Konten dari Pengguna

7 Pantun Pembuka dan Penutup Pidato yang Mengesankan

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun Pembuka dan Penutup Pidato yang Mengesankan, foto : pixabay.com/komunikasi
zoom-in-whitePerbesar
Pantun Pembuka dan Penutup Pidato yang Mengesankan, foto : pixabay.com/komunikasi

Di zaman sekarang pantun banyak digunakan sebagai pembuka atau penutup dari pidato. Penggunaan tersebut dilakukan agar penyampaian informasi lebih mengesankan dan mudah diterima audiensn. Untuk itulah, pantun pembuka dan penutup yang mengesankan disampaikan.

Pantun adalah jenis karya sastra lama yang terikat dengan berbagai peraturan. Karya sastra ini awalnya merupakan karya sastra lisan, karena masyarakat Nusantara zaman dahulu terbiasa berbalas pantun di dalam kesehatian. Banyak dari mereka yang langsung saja mengucapkan pantun secara lisan tanpa berpikir panjang. Namun, seiring berjalannya waktu, kini banyak dijumpai pantun tertulis.

Pantun juga disebut sebagai puisi lama, yang sudah melegenda di antara masyarakat Nusantara. Maka dari itu, hampir semua daerah memiliki pantunnya masing-masing. Berasal dari bahasa Minangkabau, jika diterjemahkan, maka kata asli dari pantun berarti penuntun. Maka dari itu,

Pantun memiliki dua (2) bagian, yang terdiri dari sampiran dan isi. Sampiran ada di 1 atau 2 baris pertama dan merupakan bagian yang mempersiapkan audiens untuk menerima isi pantun.

Dengan begitu, sampiran bisa jadi tidak berhubungan dengan isi. Namun, sampiran dapat menggambarkan seperti apa nanti bunyi dari isi pantun. Baik sampiran maupun isi harus mengandung rima yang sama, seperti a-a-a-a atau a-b-a-b.

7 Pantun Pembuka dan Penutup yang Mengesankan

Nah, berikut ini adalah deretan pantun pembuka dan penutup yang mengesankan dari buku Senja: Kumpulan Pantun, I Komang Arsana, (2020:2)

Nah, berikut ini adalah deretan panti

  1. Kirim kabar lewat surat Surat dibaca lampunya redup Resapi pesan yang tersirat Sebagai tuntunan dalam hidup

  2. Sebagai penerang lentera redup Biar cahaya mengusir samar Sebagai tuntunan dalam hidup Agar selalu dijalan yang benar

  3. Biar cahaya mengusir samar Mengusir samar berbaju batik Agar selalu dijalan yang benar Kelak dapat banyak pahala baik

  4. Sampai jumpa sampai nanti Bibir senyum lambaikan tangan Jangan pernah ingkari hati Agar selalu dalam lindungan

  5. Letak panci diatas panggang Bakar api gula dan kopi Jika kita rajin sembahyang Allah akan menolong diri

  6. Bayang-bayang matahari pagi Buah papaya enak rasanya Manusia boleh membanggakan diri Jangan lupa Allah yang maha kuasa

  7. Senin,Selasa,Rabu dan Kamis Jumat dan Sabtu itu nama nama hari Kurang harta janganlah meenangis Semoga bahagia diakhirat nanti

Itu dia 7 pantun pembuka danenutup pidato yang menarik. Boleh, nih, dipakai agar penyampain kalian lebih menarik, dalam setiap kesempatan.(Ai)