7 Contoh Naskah Drama Singkat sebagai Referensi

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Drama adalah bentuk karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia melalui dialog dan tindakan. Bagi para penulis muda, contoh naskah drama singkat bisa menjadi titik awal inspirasi untuk mengembangkan bakat dan potensi diri.
Mengutip dari buku Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Potensi Lokal, Duwi Purwati, S.Pd., (2020), menulis naskah drama merupakan kegiatan menuangkan ide, gagasan, dan pendapat dalam bahasa tulis dan disampaikan dalam bentuk naskah drama.
Menulis naskah drama bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mengeksplorasi kreativitas. Tentunya dengan memahami cara menganalisis struktur dan dialog dalam naskah, kita dapat belajar membangun cerita yang menarik dan karakter yang mendalam.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Naskah Drama Singkat
Berikut beberapa contoh naskah drama singkat sebagai referensi.
1. Naskah Drama Tema Persahabatan
Terdapat sebuah taman kecil di bawah pohon mangga tua yang rindang. Pada sore hari, matahari mulai terbenam, menyorotkan cahaya keemasan ke rerumputan hijau. Luna dan Bobby duduk di bawah pohon mangga, sambil menikmati sore hari.
Luna: "Bob, kamu tahu gak? Dulu waktu kita kecil, kita sering main petak umpet di taman ini."
Bobby: "Iya, aku ingat banget. Terus, aku yang selalu jadi pencari karena aku paling jago sembunyi."
Luna: "Hehehe, iya, kamu memang jago banget. Tapi sekarang, kita udah nggak bisa kayak dulu lagi ya."
Bobby: "Kenapa kamu bilang gitu, Lun?"
Luna: "Aku cuma merasa kalau kita udah jarang ngobrol kayak gini. Kita jadi sibuk sama kegiatan masing-masing."
Bobby: "Kamu bener. Tapi, meski kita sibuk, persahabatan kita nggak akan pernah berubah kan?"
Luna: "Tentu saja, Bob. Kamu adalah sahabat terbaikku."
Mereka berdua tersenyum, saling memandang. Cahaya matahari perlahan menghilang, digantikan oleh bintang-bintang yang mulai bermunculan.
2. Naskah Drama Tema Persahabatan 2
Pada sore hari, perpustakaan sekolah terlihat sepi. Sinar matahari sore menyinari rak-rak buku yang penuh debu. Alya sedang asyik membaca buku di pojok perpustakaan. Tiba-tiba, Beni datang dan duduk di sebelahnya.
Beni: "Hai, Alya. Lagi baca apa sih, kok serius banget?"
Alya: (terkejut) "Eh, Beni. Aku lagi baca novel fantasi. Kamu suka baca juga?"
Beni: (tertawa kecil) "Aku sih lebih suka main basket. Tapi, nggak apa-apa kan kalau aku mau lihat-lihat buku kamu?"
Alya memberikan buku itu pada Beni. Mereka mulai berdiskusi tentang buku tersebut. Lama-kelamaan, mereka menemukan banyak kesamaan minat. Ternyata, Beni juga suka menulis puisi.
Beberapa hari kemudian, Alya dan Beni sering menghabiskan waktu bersama di perpustakaan. Mereka saling berbagi cerita dan mimpi. Namun, persahabatan mereka diuji ketika Beni terpilih sebagai ketua kelas.
Beni: "Alya, aku jadi ketua kelas. Aku harus lebih serius sekarang."
Alya: "Selamat ya, Ben. Aku yakin kamu bisa jadi ketua kelas yang baik."
Namun, Beni mulai berubah. Ia menjadi sibuk dengan kegiatan organisasi dan mengabaikan Alya. Alya merasa sedih dan kecewa.
3. Naskah Drama Tema Keluarga
Pada sore hari, dapur rumah yang hangat dipenuhi dengan aroma masakan ibu yang menguat semerbak. Dina sedang duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya, dan Ibu sedang sibuk memasak di dapur memanggilnya.
Ibu: "Din, ayo bantu Ibu. Nanti malam ada tamu."
Dina: "Bentar lagi, Bu. Lagi asyik nih."
Ibu: (mendekati Dina) "Dina, Ibu tahu kamu lagi banyak pikiran. Tapi, jangan lupakan keluarga ya. Kita butuh kebersamaan."
Dina diam sejenak, lalu meletakkan ponselnya. Ia bangkit dan berjalan menuju ibunya.
Dina: "Maaf, Bu. Aku lagi nggak enak badan aja."
Ibu: "Oh, iya? Sini, Ibu ambilkan obat."
Mereka berdua kemudian mengobrol sambil memasak. Dina menceritakan masalah yang sedang dihadapinya. Ibu mendengarkan dengan sabar dan memberikan nasihat.
4. Naskah Drama Tema Keluarga 2
Pada malam hari, ruang tamu dipenuhi dengan cahaya lampu remang-remang yang menciptakan suasana yang hangat. Andi sedang duduk di sofa sambil membaca buku. Lalu, ayahnya yang baru pulang kerja menyapanya.
Ayah: "Andi, sudah makan?"
Andi: "Sudah, Yah."
Ayah: (duduk di samping Andi) "Bagaimana sekolahmu hari ini?"
Andi: "Biasa saja, Yah."
Ayah mengelus rambut Andi. Ia merasa ada yang berbeda dengan anaknya akhir-akhir ini.
Ayah: "Nak, ada sesuatu yang ingin Ayah tanyakan."
Andi: "Apa, Yah?"
Ayah: "Ayah sering melihat kamu murung. Ada masalah apa?"
Andi terdiam sejenak, lalu menceritakan masalah yang sedang dihadapinya di sekolah. Ayah mendengarkan dengan penuh perhatian.
Ayah: "Jangan khawatir, Nak. Ayah akan selalu ada untukmu."
5. Naskah Drama Tema Cinta
Taman kota yang tenang di sore hari ditemani dengan cahaya matahari sore menyinari daun-daun pohon beringin yang rindang. Alya duduk di bawah pohon beringin, membaca buku. Rendy datang menghampirinya sambil membawa segelas jus jeruk.
Rendy: "Permisi, boleh bergabung?"
Alya: (tersenyum) "Tentu saja."
Rendy: "Saya sering lihat kamu di sini. Kamu suka banget baca buku ya?"
Alya: "Iya, membaca adalah hobiku. Kamu suka baca juga?"
Rendy: "Dulu suka, tapi sekarang jarang. Lebih suka main gitar."
Mereka mulai mengobrol tentang berbagai hal. Ternyata, mereka memiliki banyak kesamaan minat. Hari demi hari, mereka semakin sering bertemu di taman itu. Perasaan mereka pun semakin dekat.
Beberapa bulan kemudian, Beni mengajak Alya kencan.
Rendy: "Alya, aku suka kamu. Mau jadi pacarku?"
Alya: (tersipu) "Aku juga suka kamu, Ren."
Mereka pun resmi berpacaran. Namun, hubungan mereka tidak selalu berjalan mulus. Mereka seringkali bertengkar karena masalah kecil.
Alya: "Aku merasa kamu akhir-akhir ini jarang meluangkan waktu untukku."
Rendy: "Maaf, Alya. Aku sedang sibuk dengan pekerjaan."
Meskipun sering bertengkar, mereka selalu berusaha untuk menyelesaikan masalah mereka. Cinta mereka semakin kuat seiring berjalannya waktu.
6. Naskah Drama tentang Pendidikan
Perpustakaan sekolah pada sore hari ditemani dengan sinar matahari sore yang menyinari rak-rak buku yang penuh debu. Siswi pintar yang selalu mendapatkan peringkat pertama, Fita sedang asyik membaca buku di perpustakaan. Tiba-tiba, Ian datang dan duduk di sebelahnya.
Ian: "Hai, Fita. Lagi baca apa sih, kok serius banget?"
Fita: (terkejut) "Eh, Ian. Kamu kok ada di sini? Bukannya kamu lagi bolos?"
Ian: (tertawa kecil) "Bosan di rumah. Mending di sini, lebih tenang."
Fita: "Kamu nggak malu sama guru kalau ketahuan bolos?"
Ian: "Ah, sudah biasa. Lagian, belajar itu membosankan."
Fita mencoba meyakinkan Beni tentang pentingnya pendidikan.
Fita: "Belajar itu nggak selalu membosankan, kok. Banyak hal menarik yang bisa kita pelajari."
Ian: "Beneran? Aku nggak pernah ngerasain itu."
Fita menawarkan diri untuk membantu Ian belajar. Awalnya, Ian menolak. Namun, lama-kelamaan, ia mulai tertarik dengan pelajaran yang diajarkan Fita.
Beberapa bulan kemudian, Ian mengalami perubahan yang signifikan. Ia menjadi lebih rajin belajar dan nilai-nilainya mulai membaik. Ia bahkan terpilih sebagai ketua kelas.
Ian: "Terima kasih ya, Fita. Berkat kamu, aku jadi sadar pentingnya pendidikan."
Fita: "Sama-sama. Aku senang bisa membantumu."
7. Naskah Drama tentang Sosial
Di pagi hari, pasar tradisional terlihat ramai dengan suara tawar-menawar dan hiruk pikuk orang yang bercampur menjadi satu. Bu Tuti sedang menata sayuran di lapaknya. Lalu, Bu Ani datang dan memilih-milih sayuran.
Bu Ani: "Bu, berapa harga cabai ini?"
Bu Tuti: "Ini cabainya segar, Bu. Harganya 20 ribu per kilogram."
Bu Ani: "Wah, mahal sekali. 15 ribu saja ya, Bu?"
Bu Tuti: "Kalau 15 ribu, rugi saya, Bu. Bagaimana kalau 18 ribu saja?"
Setelah tawar-menawar, akhirnya mereka sepakat dengan harga 18 ribu. Tiba-tiba, Andi datang menghampiri mereka.
Andi: "Bu, saya lapar. Kasih saya uang sedikit ya, Bu."
Bu Tuti: "Nak, kenapa kamu tidak mencari pekerjaan saja? Banyak lowongan pekerjaan di sekitar sini."
Andi: "Saya sudah coba, Bu, tapi tidak ada yang mau menerima saya."
Bu Ani merasa kasihan pada Andi. Ia memberikan sedikit uang kepada Andi.
Bu Ani: "Ini, Nak. Gunakan untuk membeli makanan."
Andi: "Terima kasih, Bu."
Andi pergi meninggalkan pasar. Bu Tuti dan Bu Ani kembali melanjutkan aktivitas mereka. Mereka menyadari bahwa masalah kemiskinan dan pengangguran masih menjadi masalah yang kompleks di masyarakat.
Demikian beberapa contoh naskah drama singkat sebagai referensi para penulis pemula. (HEN)
Baca Juga: 15 Contoh Artikel Ilmiah Populer dalam Berbagai Tema Menarik
