8 Kata-kata yang Membuat Orang Menangis Membacanya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
Konten dari Pengguna
16 Mei 2022 22:16
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
8 Kata-kata yang Membuat Orang Menangis Membacanya (211946)
zoom-in-whitePerbesar
Kata- kata yang Membuat Orang Menangis Membacanya, https://unsplash.com/@charrosephotography
ADVERTISEMENT
Meskipun hanya ekspresi pribadi, memang ada kata-kata yang membuat orang menangis membacanya jika dibuat dari perasaan hati yang paling jujur dari dalam diri. Orang lain akan bisa meresapi apa yang kita rasakan saat ini tanpa benar-benar mengalami kejadian yang sebenarnya.
ADVERTISEMENT

Kata- kata yang Membuat Orang Menangis Membacanya

Tak hanya untuk mendeskripsikan perasaan sendiri, kata-kata sedih yang bisa membuat orang lain ikut menangis ketika membacanya mungkin bisa melegakan perasaanya juga.
Bisa jadi, karena ada perasaan-perasaan terpendam selama ini namun tak tersampaikan sehingga kesedihan di hatinya terkubur dalam, sehingga butuh untuk dipancing keluar agar tersalurkan dengan baik.
Simak 8 kata-kata yang membuat orang menangis membacanya saking sedihnya dilansir dari situs captionandquotes.com.
  1. Tuhan, berapa kali aku sudah berputus asa dalam hidup ini, betapa aku tak ingin bertemu dengan jalan hidup yang terseok entah ke jurang mana lagi. Aku sungguh lelah. Aku telak kalah.
  2. Kepada siapa harusnya aku menemukan sumber bahagia? Ketika aku lupa bagaimana mendefenisikannya? Tuhan, bantu aku.
  3. Kali ini aku benar-benar sendiri. Memeluk bantal yang tidak akan nyata sehangat pelukanmu. Kini perpisahan kita terasa benar adanya. Ah, aku lelah menangis hingga kepalaku pusing. Aku cemas akan banyak hal, merindukan seseorang yang tak akan pernah kembali.
  4. Hai, apa kabar diri? Sudah lama aku tidak menanyakan bagaimana hari-harimu berjalan, bagaimana perasaanmu hari ini, bagaimana kesehatanmu? Apa ceritamu hari ini? Apakah sebenarnya kamu memaksakan semua berjalan lurus? Apakah kamu lelah, fisik dan mental? Ini dari ragamu yang sudah lama ingin berteriak, jujurlah pada diriku yang kusayangi tanpa tapi.
  5. Aku kira mengatakan selamat tinggal selalu seperti itu, seperti melompat dari ketinggian. Bagian terburuknya adalah membuat pilihan untuk melakukannya, namun aku mesti melakukannya. Setelah aku berada di udara, tidak ada yang dapat aku lakukan selain melepaskannya dengan benar-benar merelakannya.
  6. Aku tak pernah menyangka melepaskan jadi sebegini sakitnya. Bisa kah kamu mencoba memahami dari sisi aku kali ini? Ada rasa-rasa ingin tetap tinggal. Namun hari ini tidak ada lain kali, sebab ini akan seperti bom waktu yang meledaknya tak bisa kukontrol sendiri.
  7. Aku selalu ingin kita baik-baik saja seperti janji kita awal-awal jatuh cinta dulu, namun nyatanya, harapan-harapan yang kita bangun bersama akhirnya hanya jadi bumbu angan-angan seketika. Aku sedih bukan karena menyesal atas pertemuan, namun waktu yang sudah kita sia-siakan yang pada akhirnya tak bisa bersama.
  8. Ketika aku tidak bersamamu, hatiku hampa, hari-hariku kosong, dan hidupku tanpa kesenangan sedikitpun. Nyatanya kamu tak akan pernah bisa tinggal menyisakan luka yang tak hanya sepenggal. Ya Tuhan, betapa aku merindukanmu.
  9. Apakah menyayangi seseorang bisa sesakit ini? Atau hanya aku yang terlalu naïf mendefinisikan cinta atau mendewakan orang dengan butanya.
ADVERTISEMENT
Untuk meresapi dengan dalam, carilah ruang untuk menyendiri, kata-kata yang membuat orang menangis membacanya tersebut mungkin cocok dengan keadaan saat ini. Tak apa menangis sejenak dan berdialog dengan hati, mungkin sekarang itulah yang dibutuhkan diri sendiri.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020