Konten dari Pengguna

Contoh Pantun Sindiran Buat Teman yang Suka Nyinyir

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh pantun sindiran buat teman, sumber gambar oleh Gino Crescoli dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh pantun sindiran buat teman, sumber gambar oleh Gino Crescoli dari Pixabay

Ada banyak cara untuk mengungkapkan perasaan yang sedang kita rasakan, misalnya mengungkapkan melalui pantun. Tidak dipungkiri dalam pertemanan, kadang kita juga mengalami konflik satu sama lainnya yang menyebabkan rasa kecewa pada teman atau sahabat kita. Konflik yang timbul dalam pertemanan salah satunya adalah kebiasaan nyinyir dari teman kita. Agar tidak semakin besar konflik yang terjadi kalian bisa memberikan kalimat sindiran pada teman tetapi dengan cara yang lebih halus yaitu melalui pantun sindiran buat teman yang suka nyinyir.

Contoh Pantun Sindiran

Ilustrasi contoh pantun sindiran buat teman, sumber gambar oleh Robin Higgins dari Pixabay

Dikutip dari buku Majas, Pantun, dan Puisi, Ulin Nuha Masruchin (2017) pantun sindiran adalah pantun yang memiliki tujuan untuk menyindir dan mengejek seseorang atau teman. Pantun sindiran senada dengan mengkritik perilakum sikap, kondisi, serta fenomena yang ada di lingkungan kita.

Berikut adalah contoh pantun sindiran untuk teman yang suka nyinyir.

Jalan-jalan naik delman

Keliling kota hingga senja

Teman mengaku teman

Kalau ada maunya saja.

Hidup bahagia karena iman

Nafsu maksiat akan terkekang

Bagaimana disebut teman

Dia menusuk dari belakang.

Raja membangun satu dinasti

Jangan ada yang mencelakai

Lain di mulut lain di hati

Berteman hanya melukai.

Obat tabib sangat manjur

Badan sakit ditutup selimut

Kusangka teman yang jujur

Rupanya musuh dalam selimut.

Tebak-tebak buah manggis

Buah manggis rasanya manis

Tiba-tiba kumenangis

Melihatmu terlalu sadis.

Bagus hati bila tabah

Ketika membaca surat biru

Jika dinasehati tak juga berubah

Baiknya kucari sahabat baru.

Enak sekali kue ketan

Ketan dari ladang selatan

Kenapa dia mengaku teman

Tapi melakukan penghianatan.

Sungguh mahal intan baiduri

Hiasan indah sang permaisuri

Teman sejati susah dicari

Teman palsu banyak di sini.

Bunga melati memang harum

Tumbuhnya jauh di perbukitan

Mulut besar pandai mengaum

Sekali disentak gemetaran.

Hujan gerimis hari Selasa

Di pagi hari ke kebun lada

Mulut manis rupanya berbisa

Pandai berjanji, bukti tak ada.

(WWN)