Konten dari Pengguna

70 Contoh Majas Sarkasme Lengkap dengan Pengertian dan Ciri-cirinya

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh Majas Sarkasme. Foto: Unsplash/Christina @ wocintechchat.com.
zoom-in-whitePerbesar
Contoh Majas Sarkasme. Foto: Unsplash/Christina @ wocintechchat.com.

Contoh majas sarkasme sering didengar untuk menyindir orang lain. Majas merupakan sebuah bentuk gaya bahasa yang dapat digunakan pada sebuah kalimat agar isinya semakin hidup dan menarik. Majas juga menjadi topik pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah.

Mengutip dari Jurnal Makara Sosial Humaniora, Zaimar. (2002), majas sering dianggap sebagai sinonim dari gaya bahasa, akan tetapi sebenarnya majas termasuk dalam gaya bahasa. Gaya bahasa adalah cara menggunakan bahasa dalam konteks tertentu, tujuan tertentu.

Majas yang dibahas dalam pelajaran bahasa Indonesia tentunya tak hanya satu saja. salah satunya yaitu majas sarkasme. Majas sarkasme kerap kali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. pada umumnya, jenis majas ini berisi sebuah kalimat sindiran yang bersifat kasar.

Daftar isi

70 Contoh Majas Sarkasme dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Majas Sarkasme. Foto: Unsplash/Cristina Gottardi.

Beberapa contoh majas sarkasme sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Majas sarkasme digunakan untuk menyindir sesuatu. Akan tetapi seringkali digunakan kepada makhluk hidup, seperti manusia maupun hewan.

Mengutip dari buku pintar “Majas, Pantun, dan Puisi” majas adalah suatu gaya bahasa berupa kiasan, ibarat, serta perumpamaan dengan tujuan untuk mempercantik makna dari suatu kalimat.

Menurut Dale & Warriner yang tertuang dalam buku Pradopo halaman 104 tahun 1985, majas merupakan bahasa yang dipergunakan yaitu bahasa kiasan untuk meningkatkan dan memperbanyak efek melalui cara memperbandingkan dan memperkenalkan suatu benda dengan yang lain.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), majas yaitu cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain; atau dalam bentuk kiasan.

Apabila disimpulkan secara sederhana, majas adalah bahasa kiasan yang digunakan untuk membandingkan atau menjelaskan sesuatu agar kalimat menjadi semakin hidup dan terdengar meyakinkan.

Bagi seorang penulis, terutama penulis karya-karya sastra, menguasai berbagai macam majas dapat membuat karya yang dihasilkan lebih mengena kepada sang pembaca. Serta menunjukkan pula tingkat intelektualitas dan gaya bahasa dari si penulis.

Majas dapat membuat sebuah kalimat terdengar lebih indah dan dramatis. Namun, tetap tidak menghilangkan makna asli dari kalimat yang menggunakan majas tersebut.

Fungsi utama dari majas adalah untuk membuat ungkapan dalam sebuah kalimat menjadi lebih anggun, indah, hidup, dan memiliki kesan lebih dalam.

Salah satu jenis majas yang cukup populer adalah majas sarkasme. Majas sarkasme adalah sebuah majas sindiran yang biasanya bersifat sangat kasar dan dapat menyakitkan orang lain.

Adapun jenis-jenis majas di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Sarcasm, yaitu kata kiasan yang digunakan untuk menyindir sebuah obyek kalimat secara halus dan tersirat. Biasanya menggunakan kata-kata yang mengandung makna yang berlawanan dengan kenyataan.

  • Ironi: Digunakan untuk menyindir sesuatu yang menyedihkan atau ironis.

  • Antitesis: Untuk menekankan suatu makna sehingga bisa menimbulkan kesan yang kontras.

  • Hiperbola: Penggunaannya menggunakan kata-kata yang berlebihan.

  • Litotes: Menggunakan kata-kata khusus untuk menyindir sesuatu dengan cara yang halus.

Berikut adalah beberapa contoh majas sarkasme yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Dasar dungu! Menyelesaikan pekerjaan begini saja tidak becus.

  2. Dasar sampah masyarakat! Selalu saja berbuat masalah.

  3. Aku tak peduli lagi, lakukanlah sesukamu!

  4. Kamu hanya berbicara sampai berbusa, tapi tidak ada tindakan yang dilakukan.

  5. Omong kosong apa lagi yang kau berikan saat ini?

  6. Dasar otak udang, kerja begitu saja tidak bisa!

  7. Mampus, dasar manusia tak tahu diri!

  8. Jangan bertingkah seperti orang miskin!

  9. Melihatmu saja aku sudah jijik!

  10. Anak itu benar-benar bodoh!

  11. Dasar babu tidak berguna!

  12. Rasanya aku mau muntah setiap dia lewat di depanku.

  13. Dasar ondel-ondel! Mau keluar rumah saja harus berdandan.

  14. Dasar penghianat! Sudah ku beri kepercayaan malah tak bisa dijaga.

  15. Aku sudah muak melihat wajahmu!

  16. Dasar tidak tahu malu, bisa-bisanya melakukan perbuatan seperti itu!

  17. Jangan sok ikut campur, ini hanya masalah antara aku dan dia!

  18. Cepat ke sini, ku panggil dari tadi tidak menyahut. Apa kau tak punya telinga?

  19. Dasar tolol! Menghitung uang saja tidak becus.

  20. Pergi yang jauh sana, biar jadi gembel jalanan!

  21. Berhentilah bermimpi, pemalas sepertimu memangnya bisa sukses?

  22. Percuma sekolah tinggi jika tidak punya tata krama di rumah.

  23. Kenapa kamu datang ke sini? Kami sudah tak membutuhkanmu lagi!

  24. Aku tak heran jika dia gagal, karena otaknya sangat dungu.

  25. Buang saja fotomu, aku tidak mau melihatnya!

  26. Dasar mata keranjang!

  27. Coba pikir, otakmu disimpan di mana?

  28. Masakan apa ini? Baunya saja seperti busuk!

  29. Dasar manusia tak tahu diri, sudah susah payah aku membantunya, malah dia bersifat begitu.

  30. Suaramu sangat cempreng, sampai telingaku sakit.

  31. Kamu terlalu manja, pantas dicap sebagai anak mama.

  32. Dasar kerbau dungu! Pekerjaan ini saja tak bisa kau selesaikan.

  33. Jangan jadi anjing penjilat!

  34. Bodoh dipelihara, pantas saja diberitahu sulit mengerti!

  35. Anak itu benar-benar tolol.

  36. Aku tidak peduli dengan air matanya, sekalipun ia menangis darah.

  37. Dasar tua-tua keladi, sudah tua masih saja berbohong!

  38. Mampus kau manusia terkutuk!

  39. Aroma badanmu benar-benar membuatku mual!

  40. Pergi saja, aku tak sudi berbicara denganmu!

  41. Kamu itu kepala batu ya? Berulang kali dinasehati tapi masih bersifat sama saja.

  42. Dasar mulut besar, berbicara tapi tak ada bukti!

  43. Badanmu pendek sekali, aku sampai tidak bisa melihatmu.

  44. Dia itu bodoh dan tidak tahu apa-apa.

  45. Dasar tak punya mata, tidak bisakah kau melihatku dihadapanmu!

  46. Tak sudi aku tinggal di sini, rumahnya sangat jelek!

  47. Jangan cengeng, menyelesaikan satu masalah saja tidak bisa.

  48. Hatimu sudah mati ya? Menolong orang kesusahan saja tidak mau.

  49. Tak usah banyak omong, aku tidak mau mendengarnya!

  50. Sejak dulu mulutmu memang berbusa seperti ular.

  51. Bahkan keledai saja tidak mau jatuh ke lubang yang sama. Betapa bodohnya kau!

  52. Jika ingin jatuh, jatuh saja sendiri!

  53. Memangnya ini rumahmu? Seenak saja kau bersikap semena-mena.

  54. Mana mau dia menikah dengan laki-laki sepertimu!

  55. Jelek sekali suaramu, barang-barang sampai pecah!

  56. Pergilah kau dari hidupku, kau adalah musuh terbesarku!

  57. Aku tak sudi bertemu dengan laki-laki kampungan seperti dia!

  58. Apa kau tak punya mata, lampunya sudah merah tapi tak berhenti!

  59. Mampus, makan akibat dari ulahmu!

  60. Dia benar-benar tidak berguna!

  61. Kerja bagus, kau benar-benar telah membuatku kecewa.

  62. Omonganmu sungguh inspiratif, aku sampai ingin muntah.

  63. Kebijakanmu sungguh luar biasa, aku sampai tak bisa berkata-kata.

  64. Kamu sungguh orang yang setia, aku sampai ingin tertawa.

  65. Sangat berbakat sekali kamu, aku sampai tak bisa melihatnya.

  66. Hebat ya kamu, bisa menipu orang semudah itu.

  67. Kamu sungguh beruntung, bisa mendapatkan hasil yang bagus padahal tidak bekerja keras.

  68. Pintar sekali kamu, bisa membuat masalah dengan mudah.

  69. Kamu sungguh bijaksana, bisa sekali mengambil keputusan yang bodoh.

  70. Benar-benar penyabar sekali kamu, bisa menahan amarah padahal aku sudah membuatmu kesal.

Ciri-ciri Majas Sarkasme

Contoh Majas Sarkasme. Foto: UnsplashPriscilla Du Preez 🇨🇦.

Seperti majas pada umumnya, sarkasme juga memiliki sejumlah ciri-ciri. Seperti majas pada umumnya, sarkasme juga memiliki sejumlah ciri-ciri. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengandung olok-olok dan sindiran pedas yang menyakitkan hati.

  2. Selalu menggunakan kata kasar dan mengandung celaan getir.

  3. Tidak enak didengar ketika diucapkan.

  4. Penyampaiannya dilakukan dengan terang-terangan tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Fungsi Majas

Contoh Majas Sarkasme. Foto: Unsplash/Tim Kilby.

1. Membuat Kalimat Lebih Mudah Diingat

Dengan menggunakan majas, kalimat yang dilontarkan atau yang dituliskan pada sebuah karya sastra akan terasa lebih mengena dan meresap.

Sebagai contoh, ketika ada yang mengatakan “dia adalah orang kepercayaan tuan Philips” dan mengatakan “dia adalah kaki tangan tuan Philips”, maka kalimat yang lebih mudah mengena dan meresap adalah yang menggunakan kiasan ‘kaki tangan’.

2. Mampu Melahirkan Imajinasi

Fungsi selanjutnya dari majas yaitu mampu menciptakan sebuah imajinasi. Majas yang digunakan sering kali menimbulkan pengertian dan persepsi yang berbeda-beda pada setiap orang.

Pengertian yang berbeda tersebut bergantung pada sudut pandang, cara berpikir, pengalaman, serta wawasan masing-masing orang.

Ketika menemukan penggunaan majas yang mungkin terdengar asing dan belum diketahui maknanya, maka kita akan berimajinasi dan membayangkan maksud dari kalimat bermajas tersebut.

3. Membuat Kalimat Lebih Bermakna dan Berkesan

Majas mampu membuat sebuah kalimat memiliki makna yang esensial, sedangkan sesuatu yang esensial akan menghasilkan kesan yang lebih dalam.

4. Meningkatkan Daya Tarik Sebuah Karya Sastra

Penulis yang memahami berbagai jenis majas cenderung lebih kreatif dan imajinatif. Selain itu, penggunaan majas dalam karya sastra mampu menarik perhatian serta memberikan nyawa pada karya sastra tersebut.

Novel atau buku yang ditulis bukanlah sebuah film yang digambarkan secara visual melalui adegan-adegan nyata pemerannya yang direkam.

Novel atau karya sastra lainnya hanya tertuang dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu, agar pembaca lebih mudah untuk memahami dan membayangkan cerita pada novel, sering penulis menggunakan majas.

5. Mendekatkan Antara Penulis dan Pembaca

Majas mampu memperlihatkan karakter, jiwa, dan kepribadian penulisnya secara gamblang.

Melalui majas yang mengalir dengan indah dalam kalimat-kalimat pada karya sastra, pembaca akan lebih mengenal dan memahami si penulis dilihat dari jenis majas yang sering digunakan. Demikian adalah ulasan mengenai contoh majas sarkasme. (Nisa)

Baca juga: 65 Contoh Majas Simile berserta Pengertiannya