7 Contoh Pantun Puasa Jawa Lucu

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun adalah salah satu karya sastra kebanggan bangsa. Biasanya berisi nasehat, sindiran, motivasi, humor, tebak-tebakan, dan lain-lain. Demikian juga pantun puasa jawa kerap digunakan untuk memberi motivasi saat bulan puasa.
Mengutip dari buku Khazanah Negeri Pantun, Rendra Setyadiharja, 2020, bahwa penggunaan pantun dalam kehidupan sehari-hari sangat luas. Jika pada zaman dahulu pria yang sedang mendekati seorang gadis ingin mengungkapkan perasaannya, maka dia akan utarakan melalui pantun.
Pantun Puasa Jawa
Sama halnya dengan pantun Jawa. Banyak para komedian Jawa yang membawakan lawakannya dengan berpantun. Seperti di Surabaya yang terkenal dengan istilah parikan suroboyoan atau jula juli. Parikan atau Jula Juli ini adalah pantun yang lucu dan biasanya diiringin dengan musik gamelan.
Simak 7 contoh pantun puasa jawa yang lucu dan dapat mengocok perut berikut ini :
Mlaku mlaku nang Pasar Turi Tuku Sepatu Tuku Klambi Romadhon iki sasi sing suci Ojo nganti maksiat ngotori Artinya : Jalan jalan ke Pasar Turi Beli Sepatu Beli Baju Ramadhan ini bulan yang suci Jangan sampai maksiat mengotori
Kayune njengat nyapluk blankon Ojo kendor semangat wayahe Romadhon Artinya : Kayu patah kena blankon Jangan patah semangat waktunya Ramadhan
Awan awan ngombe es degan Kroso seger goro’ane enteng Sopo sing poso bakal oleh ganjaran Sopo sing ora poso diseruduk banteng Artinya : Siang siang minum es degan Terasa segar tenggorokan ringan Siapa yang puasa akan mendapat pahala Siapa yang tidak berpuasa ditabrak banteng
Mangan sego campur jangan Sing ora tau poso kembarane setan Artinya : Makan nasi dicampur sayur Yang tidak pernah puasa kembarannya setan
Tuku sego nang prapatan Nek lali poso koncone setan Artinya : Beli nasi di perempatan Kalau lupa puasa temannya setan
Bakdo dhuhur nyebrang kali Arep sahur lampune mati Artinya : Habis Dhuhur menyeberang sungai Mau sahur lampu mati
Jambu kluthuk rosone sepoh Jare posone nutuk koq ngentekno sego Artinya : Jambu biji rasanya mentah Katanya puasa penuh tapi menghabiskan nasi
Parikan jowo nasehat dan humor diatas merupakan contoh parikan suroboyoan. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa khas Surabaya. Selamat menikmati parikan.(Lia)
