8 Kata Mutiara Jawa Kuno tentang Kehidupan

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehidupan merupakan rangkaian pembelajaran, ada yang bisa dipelajari dengan mudah, tetapi terkadang juga menantang untuk sebagian orang. Dalam menjalani kehidupan, ada kata mutiara dari berbagai daerah di Indonesia, seperti kata mutiara Jawa kuno tentang kehidupan.
Dikutip dari Memahami Makna Pada Kata-Kata Mutiara Hamka (Hamka Quotes): Tinjauan Kesantunan Berbahasa, Paramita Ida Safitri (2015:483), kata mutiara Jawa kuno bukan hanya sekadar ungkapan. Kata-kata tersebut mengandung banyak nilai-nilai kearifan lokal yang diteruskan dari generasi ke generasi.
8 Kata Mutiara Jawa Kuno
Kata mutiara Jawa sering kali memberikan inspirasi untuk menghadapi tantangan hidup dengan bijaksana dan penuh kesabaran. Pepatah ini mampu memberikan perspektif baru terhadap masalah dan membantu mengatasi konflik dengan bijaksana.
Inilah kata mutiara Jawa kuno tentang kehidupan yang masih berlaku hingga saat ini beserta artinya:
Ben akhire ora kuciwa, dhewe kudu ngerti kapan wektune berharap lan kapan wektune kudu mandeg. (Agar tidak kecewa, kita harus mengerti kapan waktunya berharap dan kapan waktunya harus berhenti).
Wong sabar rejekine jembar, ngalah urip luwih berkah. (Orang sabar rezekinya luas, mengalah hidup lebih berkah).
Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang Sukma. (Mulailah untuk bertindak sebisamu, baru akhirnya serahkan semuanya kepada Allah Yang Maha Esa).
Sabar iku lire momot kuwat nandhang sakehing coba lan pandhadharaning ngaurip. (Sabar itu merupakan sebuah kemampuan untuk menahan segala macam godaan dalam hidup).
Gusti Allah mugi-mugi ora keterusan, aja sembrono. (Semoga Tuhan memberikan hikmah agar kita tidak menjadi ceroboh).
Sing sabar mripat, sing ora sabar mringkes. (Orang yang sabar merasakan nikmatnya, orang yang tidak sabar mengalami penderitaan).
Sepisan-pisan sepisan kadi mrih, luwih mrih-luwih piyambak, luwih piyambak-luwih nrima. (Memberi sedikit adalah seperti meraih, memberi lebih banyak adalah seperti mencangkul, memberi lebih banyak lagi adalah seperti meraih sesuatu).
Manungsa mung ngunduh wohing pakarti. (Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri).
Itulah beberapa kata mutiara Jawa kuno tentang kehidupan yang mengandung makna yang dalam. Kata-kata di atas bisa dijadikan sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat. (Bian)
Baca Juga: 10 Kata Mutiara Bahasa Jepang tentang Kehidupan
