Contoh Essay Mahasiswa yang Baik sebagai Referensi

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia perkuliahan menuntut mahasiswa untuk memiliki kemampuan menulis yang baik. Salah satunya adalah menulis essay. Contoh essay mahasiswa yang berkualitas dapat menjadi portofolio baik untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.
Kualitas essay mahasiswa dapat dilihat dari kedalaman analisis, penggunaan bahasa yang tepat, dan struktur argumentasi yang kuat. Dengan sering berlatih menulis essay, mahasiswa akan terbiasa berpikir kritis dan menyampaikan ide-ide mereka secara efektif.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Essay
Essay merupakan sebuah karya tulis ilmiah yang berisi pendapat, analisis, atau interpretasi penulis terhadap suatu topik tertentu. Essay biasanya ditulis sebagai tugas perkuliahan, tugas akhir, atau untuk mengikuti lomba menulis.
Mengutip dari buku Mahir Berbahasa Indonesia 3: SMA Kelas XII Program IPA Dan IPS, P. Tukan (hal.170), essay dapat dibedakan dengan beberapa jenis, seperti essay argumentasi, essay narasi, essay deskriptif, essay eksposisi, dan essay reflektif.
Dalam menulis essay, yang utama menarik tentunya diperlukan sebuah struktur. Struktur essay yang baik adalah kunci untuk menyampaikan ide-ide dengan jelas dan efektif. Inilah struktur pembuatan essay secara lengkap.
1. Pendahuluan
Pendahuluan dalam struktur essay adalah bagian awal dari sebuah tulisan yang berfungsi untuk menarik perhatian pembaca dan memberikan gambaran umum tentang topik yang akan dibahas.
Pendahuluan yang baik akan membuat pembaca penasaran dan ingin terus membaca. Tujuan utama pendahuluan adalah untuk menjelaskan dengan jelas apa yang akan dibahas dalam essay.
Di bagian ini, penulis dapat menggunakan kalimat yang menarik dan relevan untuk membuat pembaca tertarik, menyatakan pendapat atau argumen utama yang akan dibuktikan dalam essay dan memberikan gambaran singkat tentang struktur essay yang akan dibahas.
2. Isi dan Pembahasan
Isi atau Pembahasan adalah bagian inti dari sebuah essay. Di sinilah penulis mengembangkan ide-ide utama yang telah diperkenalkan dalam pendahuluan dan berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran argumen yang diajukan.
Isi merupakan jantung dari sebuah essay, di mana penulis memberikan bukti-bukti, analisis, dan penjelasan yang mendalam untuk mendukung tesisnya. Dalam bagian ini, setiap paragraf berisi satu ide utama yang mendukung tesis.
Selain itu, penulis juga menyatakan kalimat yang menyatakan ide utama setiap paragraf. Juga sebuah fakta, data, contoh, kutipan dari sumber yang kredibel, atau hasil penelitian.
3. Penutup
Penutup adalah bagian akhir dari sebuah essay yang berfungsi untuk merangkum seluruh isi essay dan memberikan kesan akhir yang kuat pada pembaca. Bagian ini merupakan kesempatan terakhir bagi penulis untuk menegaskan kembali argumen utamanya.
Tujuan utama penutup adalah untuk mengulang kembali poin-poin penting yang telah dibahas dalam bagian isi dan menyimpulkan keseluruhan isi essay dan memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan dalam pendahuluan.
Terdapat elemen-elemen yang biasanya terdapat dalam penutup, seperti ringkasan singkat dari poin-poin penting yang telah dibahas dalam bagian isi dan menawarkan pandangan ke depan atau memberikan saran terkait topik yang dibahas.
Contoh Essay Mahasiswa
Setelah memami pengertian mengenai essay, inilah beberapa contoh essay mahasiswa yang baik sebagai referensi.
1. Si Kecil yang Terlewatkan
Mengutip dari laman fisip.uajy.ac.id karya Rizki Ayu Wibowo Putri (110904295), berikut contoh essay mahasiswa yang baik dan benar:
“Pada umumnya, mahasiswa tidak diijinkan mengenakan sandal jepit saat mengikuti PBM, dan hal itu juga berlaku di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.”
Bukan, kalimat pembuka itu bukan menjadi topik penulisan esai ini. Bila disadari, ada pengganggu kecil yang menjadikan pengumuman resmi itu tidak baku. Bisa jadi, kalimat tersebut hanya sekedar menyinggung salah satu pengumuman yang ada di depan kantor KACM UAJY.
Entah sejak kapan ejaan baku ditetapkan, dan entah siapa yang menetapkannya, namun, ejaan baku itu menjadi masalah tersendiri sekarang. Ejaan yang salah, walau kecil, bisa menjadi gangguan yang cukup meresahkan. Berdasarkan kisah nyata, di suatu sesi presentasi kelompok pengantar ilmu politik, sang dosen sering mengadakan interupsi karena kesalahan ejaan yang terpampang jelas dalam presentasi tersebut. Salah satu pernyataan beliau yang berkesan adalah, “Jangan sampai kesalahan-kesalahan seperti itu terulang di skripsi kalian. Kalian bisa gagal.”
Dari pernyataan itu, tersirat dua kenyataan pribadi dan dua kenyataan umum. Dua kenyataan pribadi adalah dosen tersebut sudah lelah menangani kasus kesalahan penulisan dalam skripsi dan dosen tersebut bisa jadi gerah dengan banyaknya kesalahaan ejaan yang tersurat dalam presentasi itu. Kemudian, dua kenyataan umum yang dimaksud adalah kesalahan kecil, seperti kesalahan ejaan, bisa menjadi masalah besar dan ternyata masih banyak kesalahan ejaan dalam skripsi! Seorang calon wisudawan ternyata masih memiliki masalah yang sama dengan murid- murid sekolah.
Ejaan memang sering terlewatkan. Mungkin karena bentuknya yang kecil, kemudian terselip di antara ribuan kata yang lain. Karena itu, dalam membuat tugas, paling tidak, para mahasiswa memiliki dua harapan. Yang pertama, semoga tidak ada kesalahan ejaan, dan yang kedua, kalau pun ada kesalahan ejaan, semoga tidak ada yang menyadari itu. Dan untuk menutupi kesalahan kecil yang mungkin terjadi, mahasiswa sering menggunakan bahasa indah, menghayati bahwa dirinya adalah Kahlil Gibran. Padahal, kesalahan ejaan yang kecil (bila ketahuan), bisa menjadi gangguan tersendiri dan melunturkan keindahan bahasa yang digunakan. Bahkan hal itu juga berlaku bila benar-benar seorang Kahlil Gibran yang melakukannya.
Kesalahan ejaan bisa terjadi karena faktor ketidakpahaman atau bisa juga terjadi karena faktor ketidakpedulian. Bukannya tidak peduli dengan Bahasa Indonesia, namun kasus ini lebih cenderung kepada ketidakpedulian terhadap ejaan Bahasa Indonesia yang baku. Penyampaian pesan dirasa cukup dengan menggunakan bahasa percakapan sehari-hari tanpa perlu repot- repot memikirkan bahasa bakunya.
Ditambah, pertemuan dengan teman-teman baru dari seluruh daerah di Indonesia menjadikan mahasiswa-mahasiswi baru lebih semangat dalam menunjukkan bahasa daerah masing-masing. Entah karena benar-benar cinta kampung halaman atau hanya karena senang melihat teman barunya kebingungan dengan apa yang sebenarnya dibicarakan. Teringat dengan salah satu pernyataan dosen filsafat sains dan teknologi di suatu kelas, “Saya mohon maaf kalau saat mengajar, saya sering menyelipkan istilah-istilah Bahasa Jawa. Sebenarnya, saya baru-baru ini belajar Bahasa Indonesia. Saya lebih fasih berbicara dengan Bahasa Jawa.”
Kasus ini menarik sekali. Di mana pada umumnya, masyarakat mulai melupakan bahasa daerah masing-masing, namun, di lingkungan kecil UAJY, malah berlaku sebaliknya. Bukan berarti, bahasa daerah kemudian layak dijadikan kambing hitam berkenaan dengan lunturnya kesadaran masyarakat terhadap Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kasus ini hanya, sekali lagi, menegaskan bahwa masyarakat, tentu termasuk warga UAJY, berkomunikasi dengan memperhatikan keefektifan dalam penyampaian pesan saja, tanpa memperhatikan benar- benar ejaan baku yang berlaku.
Sebagai mahasiswa baru, suasana Ujian Nasional SMA masih sangat diingat. Selama bertahun- tahun, nilai Bahasa Indonesia masih menjadi yang paling rendah dibanding pelajaran yang lain. Banyak lulusan SMA saat itu menganggap bahwa peristiwa rendahnya nilai Bahasa Indonesia tersebut bermula dari si pembuat soal. “Yang buat soal terlalu susah,” begitu pendapat mereka.
Dan bila pendapat itu masih melekat, maka sampai menjadi seorang mahasiswa pun, tidak ada yang menyadari bahwa kesalahan sebenarnya terletak dari ketidakpedulian diri terhadap Bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama terhadap ejaan baku. Dan bila benar-benar masih tidak peduli, maka dosen pengantar ilmu politik yang sempat disinggung tadi, harap bersiap-siap menerima skripsi dengan banyak kesalahan ejaan yang menggerahkan lagi.
2. Pengaruh Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan manusia, terutama bagi generasi muda. Media sosial, sebagai salah satu bentuk teknologi digital, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja.
Platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook telah mengubah cara kita berinteraksi, memperoleh informasi, dan membentuk identitas diri. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, media sosial juga menyimpan berbagai potensi bahaya.
Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental remaja, seperti meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan gangguan tidur.
Media sosial menciptakan lingkungan yang sangat kompetitif, di mana remaja sering membandingkan diri mereka dengan orang lain. Mereka melihat postingan teman-teman yang tampak sempurna dan merasa tidak cukup baik. Hal ini dapat memicu perasaan rendah diri, iri hati, dan ketidakamanan.
Cyberbullying adalah tindakan agresi yang dilakukan secara online, seperti menyebarkan rumor, menghina, atau mengancam seseorang. Korban cyberbullying sering mengalami depresi, kecemasan, dan bahkan memiliki pikiran untuk bunuh diri.
Penggunaan ponsel pintar sebelum tidur dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang mengatur siklus tidur. Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar ponsel dapat menghambat produksi melatonin dan menyebabkan kesulitan tidur.
Dalam era digital yang semakin maju, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Meskipun memiliki banyak manfaat, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah, terutama terkait kesehatan mental.
Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk menggunakan media sosial secara bijak dan seimbang. Dengan meningkatkan kesadaran akan dampak negatif media sosial dan memberikan edukasi yang tepat, kita dapat membantu remaja memanfaatkan media sosial secara positif dan meminimalkan risiko yang mungkin timbul.
Demikian pengertian dan dua contoh essay mahasiswa yang baik sebagai referensi. (HEN)
Baca Juga: 10 Contoh Kalimat Pembuka Presentasi Sidang Skripsi yang Menarik
