Konten dari Pengguna

70 Contoh Konjungsi Antarkalimat dan Penjelasannya

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh konjungsi antarkalimat. Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh konjungsi antarkalimat. Pexels/Pixabay

Konjungsi antarkalimat adalah salah satu materi dalam pelajaran Bahasa Indonesia yang penting untuk dipelajari. Contoh konjungsi antarkalimat sangat beragam namun dapat dibedakan menurut fungsi masing-masing.

Terdapat beragam konjungsi dalam Bahasa Indonesia. Konjungsi tersebut berfungsi untuk menghubungkan kata atau kalimat sesuai dengan letaknya.

Daftar isi

Pengertian Konjungsi Antarkalimat

Ilustrasi contoh konjungsi antarkalimat. Pexels/Nitin Arya

Konjungsi antarkalimat adalah kata yang berfungsi menghubungkan kalimat pertama dengan berikutnya. Letak konjungsi tersebut berada di awal kalimat atau setelah tanda baca, seperti tanda titik (.), tanda seru (!), atau tanda tanya (?).

Jenis Konjungsi Antarkalimat

Ilustrasi contoh konjungsi antarkalimat. Pexels/Pixabay

Konjungsi antarkalimat digunakan untuk penghubung antarkalimat. Konjungsi tersebut dipakai sesuai dengan fungsi dan keadaan dalam sebuah kalimat. Berikut adalah jenis-jenis konjungsi antarkalimat beserta beberapa contohnya.

  1. Menyatakan penegasan/konsesif: demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, dan meskipun demikian/begitu.

  2. Menyatakan urutan: sesudah itu, setelah itu, dan selanjutnya.

  3. Menyatakan penambahan: tambahan pula, lagi pula, dan selain itu.

  4. Bermakna pertentangan: sebaliknya, namun, dan akan tetapi.

  5. Menyatakan kebalikan: sebaliknya.

  6. Menyatakan pembenaran: sesungguhnya dan bahwasanya.

  7. Menyatakan penguatan: malahan dan bahkan.

  8. Menyatakan konsekuensi: dengan demikian dan akhirnya.

  9. Menyatakan akibat: oleh sebab itu dan oleh karena itu.

  10. Menyatakan waktu: sebelum itu, setelah itu, dan sesudah itu.

Contoh Konjungsi Antarkalimat

Ilustrasi contoh konjungsi antarkalimat. Pexels/Caio

Terdapat berbagai konjungsi antarkalimat yang telah disebutkan. Berikut adalah penggunaan contoh konjungsi antarkalimat.

1. Menyatakan Penegasan/Konsesif

Konjungsi antarkalimat yang menyatakan pertentangan/konsesif berfungsi untuk menyatakan pertentangan. Berikut adalah contoh konjungsi antarkalimat yang menyatakan pertentangan.

  1. Aku kurang setuju dengan keputusan Mia. Biarpun begitu, aku akan tetap berharap bahwa keputusan itu memberi hasil terbaik.

  2. Ari memang tidak pandai memasak. Meskipun begitu, ia pandai dalam hal berkebun.

  3. Ia selalu pergi dan menghindar seakan tak pernah ingin di sampingmu. Biarpun demikian ia memiliki rasa cinta yang sangat tinggi padamu.

  4. Kamu memang terlahir sebagai seorang yang cacat. Walaupun begitu kamu tetap teguh memperjuangkan cita-cita.

  5. Ia sesungguhnya mengerti bahwa bahan kini sulit didapat. Sekalipun demikian ia sangat bersungguh-sungguh mengerjakan proyek ini.

  6. Ibu memang terkesan sibuk bekerja dan tidak memiliki waktu untuk kalian. Biarpun demikian Ibu sangat mencintai anak-anaknya.

  7. Obat ini sebaiknya diminum setelah makan. Di samping itu, kamu juga harus memakan makanan yang sehat dan berolahraga.

  8. Rahu harus tetap belajar. Biarpun matanya merah dan lelah.

  9. Dia tetap pergi ke kolam renang. Meskipun demikian orang tuanya melarangnya.

  10. Bambang selalu keras kepala. Meskipun demikian guru kami sudah menasihatinya.

  11. Dia terus berjalan. Biarpun demikian hujan petir melanda.

  12. Ayah tetap bekerja di kantor. Meskipun demikian badannya terasa sakit.

  13. Dia tidak menghiraukan cucunya. Biarpun demikian cucu itu berteriak dengan keras.

  14. Aku tidak mau tidak minum obat. Meskipun demikian leherku terasa sangat sakit.

  15. Dia tidak mau naik motor. Biarpun demikian telah dibelikan oleh orang tuanya.

  16. Bersabarlah sebentar. Meski demikian pedih di hati.

  17. Kami tidak akan berhenti berjuang. Walaupun demikian uang sudah habis.

  18. Salisa terus menjahit. Walaupun demikian sudah larut malam dan terasa letih.

  19. Mereka bekerja seharian. Walaupun demikian sudah waktunya istirahat.

  20. Uangnya memang tidak seberapa. Biarpun demikian saya tetap mencintainya.

2. Menyatakan Urutan

Konjungsi antarkalimat urutan adalah jenis konjungsi yang menyatakan urutan atau lanjutan dalam suatu peristiwa atau keadaan. Konjungsi ini menggunakan kata-kata, seperti: sesudah itu, setelah itu, dan selanjutnya.

  1. Rena mulai mengoleskan masker kunyit ke wajahnya. Setelah itu, ia membiarkan masker itu hingga mengering.

  2. Kelompok A memulai perjalanan ke lokasi pertama dengan berjalan kaki. Selanjutnya, perjalanan menuju lokasi kedua dilakukan dengan mengendarai mobil.

  3. Cuci beras hingga bersih dan masaklah dalam rice cooker. Kemudian siapkan lauk-pauk yang ingin disajikan bersama nasi hangat.

  4. Kita harus menyelesaikan pekerjaan dari guru terlebih dahulu. Selanjutnya, kita bisa bebas bermain hingga nanti siang.

  5. Klik kanan pada layar. Sesudah itu pilih file yang akan dipindahkan.

  6. Selesaikan bagianmu. Setelah itu kau dapat membantuku.

  7. Ia mengunjungi rumah nenek. Selanjutnya ia berjalan kaki menuju alun-alun.

  8. Campurkan semua bahan dan aduk hingga rata. Setelah itu masukkan adonan ke dalam oven.

  9. Kau boleh bersamanya selama lebih dari 10 tahun. Selanjutnya ku pastikan kau akan bersamaku.

  10. Siapkan media tanam dan masukkan ke dalam pot. Sesudah itu pilih tanaman yang akan dipindah.

3. Menyatakan Penambahan

Konjungsi ini digunakan untuk menambahkan hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar dari kalimat yang telah dinyatakan sebelumnya. Konjungsi penambahan menggunakan kata-kata: tambahan pula, lagi pula, dan selain itu.

  1. Ibu membeli berbagai jenis sayur. Selain itu, ia juga membeli beberapa jenis bumbu dapur.

  2. Kondisi penyakit jantungnya semakin parah. Tambahan pula, ia mengidap diabetes.

  3. Anda bisa membaca buku ini ketika senggang. Selain itu, jangan lupa berikan kesan dan pesan setelah membacanya.

  4. Tak akan pernah aku mendekatimu. Lagi pula aku sudah punya seorang kekasih.

  5. Aku tak lagi menjadi ojek online. Lagi pula aku telah diterima bekerja di perusahaan dekat rumah.

  6. Jangan pernah pergi dan mendekatinya lagi. Selain itu ia tak lagi mencintaimu.

  7. Nenek dilarang pergi keluar rumah karena sedang sakit. Tambahan pula ia telah mengidap pikun.

  8. Dapatkah aku menitipkan tas ini padamu. Selain itu aku akan kembali dalam 5 menit.

  9. Tak hanya pintar, cantik. dan menarik. Selain itu Fia juga berhati baik.

  10. Ia pergi ke Italia untuk berlibur. Tambahan pula jangan lupa membeli pasta.

4. Menyatakan Pertentangan

Konjungsi antarkalimat yang bermakna pertentangan digunakan jika ingin menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya. Berikut adalah contoh konjungsi yang menyatakan pertentangan.

  1. Wajah Nia terlihat agak pucat. Namun, ia tetap tampil dengan wajah tersenyum.

  2. Aku sudah menunggu selama 1 jam di stasiun. Akan tetapi, Linda belum datang juga.

  3. Dina ingin membuang semua kertas miliknya. Akan tetapi ia berpikir bahwa kertas itu sebenarnya masih bisa dipakai kembali untuk hal lain.

  4. Adita ingin membeli baju yang diinginkannya sejak dahulu. Namun, stok baju itu sudah habis, dan ia terlihat kecewa.

  5. Ia ingin kembali kepadaku. Namun aku sudah terlanjur sakit hati.

5. Menyatakan Kebalikan

Konjungsi ini digunakan untuk menyatakan kebalikan dari pernyataan sebelumnya. Konjungsi ini menggunakan kata sebaliknya.

  1. Dinda sangat suka bakso. Sebaliknya, Dini justru lebih suka mie ayam.

  2. Reynata merasa kedinginan karena hujan. Sebaliknya, aku tidak merasa kedinginan sama sekali.

  3. Meskupun telah lulus. Justru Dani lebih malas untuk bangun pagi.

6. Menyatakan Pembenaran

Konjungsi ini digunakan untuk menyatakan keadaan yang sebenarnya dari suatu kejadian atau peristiwa. Konjungsi antarkalimat pembenaran ini menggunakan kata-kata: sesungguhnya dan bahwasanya.

  1. Meskupun terkenal pintar. Sesungguhnya, aku tidak tahu bagaimana cara memasak nasi.

  2. Meskipun ia menang hari ini. Bahwasannya, kita harus mengingat Andre kalau pilihannya untuk berbuat curang itu salah.

7. Menyatakan Penguatan

Konjungsi antarkalimat yang menyatakan penguatan adalah jenis konjungsi yang digunakan untuk memberi penguatan terhadap keadaan yang telah dinyatakan sebelumnya. Adapun kata-kata yang digunakan konjungsi ini, antara lain malahan dan bahkan.

  1. Bangka Belitung banyak dijumpai lubang-lubang bekas galian tambang timah. Bahkan, kamu bisa menemukan lubang tersebut di belakang rumah warga.

  2. Lidya tidak pernah absen dari ekskul berenang. Malahan, ia tidak pernah datang terlambat.

  3. Jangankan untuk bisa dekat. Bahkan aku pun tak mengenalinya.

  4. Semua kelakuannya membuat orang lain marah. Bahkan aku tak sudi menyebut namanya.

  5. Munif memiliki rumah yang jauh dari sekolah. Malahan ia selalu bangun pagi untuk pergi ke sekolah.

8. Menyatakan Konsekuensi

Konjungsi antarkalimat digunakan untuk menyatakan konsekuensi atau risiko yang akan diterima dari keadaan sebelumnya. Konjungsi ini menggunakan kata-kata: akibatnya, dengan demikian dan akhirnya.

  1. Kamu sudah terpilih sebagai ketua kelas. Dengan demikian, kamu harus menjalankan tugas dan tanggung jawabmu dengan baik.

  2. Pak bupati sudah datang. Dengan demikian, lomba mewarnai tingkat SD sudah bisa dimulai.

  3. Ema menembus hujan badai hanya untuk mencari diskon tas dan pakaian. Akibatnya Ema jatuh sakit dan tak masuk kerja.

  4. Kesimpulan rapat hari ini, rencana study tour bulan Desember akan dibicarakan kembali pada rapat selanjutnya. Dengan demikian, kita bisa membahasnya lebih dalam lagi.

  5. Ia dan tim sangat bekerja keras dalam perlombaan ini. Akhirnya mereka meraih kemenangan yang membanggakan.

9. Menyatakan Akibat

Konjungsi ini menerangkan akibat yang diterima dari suatu kejadian. Kata-kata yang digunakan dalam konjungsi ini adalah oleh sebab itu dan oleh karena itu.

  1. Rara jarang belajar. Oleh karena itu, nilainya selalu jelek.

  2. Silvia tidak mengerjakan PR Bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, dia disuruh mengerjakan semua soal latihan di Bab 2 sebagai hukumannya.

  3. Rina bingung memilih baju pesta yang akan digunakannya. Oleh sebab itu, ia meminta bantuan temannya untuk memilihkan baju.

  4. Ia rela pergi di tengah hujan deras dan petir hanya untuk menemuiku. Oleh sebab itu aku sangat mencintainya.

  5. Ia akan pergi bertanding dalam perlombaan lari. Oleh karena itu ia sangat bersemangat.

10. Menyatakan Waktu

Konjungsi ini digunakan untuk menyatakan hubungan waktu dengan dua hal atau peristiwa yang terjadi. Berikut adalah contoh konjungsi antarkalimat yang menyatakan waktu.

  1. Harga BBM Pertalite naik menjadi Rp10.000/liter. Sebelum itu, harganya hanya Rp7.650 saja per liternya.

  2. Aku bersiap berangkat ke sekolah. Sebelum itu, aku menyempatkan untuk sarapan dulu.

  3. Kami akan pergi ke luar kota. Sebelum itu kita akan membeli beberapa makanan untuk perjalanan.

  4. Kami akan segera pulang ke rumah nenek. Sebelum itu aku ditugaskan untuk membawakan oleh-oleh.

  5. Pesawat akan terbang sekitar 30 menit lagi. Sebelum itu kita harus menunggu jadwal keberangkatan.

Baca juga: 40 Contoh Kalimat Konjungsi Korelatif dalam Bahasa Indonesia

Contoh konjungsi antarkalimat dapat digunakan sebagai media untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Konjungsi ini dapat dipakai dalam beberapa kalimat lain yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. (Fia)