Konten dari Pengguna

7 Pantun Pembuka Salam Islami beserta Cara Membuatnya

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pantun Pembuka Salam Islami. Foto: Unsplash/Muhammad Adil
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pantun Pembuka Salam Islami. Foto: Unsplash/Muhammad Adil

Pantun merupakan jenis puisi lama yang terdiri dari sampiran dan isi. Layaknya jenis puisi, pantun juga memiliki fungsi sebagai sarana mengungkapkan gagasan, perasaan, selingan percakapan, atau nasihat. Salah satu contoh adalah pantun pembuka salam Islami.

Pantun salam pembuka yang Islami dapat memiliki berbagai macam bentuk sampiran dan isi. Misalnya “Kalau tidak tahu pergi bertanya. Kalau tidak bisa sesat di jalan. Assalamualaikum semuanya. Senang bertemu dengan kalian”.

7 Pantun Pembuka Salam Islami

Ilustrasi Pantun Pembuka Salam Islami. Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Pantun adalah puisi lama yang relatif mudah untuk dibuat sebab hanya terdiri dari empat larik. Dua larik pertama adalah sampiran dan dua larik selanjutnya adalah isi.

Walaupun demikian, beberapa orang bisa saja mengalami mengalami kesulitan dalam membuat pantun. Terutama jika dalam keadaan yang mendadak atau mepet. Salah satu contoh adalah sulit untuk membuat pantun pembuka salam Islami.

Guna membantu proses membuat pantun salam pembukaan yang Islami, berikut tujuh contohnya yang dapat menjadi referensi.

1. Opsi Pertama

Kalau tidak tahu, pergi bertanya

Kalau tidak, bisa sesat di jalan

Assalamualaikum semuanya

Senang bertemu kalian

2. Opsi Kedua

Ada meja ada bangku

Ada hidung ada mata

Assalamualaikum saudaraku

Semoga Allah memberkahi kita

3. Opsi Ketiga

Rajin ibadah rajin salat

Hanya tunduk pada Sang Pencipta

Assalamulaikum sahabat

Semoga Allah meridai kita

4. Opsi Keempat

Semua orang senang bicara

Semua orang pernah salah

Sebelum kita mulai acara

Mari kita membaca basmalah

5. Opsi Kelima

Satu dua tiga adalah jumlah

Hari tanggal bulan itu agenda

Mari kita ucapkan basmalah

Supaya Allah memberi rida

6. Opsi Keenam

Membuat karya kerjaan seniman

Setiap negara punya aturan

Assalamualaikum teman-teman

Senang berjumpa dengan kalian

7. Opsi Ketujuh

Ada fauna ada flora

Ada fauna namanya anoa

Sebelum memulai acara

Mari kita membaca doa

Cara Mudah Membuat Pantun

Ilustrasi Pantun Pembuka Salam Islami. Foto: Unsplash/Sohaib Al Kharsa

Setelah menyimak tujuh contoh pantun, setiap orang tentu sudah dapat mengetahui rima dari pantun. Secara umum, pantun mempunyai rima silang berupa a-b-a-b. Contohnya, jika larik pertama berakhiran -ta, larik ketiga juga harus berakhiran -ta.

Mengutip dari buku Think Smart Bahasa Indonesia, Kusmayadi (2008: 61), salah satu ciri pantun adalah selesai dalam satu bait. Supaya lebih memahami cara membuat pantun, berikut urutan langkahnya yang dapat dicoba:

  1. Mulai dengan membuat larik ketiga dan keempat yang merupakan isi pantun.

  2. Hitung suku kata pada larik ketiga dan keempat. Masing-masing tidak boleh kurang dari 8 suku kata dan tidak boleh lebih dari 12 suku kata.

  3. Setelah bagian isi terbentuk dengan jumlah suku kata yang sesuai, saatnya untuk membuat sampiran.

  4. Sampiran pantun adalah larik pertama dan kedua.

  5. Bunyi akhiran larik pertama harus sama dengan bunyi akhiran larik ketiga.

  6. Bunyi akhiran larik kedua harus sama dengan bunyi akhiran larik keempat.

Baca Juga: 7 Pantun Mengakhiri Presentasi untuk Cairkan Suasana

Demikian menjadi jelas bahwa setiap orang bisa saja membuat pantun pembuka salam Islami versi dirinya sendiri. Hal terpenting dalam membuat pantun adalah kesesuaian jumlah suku kata, rima, serta selesai dalam satu bait. (AA)