpuk dalam lapisan. Saya Friska dari Malang, Datang kemari untuk saling berteman.

  • Malam-malam melewati kuburan, Kuburan digali, setan berkeliaran. Salam kenal, wahai para rekan, Mari berkongsi, jalin keakraban.

  • Indonesia terdiri dari bermacam suku, Suku Jawa terkenal punya jamu. Selamat pagi, kawan baruku, Aku Prabu, siap berteman denganmu.

  • Ke Tanah Abang mencari kain, Bertemu kawan di lantai utama. Mari berkenalan satu sama lain, Agar terjalin keakraban bersama.

Ilustrasi pantun perkenalan diri. Foto: Unsplash/Thought Catalog

3. Kumpulan Pantun Perkenalan Bagian 3

  • Rempah-rempah dikenal di Maluku, Rakyatnya ramah juga periang. Gilang Putra itu namaku, Ayo kenalan, aku tak berpawang.

  • Ditinggal kekasih rasanya hampa, Dipaksa tersenyum menjamu tamu. Hari pertama kita berjumpa, Namaku Ranu, bagaimana denganmu?

  • Ada tahta, ada harta, Dicari demi kebahagiaan. Saya Wawan dari Jakarta, Datang kemari untuk berteman.

  • Berakit-rakit ke hulu, Berenang-renang ketepian. Saya hanya anak pemalu, Nama saya Perdi Irawan.

  • Mengambil air dari lubang keran, Supaya bersih, dicek dahulu. Hari ini aku ingin berkenalan, Sebelum itu, Assalamu’alaikum dulu.

  • Mencari ilmu demi gelar sarjana, Berharap kaya hingga anak cucu. Halo, namaku Bianka Ranjana, Meski sulung, aku tetap lucu.

  • Mencicipi kurma rasanya manis, Sebelum habis dicuri kera. Namaku Eugene, fakultas Bisnis, Anak ke dua dari tiga bersaudara.

  • Pergi sekolah naik metromini, Pulangnya pakai permadani. Nama saya Maharani, Yang akan memandu acara hari ini.

  • Pergi liburan ke Kota Kediri, Dengan teman naik kereta. Nama saya Wulandari, Gadis imut asal Surakarta.

  • Jalan-jalan entah ke mana, Membawa uang hanya 20 ribu. Halo, teman-teman semua! Saya Hendi mahasiswa baru.

Ilustrasi pantun perkenalan diri. Foto: Unsplash/airfocus

4. Kumpulan Pantun Perkenalan Bagian 4

  • Pergi ke hutan hendak berburu, Di perjalanan bertemu kura-kura. Aku Sinta Agista, mahasiswa baru, Niat menimba ilmu, tak menolak asmara.

  • Melukis batu dengan cat emas, Lukisannya jadi, disimpan di taman. Salam kenal, aku Pandimas, Meski pendiam, tapi senang berteman.

  • Malam hari jangan begadang, Demi salat subuh tepat waktu. Masa depan baik akan segera datang, Jika murid belajar selalu.

  • Bunga mawar mulai merekah, Ku sirami terus sejak awal. Sebelum nanti kita berpisah, Izinkan kita saling mengenal.

  • Tercium harum ciri mahal parfumnya, Parfum dibeli untuk hadiah Dina. Assalamu’alaikum, semuanya, Perkenalkan aku, si cantik Angelina.

  • Membuka segel menggunakan kuku, Segelnya jatuh sampai ke jalan. Itulah sampiran pantun recehku, Cukup sekian, mari berkenalan.

  • Adik pulang sehabis berobat, Ambil makan di atas peti. Jika betul ingin bersahabat, Jangan sampai setengah hati.

  • Datang nyonya membuat jamu, Jamu dijual buat pemburu. Senang rasanya dapat bertemu, Dapat kenalan sahabat baru.

  • Niat hati ingin segera pulang, Sayang disayang, ibu melarang. Selamat pagi menuju siang, Selamat berkenalan, namaku Rintang.

  • Dari timur datang ambulan, Mobil pemadam ada di utara. Panjat syukur dapat berkenalan, Banyak teman rasa saudara.

Ilustrasi pantun perkenalan diri. Foto: Unsplash/Thought Catalog

5. Kumpulan Pantun Perkenalan Bagian 5

  • Melihat kamus demi kata yang baku, Kamus ditutup, disimpan di saku. Bagaskara Pramudya itu namaku, Membaca cerita itulah hobiku.

  • Anak kecil berlari-lari, Sambil tertawa bahagia. Salam manis dari saya Aini, Putri bungsu yang baik hatinya.

  • Pergi ke pantai cari kerang, Kembali juga dapat ikan. Saya Rani dari sekolah seberang, Pindah kemari bertemu kalian.

  • Pergi ke pasar membeli jamu, Sempat terjatuh jadinya malu. Niat hati hendak menimba ilmu, Melihat kawanku, ayo kenalan dulu.

  • Ada sepeda yang antik, Dibelikan ayah Heru. Hai kamu gadis yang cantik, Boleh ku tahu siapa namamu?

  • Pohon pepaya tiada berduri, Tumbuh bersama bunga melati. Izinkan saya perkenalkan diri, Semoga menyentuh hati.

  • Diminta ibu menjamu tamu, Tamunya ternyata masih di jalan. Meski kita baru saja bertemu, Tak ada salahnya kita berkenalan.

  • Presiden Amerika namanya Obama, Memimpin negara adil bagi semua. Salam sapa di hari pertama, Semoga semakin akrab kita semua.

  • Sore hari jalan-jalan, Sambil makan biji-bijian. Hari ini kita kenalan, Semoga lusa bisa jadian.

  • Mencari kambing di pohon gaharu, Sampai di Puncak, akhirnya ketemu. Meraih kenalan di tempat baru, Namaku Gagah, senang bertemu denganmu.

Ilustrasi pantun perkenalan diri. Foto: Unsplash/Kenny Eliason

6. Kumpulan Pantun Perkenalan Bagian 6

Sumber: lsp.kpk.go.id

  • Jalan pagi di sepanjang jalan Yogya, Mampir sebentar membeli pulsa. Perkenalkan ... (nama) itu nama saya, Mengajak belajar integritas untuk negara.

  • Pergi ke taman di pagi yang ceria, Lihat mawar di antara pohon gaharu. Perkenalkan saya ...... (nama) menyertai anda, Penyuluh anti korupsi berompi biru.

  • Memetik mawar terkena duri, Jari sakit dioles terasi. Nama saya ..... (Khamid Istakhori), Mengajak anda melawan korupsi.

  • Pergi ke hotel menunggu di lobi, Tidak sendiri berteman harian pagi. Perkenalkan ... (nama) adalah saya yang asli, Membawa misi anti korupsi.

  • Sungguh indah sang bianglala, Turun ke bumi hingga berbekas. Kenalkan nama saya (Jamila), Siap mengusung nilai integritas.

  • Jadilah pribadi yang mandiri, Selaras sila Pancasila ke dua. Izinkan saya perkenalkan diri, Untuk saling berdiskusi bersama.

  • Mari kita bahu-membahu, Janganlah sekedar diam. Tak kenal maka tak tahu, Tak tahu maka tak paham.

  • Mari aktualisasikan integritas, Anti korupsi merupakan jati diri. Sebelum mengawali kelas, Izinkan saya perkenalkan diri.

  • Di bawah pohon ada sebuah kereta Kereta besar merah warnanya Kenalkan nih, namaku Margareta Anak Geologi, ramah orangnya.

  • Lupa makan siang dan pagi, Hampir pingsan tak sadar diri. Izinkan saya memperkenal diri, Nama Bastian asal Kediri.

Itulah deretan pantun perkenalan diri yang unik dan berkesan sebagai referensi bagi para pembaca. Sejatinya contoh tersebut hanyalah sebagian kecil dari kemungkinan pantun yang dapat dikreasikan seluas mungkin, sesuai dengan ide masing-masing.

Baca juga: 10 Contoh Pantun Ngajak Ngopi untuk Teman