67 Pantun Jenaka Anak SD Berbagai Tema yang Lucu dan Menghibur

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun jenaka anak SD dapat digunakan sebagai alat pembelajaran yang efektif di kelas. Dengan membuat dan memahami pantun jenaka, anak-anak dapat belajar tentang tata bahasa, rima, dan humor secara bersamaan.
Hal ini akan membantu mereka meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Selain itu, pantun juga bisa digunakan untuk merangsang kemampuan kreatif anak-anak.
Dikutip dari buku Ultralengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia, Nur Indah Sholikhati, (2019:130), pantun jenaka adalah pantun yang bertujuan untuk menghibur orang yang mendengar.
Pantun Jenaka Anak SD
Terkadang dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung. Berikut adalah contoh pantun jenaka anak SD yang dapat dijadikan referensi.
Burung perkutut
Burung kutilang
Kok kamu kentut
Tidak bilang-bilang
Kapal berlayar di Laut Jawa
Nakhoda mengacungkan jempol
Adik menangis lalu tertawa
Melihat kakak masih mengompol
Jalan-jalan naik delman
Keliling kota hingga senja
Kamu teman mengaku teman
Bila ada maunya saja
Anak kucing bermain tali
Kera duduk membaca koran
Bagaimana hati tak geli
Kepala botak suka sisiran
Good morning
Selamat pagi
Gigi kuning
Tidak pernah gosok gigi
Ikan gabus di rawa-rawa
Ikan sepat nyangkut di jaring
Perut sakit menahan tawa
Melihat gigi lompat ke piring
Asam kandis asam jawa
Satu peti di dalam kereta
Jikalau nenek sudah tua
Hati atuk tetaplah cinta
Pohon manggis di tepi rawa
Tempat nenek tidur beradu
Sedang menangis nenek tertawa
Melihat kakek bermain gundu
Kalau ketam datang ke rawa
Lintah turun ke dalam kali
Kalau monyet sedang tertawa
Mukanya jelas lucu sekali
Hari Minggu pergi ke pasar
Di tengah jalan bertemu kancil
Persahabatan bukan sebuah hal besar
Tetapi tentang jutaan hal kecil
Tiap pagi minum jamu
Jamu pahit dibawa tamu
Selalu ikuti kata hatimu
Jangan lupa bawa otakmu
Beli tomat bunder-bunder
Masak pasta pakai zaitun
Kadang aku merasa minder
Teman-temanku jago bikin pantun
Jari sakit karena luka
Lukanya sangatlah besar
Ini contoh pantun jenaka
Untuk anak sekolah dasar
Pasar baru tempatnya kain
Awas dompet jangan hilang
Desa tempatnya bermain
Seperti bolang berpetualang
Burung merpati burung dara
Terbang tinggi jauh melanglang
Hati ini amat gembira
Sebentar lagi ibu pulang
Kota Jombang bagi Fitri masa lalu
Walaupun banyak kenangannya
Kalau sebelum ujian itu belajar dulu
Masa pas ujian malah belajarnya
Pintu rusak hingga terbelah
Bola satu jatuh ke kolam
Terburu-buru pergi ke sekolah
Lupa hanya pakai celana dalam
Lihat hiburan kuda kepang
Penarinya sedang bergoyang
Ayo kita ke tanah lapang
Jangan lupa bawa layang-layang
Angin meniup pohon ilalang
Berkicaulah burung kutilang
Ayo teman kita berpetualang
Ayo kita jadi si bolang
Air mengalir dari talang
Ayam jago memiliki taji
Ibuku senang tiada kepalang
Jika aku pandai mengaji
Rumah sepi mama pergi arisan
Hidupin TV nonton balapan
Semangat belajar jangan bosan
Yang rajin cerah masa depan
Udara segar di waktu pagi
Datang surya tak ada awan
Anak baik suka berbagi
Hati mulia sifatnya dermawan
Baju dicuci harus dibilas
Saat dijemur, diinjak unggas
Jadi murid tak boleh malas
Harus kerjakan semua tugas
Tanam porang di tempat terbuka
Tangan kotor harus dibilas
Banyak orang yang tidak suka
Pada anak yang sering malas
Ke pasar beli balon udara
Di tengah jalan balonnya meletus
Betapa hati sangat gembira
Nilai ujian dapat seratus
Ke warung beli cemilan
Belinya bersama pak Kamal
Belajar jangan asal-asalan
Nanti hasilnya kurang optimal
Ayam jantan burung Jalak
Jaguh Sinatan nama diberi
Rezeki tidak saya tolak
Musuh tidak saya cari
Benih padi sedang ditebar
Burung mematuk sedang dikejar
Ayahku memang sangat penyabar
Jadilah aku suka belajar
Kalau ketam datang ke rawa
Lintah turun ke dalam kali
Kalau monyet sedang tertawa
Mukanya jelas lucu sekali
Sayur yang busuk harus dibuang
Lalu ambil dua siung bawang
Seandainya teman seperti uang
Palsu aslinya cukup diterawang
Kucing hitam sedang makan
Anak kecil main tamiya
Jika aku hanya ada di pojokan
Mengapa aku bisa keliling dunia?
Pergi mandi bersihkan daki
Ke pasar untuk jualan
Benda apa punya empat kaki
Satu tubuh tapi tak berjalan?
Makan duku sambil jaga gawang
Pulang ke rumah makan manggis
Dompetku mengandung bawang
Tiap kali dibuka, aku nangis
Jadi tukang dengan alat seadanya
Memukul paku hanya pakai palu
Ingat, uang bukanlah segalanya
Cukup pastikan banyak uang selalu
Pergi berenang ke laut dalam,
Bunga kertas dihinggapi kupu.
Jika tak baik makan tengah malam,
Kenapa kulkas punya lampu?
Rumah kantor disingkat rukan
Di depannya anak main gasing
Andai olahraga semudah makan
Sekarang pasti aku sudah langsing
Emak nyapu pakai lidi
Sudah lapar makan apa pun jadi
Tak ada kerja nganggur pun jadi
Tak ada gigi ompong pun jadi
Ke sekolah pakai tas baru
Tas baru hadiah dari si Biru
Tampan sekali Bapak guru
Pakai kemeja di hari Rabu
Kartun lucu pasti terkesan
Banggakan diri lewat bualan
Pantun ini mengandung pesan
Semoga jadi penunjuk jalan
Semai padi dalam tumpukan
Katak melompat ke pelukan
Tunaikan segenap kebaikan
Apapun yang dapat dilakukan
Mamat dikejar karena malas
Mengejar bola sambil melaju
Niatlah belajar dengan ikhlas
Jadikan Allah tempat kau tuju
Empat irisan saat menjamu
Roti dicoba terasa mangga
Saat insan mencari ilmu
Semakin dekat jalan ke surga
Minyak ditimbang pakai neraca
Buah markisa dibuat jamu
Banyak-banyak engkau membaca
Karena membaca kuncinya ilmu
Nyenyak tidur di rumah bangsal
Daun kering kipas-kipasan
Banyak orang yang menyesal
Karena sering malas-malasan
Kelapa peras diminum panda
Diburu sembunyi ke dalam goa
Siapa yang malas di masa muda
Perlu bekerja keras di waktu tua
Opa kawin membawa kuda
Redup pelita lilin dibawa
Siapa rajin di waktu muda
Hidup bahagia ketika tua
Anak hutan panjat gaharu
Jatuh terguling di atas dipan
Dengarkanlah nasehat guru
Amalkan dalam kehidupan
Galau hatiku melihat Rosi
Kalah ketika menabrak tiang
Kalau kita banyak prestasi
Ayah ibu semakin sayang
Karang permata hidup berjajar
Pepaya jatuh di depan altar
Sekarang kita mulai belajar
Supaya jadi anak yang pintar
Hutan dibabat tanpa penghuni
Tempatnya jin di pohon sukun
Sungguh hebat anakku ini
Orangnya rajin dan juga tekun
Minum sirup dari gelas
Makan kue, kue talas
Semua bersihkan ruang kelas
Kecuali monyet yang malas
Keluarga besar banyak anak
Salah satu anak namanya Wawa
Bersikaplah mirip kuntilanak
Susah maupun senang selalu tertawa
Alangkah santunnya putri beredar
Beredar mari diiring bangsi
Alangkah untungnya gagak di bandar
Setiap hari meminum Pepsi
Makan nasi sayurnya kangkung
Ke pasar malam naik komidi putar
Mandirilah mirip jelangkung
Datang nggak dijemput, pulang nggak diantar
Anak beruang di hutan gelam
Panjang langkahnya berjalan laju
Mengapa elang terbang malam?
Karena badannya tidak berbaju
Ambil sabut kelapa puan
Bunyi merencing tambur dan gendang
Adakah patut lakumu tuan
Memasang pancing di tengah padang?
Anak Jawa pulang ke Jawa
Sampai di Jawa berjual ragi
Tuan ketawa, saya ketawa
Sama-sama tak ada gigi
Ke Bandung membeli kaca
Tidak lupa mencoba ketan
Lihat saja tampang yang baca
Sudah seperti kolornya setan
Kue klepon bertabur kelapa
Sungguh unik bentuknya bulat
Saya geli melihat papa
Tertawa lebar kemasukan lalat
Hujan panas di tengah hari
Turun menitik di atas kursi
Buaya ganas melarikan diri
Melihat itik berbaju besi
Pak Tegus pergi ke Bali
Melihat bule sedang menari
Aduh pantas kau bau sekali
Kau belum mandi enam hari
Duduk santai membaca koran
Membacanya sambil makan petisan
Seenak-enaknya makan di restoran
Lebih enak makan gratisan
Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menggosok gigi
Kalau Anda di warung Padang
Bolehkah kita ditraktir lagi
Satu titik dua koma
Anak monyet pakai gincu
Lihat anak kelas lima
Suka ngebanyol dan melucu
Kera bermain lempar gelas
Kancil membuat tali anyaman
Ayo teman kita bersihkan kelas
Agar belajar makin nyaman.
Kertas putih untuk ditulis
Benang putih dibuat katun
Jika orang suka menulis
Sampai tua tak akan pikun
Kucing anggora baru lahir
Tapi sayang dimakan buaya
Ini pantun yang terakhir
Tepuk tangan buat saya
Baca Juga: 60 Contoh Pantun Perpisahan yang Berkesan
Itulah contoh pantun jenaka anak SD. Kirimlah pantun-pantun di atas ke teman-teman untuk berbagi canda tawa. (glg)
