7 Pantun Pembuka Salam Islami beserta Cara Membuatnya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun merupakan jenis puisi lama yang terdiri dari sampiran dan isi. Layaknya jenis puisi, pantun juga memiliki fungsi sebagai sarana mengungkapkan gagasan, perasaan, selingan percakapan, atau nasihat. Salah satu contoh adalah pantun pembuka salam Islami.
Pantun salam pembuka yang Islami dapat memiliki berbagai macam bentuk sampiran dan isi. Misalnya “Kalau tidak tahu pergi bertanya. Kalau tidak bisa sesat di jalan. Assalamualaikum semuanya. Senang bertemu dengan kalian”.
7 Pantun Pembuka Salam Islami
Pantun adalah puisi lama yang relatif mudah untuk dibuat sebab hanya terdiri dari empat larik. Dua larik pertama adalah sampiran dan dua larik selanjutnya adalah isi.
Walaupun demikian, beberapa orang bisa saja mengalami mengalami kesulitan dalam membuat pantun. Terutama jika dalam keadaan yang mendadak atau mepet. Salah satu contoh adalah sulit untuk membuat pantun pembuka salam Islami.
Guna membantu proses membuat pantun salam pembukaan yang Islami, berikut tujuh contohnya yang dapat menjadi referensi.
1. Opsi Pertama
Kalau tidak tahu, pergi bertanya
Kalau tidak, bisa sesat di jalan
Assalamualaikum semuanya
Senang bertemu kalian
2. Opsi Kedua
Ada meja ada bangku
Ada hidung ada mata
Assalamualaikum saudaraku
Semoga Allah memberkahi kita
3. Opsi Ketiga
Rajin ibadah rajin salat
Hanya tunduk pada Sang Pencipta
Assalamulaikum sahabat
Semoga Allah meridai kita
4. Opsi Keempat
Semua orang senang bicara
Semua orang pernah salah
Sebelum kita mulai acara
Mari kita membaca basmalah
5. Opsi Kelima
Satu dua tiga adalah jumlah
Hari tanggal bulan itu agenda
Mari kita ucapkan basmalah
Supaya Allah memberi rida
6. Opsi Keenam
Membuat karya kerjaan seniman
Setiap negara punya aturan
Assalamualaikum teman-teman
Senang berjumpa dengan kalian
7. Opsi Ketujuh
Ada fauna ada flora
Ada fauna namanya anoa
Sebelum memulai acara
Mari kita membaca doa
Cara Mudah Membuat Pantun
Setelah menyimak tujuh contoh pantun, setiap orang tentu sudah dapat mengetahui rima dari pantun. Secara umum, pantun mempunyai rima silang berupa a-b-a-b. Contohnya, jika larik pertama berakhiran -ta, larik ketiga juga harus berakhiran -ta.
Mengutip dari buku Think Smart Bahasa Indonesia, Kusmayadi (2008: 61), salah satu ciri pantun adalah selesai dalam satu bait. Supaya lebih memahami cara membuat pantun, berikut urutan langkahnya yang dapat dicoba:
Mulai dengan membuat larik ketiga dan keempat yang merupakan isi pantun.
Hitung suku kata pada larik ketiga dan keempat. Masing-masing tidak boleh kurang dari 8 suku kata dan tidak boleh lebih dari 12 suku kata.
Setelah bagian isi terbentuk dengan jumlah suku kata yang sesuai, saatnya untuk membuat sampiran.
Sampiran pantun adalah larik pertama dan kedua.
Bunyi akhiran larik pertama harus sama dengan bunyi akhiran larik ketiga.
Bunyi akhiran larik kedua harus sama dengan bunyi akhiran larik keempat.
Baca Juga: 7 Pantun Mengakhiri Presentasi untuk Cairkan Suasana
Demikian menjadi jelas bahwa setiap orang bisa saja membuat pantun pembuka salam Islami versi dirinya sendiri. Hal terpenting dalam membuat pantun adalah kesesuaian jumlah suku kata, rima, serta selesai dalam satu bait. (AA)
