Konten dari Pengguna

Contoh Teks Pidato Singkat tentang Bulan Ramadhan yang Sarat Makna

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 4 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pidato Singkat tentang Bulan Ramadhan. Foto : Unsplash/V
zoom-in-whitePerbesar
Pidato Singkat tentang Bulan Ramadhan. Foto : Unsplash/V

Bulan Ramadhan merupakan salah satu momen bagi umat Islam untuk memperbaiki pemahaman agama. Tidak jarang ustaz atau imam menyampaikan ceramah atau pidato singkat tentang bulan Ramadhan. Simak penjelasan dan contohnya pada artikel berikut ini.

Menurut buku Rangkuman Penting Intisari 4 Mata Pelajaran Utama SD karya Sukma Pratiwi (2015:358), pidato merupakan suatu ucapan yang tersusun dengan baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Tujuan berpidato di antaranya adalah:

  1. Mempengaruhi orang lain.

  2. Memberi suatu pemahaman dan informasi pada orang lain.

  3. Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur.

Pidato Singkat tentang Bulan Ramadhan

Pidato Singkat tentang Bulan Ramadhan. Foto : Unsplash/Jackson Schaal

Adapun pidato yang disampaikan dalam waktu singkat dengan pembahasan yang singkat, padat dan jelas, dapat disebut sebagai pidato singkat. Pidato singkat tentang bulan Ramadhan biasanya juga disebut kultum atau kuliah tujuh menit.

Kultum Ramadhan berisi penjelasan singkat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bulan Ramadhan. Kultum Ramadhan biasanya disampaikan sesudah salat subuh, pada saat menunggu waktu berbuka puasa, atau di antara salat Isya dan salat Tarawih.

Mengutip dari buku Kumpulan Kultum Ramadhan: Berkaca Pada Jiwa 2 karya Prito Windiarto dan Taupiq Hidayat (2021), berikut adalah contoh teks pidato singkat tentang bulan Ramadhan:

Keistimewaan dan Keutamaan Puasa

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Alhamdulillah. Segala puji hanya untuk-Nya. Penguasa alam semesta. Karunia-Nya tak terhingga.

Selawat dan salam teruntuk junjungan mulia, Muhammad SAW. Semoga kita dapat mengikuti sunahnya.

Tak terasa, hari ini kita sudah berada di masa bulan kemuliaan. Bulan yang di dalanya terdapat malam yang lebih utama dan 1000 bulan. Inilah saat salah satu ibadah teragung, yaitu puasa, wajib dikerjakan.

Kita meyakini sepenuh hati bahwa bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Di bulan nan indah ini kita diperintahkan untuk melaksanakan ibadah puasa.

Ibadah puasa spesial karena ia benar-benar jalur langsung antara seorang hamba dengan Rabb-Nya. Ibadah ini langsung dinilai oleh Allah Sang Maha Kuasa. Rasulullah SAW meriwayatkan firman Allah SWT. Dalam hadis Qudsi yang artinya, “Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya (puasa) itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya.” (HR Ahmad dan Muslim).

Pada kesempatan ini izinkan saya untuk memaparkan ulang keutamaan puasa yang dihimpun dari berbagai sumber.

Pertama, puasa sebagai penghapus dosa-dosa.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, karena penuh keimanan dan mengharap rida Allah maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Selain itu, dalam hadis lain disebutkan bahwa, “Salat wajib lima waktu, (dari) satu Jumat ke Jumat selanjutnya, (dari) Ramadhan ke Ramadhan, akan dapat menghapuskan dosa-dosa, selama tidak melakukan dosa besar.” (HR. Muslim)

Dua hadis di atas jelas menunjukkan jika kita berpuasa dengan sebenar-benarnya penuh keimanan, ikhlas demi Allah dan mengarap ganjaran dari-Nya, maka dosa-dosa kita akan diampuni.

Kedua, puasa adalah perisai (penghalang).

Dalam hadis riwayat Imam Ahmad disebutkan, “Puasa itu perisai (penghalang), yang akan menghalangi seorang hamba dari api neraka.” Hadis itu dikuatkan oleh hadis riwayat Imam Nasa’i, “Puasa itu penghalang, selagi ia tidak dirusak.”

Berdasarkan hadis itu kita meyakini bahwa puasa yang kita lakukan, selagi tidak dirusak, akan menjadi penghalang (perisai) dari api neraka kelak. Adapun hal-hal yang merusak puasa di antaranya adalah dusta, menggunjing, memfitnah, dan kemaksiatan lainnya. Karena itu sudah selazimnya kita menjaga puasa kita agar tetap bermakna. Rasulullah mengingatkan, “Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang salat malam, tapi tiak mendapatkan dari salatnya kecuali hanya begadang.” (HR Ibnu Majah)

Demikianlah, dua dari banyak keutamaan puasa ini semoga menjadi motivasi bagi kita agar bisa menjalankan puasa sebaik-baiknya.

Allahumma ainna ‘ala dzikrika wasyukrika wahusni ibadatika. Aamiin ya rabbal alamin.

Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

pidato singkat tentang bulan Ramadhan. Foto : Unsplash/herhy Ad

Kultum tidak hanya disampaikan oleh ustaz atau imam yang sudah terbiasa menyampaikan ceramah agama. Kultum juga bisa disampaikan oleh anak-anak sekolah untuk berlatih pidato singkat tentang bulan Ramadhan pada saat mengikuti pesantren kilat atau pada kompetisi keagamaan. Semoga bermanfaat.(Bhilda)