Konten dari Pengguna

7 Contoh Prompt untuk Membuat Modul Ajar sebagai Referensi untuk Guru

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Prompt untuk membuat modul ajar, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Solen Feyissa
zoom-in-whitePerbesar
Prompt untuk membuat modul ajar, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Solen Feyissa

Contoh prompt untuk membuat modul ajar perlu diketahui para guru saat menggunakan AI untuk membantu proses pembuatan bahan ajar. Hal ini untuk mempermudah proses belajar mengajar sekaligus memanfaatkan teknologi yang kian maju.

Dikutip dari situs bbpmpjateng.kemdikbud.go.id, prompt merupakan pernyataan atau pertanyaan yang dirancang untuk mengarahkan tindakan atau tanggapan dari sistem. Prompt kerap digunakan saat mengakses platform AI, seperti ChatGPT atau Google Gemini.

Daftar isi

5 Bagian pada Prompt

Prompt untuk membuat modul ajar, foto hanya ilustrasi: Pexles/Sanket Mishra

Untuk bisa membuat prompt yang benar, maka terdapat beberapa bagian yang perlu diperhatikan. Berikut adalah bagian pada prompt yang perlu diketahui sebagaimana dikutip dari situs bbpmpjateng.kemdikbud.go.id:

1. Context (Konteks)

Context pada prompt merupakan latar belakang dari tugas yang akan diberikan. Pahami latar belakang yang relevan dengan prompt agar hasilnya bisa relevan dan tepat sasaran.

2. Task (Tugas)

Task adalah bagian untuk menuliskan tugas yang akan diberikan. Tentukan dengan jelas apa yang ingin dilakukan sebagai respons terhadap prompt yang telah dibuat.

3. Instruction (Instruksi)

Agar prompt bisa bekerja maksimal, maka berikan petunjuk yang jelas tentang cara menjawab atau menyelesaikan tugas yang diberikan. Pada bagian ini bisa dijelaskan dengan lebih spesifik.

4. Clarify (Klarifikasi)

Bagian ini adalah untuk menjelaskan apabila terdapat istilah atau konsep yang tidak familiar. Oleh karena itu, penting untuk membuat prompt yang mudah dimengerti dan tidak membingungkan.

5. Refine (Memperbaiki)

Bagian terakhir adalah Refine sebagai tempat untuk meninjau dan menyesuaikan prompt berdasarkan umpan balik atau hasil awal. Apabila ada bagian yang kurang jelas atau terlalu kompleks, maka bisa diperbaiki di bagian ini.

7 Contoh Prompt untuk Membuat Modul Ajar

Prompt untuk membuat modul ajar, foto hanya ilustrasi: Unsplash/veera Batlu

Membuat prompt yang baik adalah kunci agar mendapatkan informasi yang relevan. Oleh karena itu penting untuk tahu prompt yang tepat dalam membuat modul ajar. Bagi yang membutuhkan, inilah contoh prompt untuk membuat modul ajar sebagai referensi untuk para guru.

1. Contoh Prompt untuk Pelajaran Bahasa Indonesia

  • Context: Guru ingin siswa menulis esai tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh.

  • Task: Menulis esai tentang cara menjaga kesehatan tubuh sebanyak 500 kata.

  • Instruction: “Tuliskan esai tentang cara menjaga kesehatan tubuh sebanyak 500 kata. Sertakan juga contoh nyata dari cara tersebut dalam kehidupan sehari-hari.”

  • Clarify: “Cara menjaga kesehatan tubuh” berarti tindakan yang bisa dilakukan, seperti mengonsumsi makanan sehat, istirahat yang cukup, atau menjaga kebersihan. | “Contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari” merujuk pada kegiatan yang kerap dilakukan sehari-hari.

  • Refine: Berdasarkan umpan balik, jika siswa kesulitan memahami “contoh nyata”, maka tambahkan contoh: “Misalnya, mengonsumsi buah dan sayur setiap hari, tidur yang cukup minimal 8 jam, atau berolahraga secara teratur.”

2. Contoh Prompt untuk Pelajaran Bahasa Inggris

  • Context: Guru ingin siswa bisa membuat karangan tentang dream job atau cita-cita dalam bahasa Inggris.

  • Task: Menuliskan karangan tentang dream job atau cita-cita dalam bahasa Inggris sepanjang 250 kata.

  • Instruction: “Buatlah karangan mengenai dream job atau cita-cita dalam bahasa Inggris sepanjang 250 kata. Lengkapi karangan dengan alasan memilih cita-cita tersebut.”

  • Clarify: “Dream job” adalah cita-cita atau keinginan yang akan dicapai di masa depan, seperti menjadi teacher (guru), doctor (dokter), nurse (perawat), dan lainnya.

  • Refine: Berdasarkan hasil umpan balik, jika siswa kesulitan mendefinisikan “dream job”, maka tambahkan contoh seperti, teacher (guru), doctor (dokter), atau nurse (perawat).”

3. Contoh Prompt untuk Pelajaran IPA

  • Context: Guru ingin siswa menuliskan pendapat mereka mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

  • Task: Menuliskan pendapat melalui esai sepanjang 300 kata dengan cara untuk menjaga lingkungan di komunitas lokal mereka.

  • Instruction: “Tuliskan esai sebanyak 300 kata tentang cara spesifik untuk menjaga lingkungan di komunitas. Sertakan contoh nyata dan langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh setiap individu atau kelompok.

  • Clarify: “Cara spesifik” adalah tindakan nyata yang bisa dilakukan, seperti mengurangi penggunaan plastik, menanam pohon, atau mendaur ulang sampah. | “Komunitas lokal” adalah area tempat tinggal atau lingkungan sekitar.

  • Refine: Sesuai hasil dari umpan balik, apabila siswa kesulitan memahami “komunitas lokal”, maka tambahkan contoh: “Lingkungan tempat tinggal, area rumah, atau lingkungan sekolah.”

4. Contoh Prompt untuk Pelajaran Bahasa Jepang

  • Context: Guru ingin siswa bisa membuat karangan tentang kazoku atau keluarga dalam bahasa Jepang.

  • Task: Menuliskan karangan tentang kazoku atau keluarga dalam bahasa Jepang sepanjang 200 kata.

  • Instruction: “Buatlah karangan mengenai kazoku atau keluarga dalam bahasa Jepang sebanyak 200 kata. Lengkapi karangan dengan nama anggota keluarga dan sebutannya.”

  • Clarify: “Kazoku” adalah keluarga, seperti menjadi chichi (ayah), haha (ibu), ani (kakak laki-laki), imouto (adik perempuan), dan lainnya.

  • Refine: Berdasarkan hasil umpan balik, jika siswa kesulitan mendefinisikan “kazoku”, maka tambahkan contoh seperti, chichi (ayah), haha (ibu), ani (kakak laki-laki), atau imouto (adik perempuan).”

5. Contoh Prompt untuk Pelajaran Sosiologi

  • Context: Guru ingin siswa bisa menjelaskan tentang berbagai fenomena sosial dalam lingkup sosiologi.

  • Task: Menjelaskan tentang contoh dari fenomena sosial yang ada dalam lingkungan sekitar.

  • Instruction: “Jelaskan tentang fenomena sosial yang terjadi di lingkungan sekitar serta penyebab dan dampak dari fenomenal sosial tersebut.”

  • Clarify: “Fenomena sosial” adalah peristiwa berupa ketidaksesuaian antara unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial atau disebut juga dengan masalah sosial.

  • Refine: Berdasarkan hasil umpan balik, jika siswa kesulitan mendefinisikan “fenomena sosial”, maka tambahkan contoh seperti, kemiskinan, korupsi, kriminalitas, kenakalan remaja, dan lainnya.”

6. Contoh Prompt untuk Pelajaran Sejarah

  • Context: Guru ingin siswa bisa menjelaskan tentang peristiwa kemerdekaan Indonesia.

  • Task: Menuliskan esai tentang sejarah kemerdekaan Indonesia.

  • Instruction: “Tuliskan esai mengenai sejarah kemerdekaan Indonesia lengkap dengan tanggal di setiap peristiwa penting.”

  • Clarify: “Sejarah kemerdekaan Indonesia” adalah kisah di balik merdekanya Indonesia. | “Peristiwa penting” adalah kejadian penting yang terjadi selama masa kemerdekaan, seperti pembentukan BPUPKI, pembentukan PPKI, peristiwa Rengasdengklok, dan lainnya.

  • Refine: Sesuai dari hasil umpan balik, jika siswa kesulitan mendefinisikan “peristiwa penting”, maka tambahkan contoh seperti, pembentukan BPUPKI, pembentukan PPKI, atau peristiwa Rengasdengklok.”

7. Contoh Prompt untuk Pelajaran Olahraga

  • Context: Guru ingin siswa bisa menjelaskan tentang berbagai gaya renang yang benar.

  • Task: Menuliskan esai tentang berbagai gaya renang yang benar.

  • Instruction: “Buatlah esai mengenai berbagai gaya renang yang benar lengkap dengan tekniknya.”

  • Clarify: “Gaya renang” adalah cara menggerakan tubuh di dalam air untuk bisa bergerak maju, seperti gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan lainnya.

  • Refine: Berdasarkan hasil umpan balik, jika siswa kesulitan mendefinisikan “gaya renang”, maka tambahkan contoh seperti, gaya bebas, gaya kupu-kupu, atau gaya punggung.”

Cara Membuat Prompt yang Baik

Prompt untuk membuat modul ajar, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Bram Naus

Setelah tahu contoh prompt dalam membuat modul ajar, maka cara membuat prompt yang baik juga tidak kalah penting untuk diketahui. Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membuat prompt yang baik, yakni sebagai berikut:

1. Tentukan Tujuan Prompt

Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah menentukan tujuan prompt dan pahami tujuan tersebut. Hal ini termasuk apakah guru ingin mengajukan pertanyaan, meminta umpan balik, atau mendapatkan tanggapan tertentu.

2. Gunakan Bahasa yang Jelas

Pastikan untuk menggunakan bahasa yang jelas dan sederhana ketika membuat prompt. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan hindari penggunaan definisi yang bisa membingungkan.

3. Buat Pertanyaan Singkat dan Sederhana

Usahakan untuk dapat membuat prompt sesingkat mungkin, namun tetap jelas. Pasalnya, pertanyaan yang panjang dan rumit bisa membuat pengguna kesulitan untuk memberikan respon.

4. Pilih Jenis Jawaban yang Diinginkan

Dalam membuat prompt sesuaikanlah dengan jenis jawaban yang diinginkan. Misalnya, membuat pertanyaan terbuka jika ingin mendapatkan jawaban yang pendek.

5. Berikan Instruksi yang Jelas

Apabila membuat prompt yang membutuhkan tindakan spesifik, pastikan untuk memberikan instruksi yang jelas tentang apa yang diharapkan. Contohnya, jika meminta pengguna untuk mengunggah file, maka berikan petunjuk tentang format file yang diminta.

6. Lakukan Uji Coba dan Evaluasi

Terakhir, lakukanlah uji coba serta evaluasi sebelum menggunakan prompt secara luas. Caranya bisa dengan melakukan uji coba dengan sejumlah responden untuk memastikan prompt yang telah dibuat efektif dan mudah dimengerti.

Baca juga: 8 Contoh Cerita Inspiratif beserta Strukturnya

Itulah beberapa contoh prompt untuk membuat modul ajar yang penting untuk diketahui oleh para guru. Setelah mengetahui contoh prompt tersebut, kini guru bisa memanfaatkan teknologi dengan lebih optimal untuk membantu proses belajar mengajar di sekolah. (PRI)