Konten dari Pengguna

70 Contoh Pantun yang Menggunakan Rima Aa-Aa dan Ab-Ab sebagai Referensi

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Pantun yang Menggunakan Rima. Foto: Unsplash/Viktor Forgacs™️
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Pantun yang Menggunakan Rima. Foto: Unsplash/Viktor Forgacs™️

Contoh pantun yang menggunakan rima aa-aa dan ab-ab mungkin sudah tidak asing di telinga. Materi ini sudah diajarkan sejak di bangku sekolah dasar dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Dikutip dari buku Kamus Lengkap Pantun Indonesia Wajib Dimiliki Siswa Dan Pengajar SD, SMP, SMA, M. Miftah Fauzi S.Pd, (2015:5), pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara.

Daftar isi

Contoh Pantun yang Menggunakan Rima Aa-Aa dan Ab-Ab

Ilustrasi Contoh Pantun yang Menggunakan Rima. Foto: Unsplash/Romain Vignes

Pantun biasanya menggunakan rima aa-aa atau ab-ab, tidak boleh aa-bb atau rima lain. Berikut adalah contoh pantun yang menggunakan rima aa-aa dan ab-ab:

Pantun Rima Aa-Aa

  1. Petik buah rambutan memakai galah Rambutan dibawa ke kota Makkah Hormatilah guru kamu di sekolah Karena akan membawa berkah

  2. Lampu taman saat malam berpijar Bendera merah putih sedang berkibar Aku ke sekolah untuk belajar Dibimbing guru yang sangat sabar

  3. Sebatang pohon terlilit benalu Benalu hijau dari kota Bengkulu Jika hatimu patah telah berlalu Aku mengajak engkau ke penghulu

  4. Dahan yang patah kita sambungkan Jika akar patah sulit disatukan Kepada Tuhan aku mohonkan Supaya kita segera dijodohkan

  5. Potong batang, batang jerami Sayang jerami dipotong di pagi hari Selamat datang di negeri kami Tanjung Pinang negeri aman lestari

  6. Habis berlari terasa payah Ada kolam di kota Mekkah Terima kasih kepada ayah Siang malam mencari nafkah

  7. Nenek menggendong sebakul jamu Jamu madu dipesan satu Janganlah sombong jika berilmu Karena itu insan tak bermutu

  8. Jalan-jalan ke Manokwari Baju robek terkena duri Jangan suka menyimpan iri Hidup tak tenang, tiada berseri.

  9. Sore hari berhembus topan Pohon tumbang menjadi delapan Anak baik, anak yang sopan Kelak bahagia di masa depan.

  10. Malam minggu duduk merenung Mata memandang sejauh ujung Walau ilmu setinggi gunung Sopan santun harus dijunjung.

  11. Makan malam, masaknya kalkun Kalkun ditangkap di tengah gurun Hendaklah kamu belajar tekun Agar nilai tak jadi turun.

  12. Tanah sawah harus diolah Padi berbuah dipanen Jamilah Ikut nasihat guru di sekolah Jangan malas dan suka berkilah.

  13. Air tajin dimakan kenari Burung elang terbang kemari Belajar yang rajin setiap hari Kelak hidupnya berseri-seri.

  14. Orang berlari badannya kekar Jatuh tersangkut sebatang akar Mari peduli orang sekitar Jangan selalu suka bertengkar.

  15. Siapa suruh membeli sangkar Sangkar burung anyaman tikar Siapa selalu suka bertengkar Dekat dia dengan yang mungkar.

  16. Biji kuaci dicampur delima Rasanya enak, sungguh dahsyat Ilmu dicari tiada percuma Buat bekalan sepanjang hayat.

  17. Buah nanas di atas bangku Buah duku dibuat jamu Jangan malas membaca buku Karena buku sumber ilmu.

  18. Awan putih tampak mengambang Pantai surut tersisa garam Banyak ombak dan gelombang Jangan sampai perahumu karam.

  19. Kota Bandung kota kembang Sungguh jauh dari Papua Ayo menabung kita ke bank Sebagai bekal di usia tua.

  20. Tiap malam tertidur pulas Meski tidak memakai alas Jika ingin jadi bintang kelas Belajar keras, janganlah malas.

  21. Pergi ke pasar bersama bunda Di pasar bertemu sama si Aba Wahai kalian para pemuda Jangan pernah coba narkoba.

  22. Gubuk jati bertembok bata Bata kuat warnanya merah Teguhkan hati menggapai cita Kepada Tuhan kita berserah.

  23. Pakai peci warnanya biru Peci dibeli di Kualanamu Jadi murid hormatilah guru Karena guru pembekal ilmu.

  24. Ada kelelawar di atas bukit Ular panjang sedang membelit Jika belajarnya sedikit-sedikit Saat dewasa hidupnya sulit.

  25. Bebek berenang di air rawa Berenangnya bersama hewan iguana Mukanya lucu kalau tertawa Sampai gigi palsunya ikut terlepas hilang entah ke mana

  26. Ada awan tutupi fajar Bulan bintang terletak sejajar Ayo kawan kita belajar Agar cita-cita mudah dikejar.

  27. Anak itik jangan dikejar Nanti melompat ke tengah pasar Di waktu kecil malas belajar Pasti menyesal di saat besar.

  28. Awan berlari, angin menerpa Goa besar dipasang pipa Sinar mentari datang menyapa Doa belajar jangan dilupa.

  29. Belanja online hanya sebentar Nanti barangnya akan diantar Rajin belajar supaya pintar Masa depan takkan terlantar.

  30. Beli kemeja boleh dicicil Kemeja mewah buatan Brazil Banyak belajar di masa kecil Di waktu besar pasti berhasil.

  31. Pergi ke pasar berjumpa preman Lalu ditolong seorang teman Jika sekolah bersih dan aman Maka pembelajaran terasa nyaman.

  32. Penulis surat orang Betawi Sangat pandai dalam menari Sungai ibarat susu surgawi Marilah jaga biar lestari.

  33. Jalannya pincang harus dipapah Karena kemarin diinjak jerapah Bila sembarang membuang sampah Pasti penyakit datang berlimpah.

  34. Ibu pergi membawa lipstik Di bawah hujan yang rintik-rintik Mari kurangi sampah plastik Agar lingkungan semakin cantik.

  35. Tumbuh mekar bunga selasih Dipetik dua oleh Si Asih Jagalah kelas selalu bersih Agar belajar tak jadi risih.

Pantun Rima Ab-Ab

  1. Anjing mengejar ke tanah landai Ayah berburu mendapat talas Rajin belajar pangkal pandai Semangat terus jangan malas.

  2. Apalah guna memakai galah Galah ditaruh di bawah perahu Apalah guna kamu bersekolah Diajar guru tak mau tahu.

  3. Ayah ibu pergi merenung Perut lapar tak jua makan Walau ilmu setinggi gunung Tiada guna tak diamalkan.

  4. Bakso ayam dicampur bihun Sedap rasanya buat ketagihan Tiada guna hidup seribu tahun Kalau hidup dalam kebodohan.

  5. Bapak Bupati datang bertamu Datang sendiri ketika fajar Jika ingin mendapat ilmu Rajin-rajinlah dalam belajar.

  6. Buah masak dipilah-pilah Bawa ke pasar dengan pedati Barang siapa enggan sekolah Jikalau besar menyesal pasti.

  7. Cepat bergegas untuk bertemu Bertemu sambil membawa gulali Kaya harta miskin ilmu Tentulah merugi sama sekali.

  8. Jadi orang janganlah usil Kalau usil banyak musuhnya Jika ingin jadi orang berhasil Belajar itu adalah kuncinya.

  9. Mengambil air guna perigi Dibuat mandi terasa dingin Semakin pohon menjulang tinggi Semakin kencang terpaan angin

  10. Buah salak buah sukun Tergores pisau jari berdarah Jadilah anak rajin dan tekun Tetap berjuang pantang menyerah

  11. Gaun indah berenda-renda Berwarna putih motif melati Wahai anakku kasih ibunda Jadilah manusia selalu berbakti

  12. Berjalan masih harus dituntun Jika lelah mintalah berhenti Bersikaplah sopan dan santun Jaga ucapan agar tak menyakiti

  13. Pohon cemara ditanam sejajar Dahannya patah tinggal sebelah Perintah Allah untuk belajar Niat tulus baca bismillah

  14. Main sepeda jalannya memutar Jalan gelombang berliku-liku Jikalau ingin menjadi pintar Ingat selalu membaca buku

  15. Kalau ada jarum patah Jangan dimasukkan ke dalam peti Kalau ada kataku yang salah Jangan dimasukkan ke dalam hati

  16. Beli sekoteng belum matang Belinya di Banjar Saat ujian sebentar lagi datang Jangan lupa untuk rajin belajar

  17. Jalan-jalan mencari kerang Ikan bandeng tiada berduri Rajin belajar dari sekarang Untuk bekal di kemudian hari.

  18. Jika sempat pergi ke kota Jangan lupa untuk bertamu Dari pada bermain cinta Lebih baik mengejar ilmu.

  19. Kakak remaja pandai berlari Bermain bola di atas atap Semangat belajar sepanjang hari Semoga dapat nilai yang mantap.

  20. Ke desa Kidul membawa terasi Jangan dulu membeli mangga Kalau kamu banyak prestasi Ayah ibu semakin bangga.

  21. Mana ujung mana pangkal Tali panjang untuk mengukur Berangkat ke sekolah dengan tawakal Pulang ke rumah kita bersyukur.

  22. Masuk toko membawa kain Kain ungu buat pertapa Bila engkau banyak bermain Semua ilmu bisa terlupa.

  23. Pergi ke pantai ketemu jodoh Dari Makasar asal orangnya Kalau diri merasa bodoh Rajin belajar adalah obatnya.

  24. Rambut disisir saat berkaca Sebelum pergi mencari kedai Rajin berdoa rajin membaca Itu pertanda anak yang pandai.

  25. Obat apotek resepnya manjur Buat hilangkan kesemutan Sedari kecil berlatih jujur Kelak dewasa jadi panutan.

  26. Udara segar di waktu pagi Datang surya tak ada awan Anak baik suka berbagi Hati mulia sifatnya dermawan.

  27. Sungguh indah bunga melati Setiap sore disiram mama Jadilah anak yang baik hati Berbagi senyum dengan sesama.

  28. Pergi ke kota naik skuter Masuk angin, istirahat sebentar Cita-cita menjadi dokter Harus rajin dan juga pintar.

  29. Anak ayam belajar berkokok Suaranya mirip ayam jantan Anak kecil tak boleh merokok Nanti besar jadi penyakitan.

  30. Ke Pakistan membawa koper Berliku-liku di hutan lebat Walau bukan pahlawan super Tapi ibuku yang paling hebat.

  31. Duduk bersila di tengah pantai Melihat angin kencang bertiup Janganlah kau hidup terlalu santai Rezeki menjauh jodoh pun kuncup

  32. Buah kedondong rasanya asam Beli di pasar murah harganya Punya wajah jangan selalu masam Orang takut kau makan nantinya

  33. Di kampung naik pedati Di jalan melihat badut Bajuri bersusah hati Melihat perut makin gendut

  34. Kalau ada sumur di ladang Bolehlah kita mandi lagi Kalau Anda di warung Padang Bolehkah kita ditraktir lagi

  35. Kapal berlayar di laut Jawa Nahkoda mengacungkan jempol Adik menangis lalu tertawa Melihat kakak masih mengompol

Baca Juga: 5 Contoh Pantun Bersajak ABAB

Itulah contoh pantun yang menggunakan rima aa-aa dan ab-ab yang bisa dijadikan referensi untuk tugas sekolah dan bisa dibagikan ke teman-teman. (glg)