70 Pantun Lucu buat Teman Tertawa Ngakak sebagai Hiburan

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semua orang dapat menciptakan tawa dengan cara yang sederhana, salah satunya dengan pantun. Pantun lucu buat teman tertawa dapat menjadi cara efektif untuk menghibur dan menghilangkan penat setelah seharian beraktivitas.
Berdasarkan informasi dari https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/ di dalam pantun terdapat bahasa yang unik dan disukai masyarakat karena polanya sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu rima a-b-a-b.
Pola perkataan dengan rima tersebut, kemudian dijadikan sebagai model bahasa yang indah dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga pantun masih menjadi salah satu jenis karya sastra lama yang masih digunakan hingga kini.
70 Pantun Lucu buat Teman Tertawa Ngakak
Berikut ini adalah beberapa referensi pantun lucu buat teman tertawa ngakak yang dapat digunakan:
Sepandai-pandai tupai melompat Polisi lebih pandai melompat
Dua tiga kacang tanah buat Lisnih Enggak ada pacar yang datang ke rumah nih
Dapet kado isinya tomat Bodo amat
Nasib hidup enggak punya ordal Dasar lu enggak modal
Selepas burung dari tangan Burung merpati makan rotan Orang yang buang sampah sembarangan Pasti pacarnya orang utan
Ke SPBU membeli bensin Bensin bagus di Pangandaran Menahan diri agar tak bersin Malah kentut tak tertahankan
Jangan takut Jangan khawatir Itu kentut Bukan petir
Dari Mampang nemu kaca Daun kelor rasa ketan Liat aja tampang yang baca Udah kayak kolor setan
Hujan di Solo Banjir di Semarang Kasihan deh lo Masih jomblo sampe sekarang
Tujuh belasan ada pawai Semua nonton ramai-ramai Kemana saja bawa gawai Tapi selalu tanya password Wi-Fi
Ada monyet dan buaya Mereka saling menyakiti Kukira mirip Luna Maya Ternyata malah Mpok Ati
Beli sabun di sebuah warung Warung baru milik Paingan Diam-diam menutup hidung Bau kentut penuhi ruangan
Beli duren ke Irian Jaya Emang di sini dak ada yang kaya
Disini bingung, di sana linglung Emangnya enak, nggak nyambung
Buah semangka berdaun sirih Melihatnya dengan yang lain hati ini lirih
Di langit ada tomat Rebutan pacar sengit amat
Burung kutilang, burung perkutut Terbang tinggi hinggap di kuku Ada bau kentut Eh gak ada yang ngaku
Bunga mawar tangkai berduri Laris manis pedang cendol Aku tersenyum malu sekali Ingat dulu suka mengompol
Burung perkutut Burung kutilang Kamu kentut Nggak bilang bilang
Buah kedondong rasanya asam Beli di pasar murah harganya Punya wajah jangan selalu masam Orang takut kau makan nantinya
Sore hari main layangan Hujan datang semua buyar Makan banyak sampai kekenyangan Dikira ditraktir suruh membayar
Limau purut di tepi rawa Buah dilanting belum masak Sakit perut sebab tertawa Melihat kucing duduk berbedak
Bocah kecil suka bermain Mainannya boneka musang Jangan suka bergantung pada orang lain Apalagi bergantung sambil makan pisang
Keluarga besar banyak anak Salah satu anak namanya Wawa Bersikaplah mirip kuntilanak Senang duka selalu tertawa
Pagi hari minum jamu Biar kuat dan banyak tenaga pulalah Janganlah menuntut ilmu Karena ilmu tidak bersalah
Pohon manggis di tepi rawa Tempat lebah menyimpan madu Sedang menangis nenek tertawa Melihat kakek bermain gundu
Tetangga baru namanya Rahmat Punya istri namanya Cua Kakek cerita terlalu semangat Gigi palsunya copot semua
Mulut kaku karena dibentak Batang jati dibuat kotak Walau kepalaku terlihat botak Bukan berarti tak punya otak
Nona cantik namanya Mbak Yul Suka memakai busana gaul Nonton film cerita tahayul Malah diintip sama si tuyul
Bawa sampah gunakan serok Obati luka biar tak borok Siapa suka tidurnya ngorok Bisa-bisa orangnya jorok
Bibit porang tinggi sedengkul Jangan ditendang, jangan dipukul Nasi goreng makan sebakul Perut kenyang, tidur mendengkur
Lampu di kota terang-terang Mobilnya banyak membawa barang Jika mandinya jarang-jarang Bau tubuhnya kaya belerang
Pak Hadi sangat dermawan Dasar bodoh ini kawan
Tiduran di tandu, berjam-jam Hati merindu, mata sulit memejam Main mata, mesem-mesem Neng tetep cinta, biarpun abang keteknya asem
Wajahmu memang imut Bodimu kaya siput Tingkahmu membuatku salut Tapi sayang hobimu kentut
Kapal berlayar di Laut Jawa Nakhoda mengacungkan jempol Adik menangis lalu tertawa Melihat kakak masih mengompol
Adik pelihara ikan sapu-sapu Mengumpat ia ke tepian Berfoya-foya terlebih dahulu Dikejar rentenir kemudian
Emak nyapu pakai sapu lidi Sudah lapar makan apa pun jadi Tak ada kerja, nganggur pun jadi Tak ada gigi, ompong pun jadi
Kalau pergi ke negeri Arab Belikan saya sebuah kitab Perempuan masa kini gak bisa diharap Bodi bolehlah tapi betis hemm berkurap
Tempayan tutupnya miring Anak perawan kentutnya nyaring Yang janda kentutnya semriwing Yang bencong kentutnya garing
Buah pisang buat tomat Disimpan di dalam lumbung padi Pantas baunya menyengat Ternyata kamu belum mandi
Ikan gabus di rawa-rawa Ikan belut nyangkut di jaring Perutku sakit menahan tawa Gigi palsu meloncat ke piring
Ada belang di buah salak Kelat rasa mulut tak gusar Siapa yang tak ingin tergelak Melihat kera ikut ke pasar
Memasak ikan di dalam peti Paling enak di campur terasi Gayanya aja kayak selebriti Tapi dompetnya kagak berisi
Lebih baik warna kuning Daripada warna ungu Lebih baik gigi kuning Daripada putih, tetapi palsu
Jalan-jalan ke rawa-rawa Capek duduk di pohon palm Geli hati menahan tawa Melihat katak tak bisa memakai helm
Jalan-jalan ke pinggir empang Nemu katak di pinggir empang Hati siapa tak bimbang Kamu botak, malah minta dikepang
Makan nasi sayurnya kangkung Ke pasar malam naik komidi putar Mandirilah mirip jelangkung Datang nggak dijemput, pulang nggak diantar
Ke pasar membeli gunting Jangan lupa membeli pita Sangatlah heran si induk kucing Melihat tikus naik kereta
Pergi berlibur ke Candi Mendut Sambil goyang musiknya dangdut Siapa itu orangnya gendut Kalau berjalan seperti badut
Ngetik di HP, pakai jempol Habis itu makan kesemek Ada anak masih ngompol Ngompol di kasur baunya apek
Di sini kosong di sana kosong Tidak terdapat batang tembakau Bukannya aku berkata bohong Ada katak memikul kerbau
Kaos oblong, dipakai kenek Adik ompong, kayak nenek-nenek
Di pasar ada pepesan Ih, sudah besar masih ingusan
Buah pepaya buah nangka Dipanen dari kebun si Samin Enteng menuduh orang berburuk sangka Maklumin aja enggak punya cermin
Anak Jawa pulang ke Jawa Sampai di Jawa berjual ragi Tuan ketawa, saya ketawa Sama-sama tak ada gigi
Kaca alarm dipukuli Alarmnya langsung bunyi Tertawa hari ini karena geli Melihat kuda asyik bernyanyi
Tumbuh ilalang di semak-semak Semak-semak lalu dibersihkan The power of emak-emak Sein ke kiri, belok ke kanan
Kupu-kupu terbang melintang Hinggap mengisap bunga layu Hati di dalam menaruh bimbang Melihat ikan membaca buku
Kain putih dipakai ngepel Kain ungu dipakai gembel Maksud hati ingin ngapel Malah ketemu wewe gombel
Sakit perut terkena tipes Mungkin karena virus herpes Jika kentutmu bunyinya pess Orang sekitar pasti kan apes
Hujan rintik ada payung Payung terbang entah ke mana Anda bingung, saya pun bingung Eh, ini pantunnya di mana
Kue klepon bertabur kelapa Sungguh unik bentuknya bulat Saya geli melihat papa Tertawa lebar kemasukan lalat
Pergi ke tepi laut Lanjut ke Tanah Abang Siapa yang tidak takut Melihat kecoa terbang
Hujan panas di tengah hari Turun menitik di atas kursi Buaya ganas melarikan diri Melihat itik berbaju besi
Buah markisa buah srikaya Oseng peria oseng genjer Ada ibu berlagak kaya Emas di tangan berjejer-jejer
Mau lebaran membayar zakat Membayar zakat ke Pak Lutpi Awas kamu jangan dekat-dekat Itu iler nempel di pipi
Jalan-jalan ke Ciledug Mampir di masjid liat beduk Liat si badala sapi lagi duduk Ane kirain setan buduk
Pergi merantau jadi TKI di Madinah Berharap jadi seperti Ariel Noah Eh tahunya hidup tetap susah Tapi gayamu sok mewah
Ada mangga yang busuk sebelah Bersihkan dulu dengan kain lap Sebelum pulang dari sekolah Iler di meja tolong dilap
Baca Juga: 50 Contoh Pantun Teka-teki Lucu Lengkap dengan Jawabannya
Itulah beberapa pantun lucu buat teman tertawa ngakak sebagai hiburan. Cara ini dapat digunakan sebagai cara yang sederhana membuat suasana menjadi lebih menyenangkan. Jangan ragu untuk berkreasi membuat pantun sendiri versi dirimu! (Mit)
