Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur dan Contohnya

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks prosedur merupakan salah satu kosakata umum dalam bahasa Indonesia yang sering kali muncul dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, terdapat kaidah kebahasaan teks prosedur dalam penulisan bahasa Indonesia.
Dalam materi pelajaran bahasa Indonesa, teks tersebut seringkali muncul dalam pembelajaran. Kata tersebut penting untuk dipelajari karena dapat menjelaskan suatu tahapan-tahapan bagaimana melakukan sesuatu dengan benar.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Teks Prosedur
Mengutip dari buku Teks Prosedur dan Teks Eksposisi, Arnia Aulia (2022), teks prosedur merupakan teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan-tahapan yang wajib dilaksanakan dalam melangsungkan suatu aktivitas secara terstruktur hingga dapat terealisasi dengan baik.
Hal ini bertujuan untuk diikuti supaya suatu pekerjaan bisa dilakukan dan tentunya untuk memudahkan pembaca agar mengikuti perintah, langkah-langkah, maupun saran secara urut dari isi teks prosedur tersebut dengan hasil akhir sesuai keinginan pembaca.
Teks prosedur sering kali ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, hanya saja terkadang kita tidak menyadarinya. Teks tersebut biasanya ada dalam resep masakan atau buku yang berisi mengenai tutorial membuat kerajinan dan DIY.
Perlu diketahui tidak semua jenis teks menggunakan jenis teks prosedur. Adapun teks prosedur memiliki beberapa ciri-ciri antara lain adalah sebagai berikut:
Menggunakan kalimat perintah, saran dan larangan
Dituliskan dalam bentuk poin-poin atau pun penomoran yang harus dilakukan
Menggunakan kata kerja aktif
Menggunakan konjungsi (kata hubung)
Menyajikan informasi yang bersifat objektif
Menggunakan kata keterangan untuk menyatakan rincian waktu, tempat dan cara.
Terdapat isi kegiatan yang dilakukan secara urut atau mempunyai bilangan angka ataupun urutan seperti kalimat pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.
Teks prosedur juga memiliki beberapa struktur penulisan yang harus diperhatikan, berikut adalah beberapa struktur yang ada di teks prosedur:
Judul, atau menggambarkan isi pokok atau topik utama dari suatu teks atau kegiatan yang akan dibuat.
Kata Pengantar atau Pembuka, bagian yang berfungsi sebagai perkenalan yang menyampaikan tujuan penulisan teks prosedur.
Bahan dan Peralatan atau Material, rincian bahan dan alat yang akan digunakan dalam proses produksi.
Langkah-langkah, atau struktur teks prosedur yang berurutan dengan tujuan agar pembaca dapat memahami untuk kemudian menirukannya.
Simpulan, di bagian akhir teks tentang kesimpulan dari aktivitas yang dilakukan, sekaligus ditambahkan beberapa saran dari penulisnya.
Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur
Kaidah kebahasaan adalah aturan kebahasaan atau ciri tertentu yang melekat pada suatu teks. Dalam menyusun teks prosedur, terdapat kaidah kebahasaan teks prosedur yang biasa digunakan dalam bahasa Indonesia, yaitu:
1. Menggunakan Tiga Kalimat
Dalam teks prosedur, terdapat 3 kategori kalimat yang bisa ditemukan, yakni Imperatif, Deklaratif, dan Interogratif. Berikut penjelasannya:
Kalimat Imperatif
Kalimat imperatif merupakan sebuah kalimat yang mengandung perintah, permintaan, atau larangan untuk melakukan sesuatu. Umumnya, kalimat ini ditandai dengan penggunaan partikel –lah.
Contoh: “Perhatikanlah saat menggoreng pisang goreng!”
Kalimat Deklaratif
Kalimat deklaratif merupakan sebuah kalimat yang berisi pernyataan. Contoh: "Pisang goreng adalah cemilan yang cocok disajikan untuk keluarga atau tamu yang berkunjung.”
Kalimat Interogatif
Kalimat interogatif adalah kalimat yang mengandung pertanyaan. Umumnya, pada bagian akhir kalimat ini ditandai dengan tanda tanya (?).
Contoh: “Bagaimana cara membuat pisang goreng yang lezat?”
2. Menggunakan Konjungsi (Kata Penghubung)
Dalam teks prosedur, terdapat 2 jenis konjungsi yang bisa ditemukan, yaitu Konjungsi Persyaratan dan Konjungsi Temporal. Berikut penjelasannya:
Konjungsi Persyaratan
Konjungsi persyaratan merupakan kata penghubung yang menggunakan makna syarat. Contohnya: apabila, asalkan, jika, asalkan, jikalau, kalau, manakala.
Konjungsi Temporal
Konjungsi temporal merupakan kata penghubung yang menandakan urutan waktu dan dijelaskan secara kronologis. Contohnya: lalu, kemudian, setelah itu, selanjutnya dan lainnya.
3. Numeralia (Kata Bilangan)
Numeralia merupakan kata bilangan yang digunakan untuk menghitung banyaknya wujud (orang, binatang, atau barang). Dalam teks orisedur, terdapat 2 jenis numeralia, yaitu Numeralia Urutan dan Numeralia Kuantitas.
Numeralia Urutan
Merupakan sebuah kata yang menyatakan jumlah benda atau urutannya dalam suatu deretan bisa juga menjadi kata pengganti konjungsi temporal. Contohnya: pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.
Numeralia Kuantitas
Merupakan kata dalam teks prosedur yang berfungsi sebagai petunjuk jumlah atau durasi. Contohnya: ”masukkan 3 butir telur,” “diamkan selama 30 menit di dalam kulkas,” dan lainnya.
4. Pronomina
Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Dalam teks prosedur, ada 2 jenis pronomina, yaitu Pronomina Penunjuk dan Pronomina Persona.
Pronomina Penunjuk
Biasanya, pronomina penunjuk mengandung kata umum ‘ini,’ ‘itu‘, dan ‘tersebut‘. Kata ini mengacu pada acuan yang dekat dengan pembicara atau penulis, pada masa yang akan datang atau pada informasi yang akan disampaikan.
Contohnya: “Goreng pisang tersebut hingga kuning keemasan.”
Pronomina Persona
Pronomina persona berjumlah tunggal antara lain aku, saya, beta, dia, kamu, kau, anda, engkau, dan lain-lain. Sedangkan pronomina persona yang berbentuk jamak antara lain kalian, mereka, kami, kita, dan lain-lain.
Contohnya: “Tambahkan saus sambal sesuai dengan selera Anda!”
5. Verba
Verba adalah kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan. Verba dapat juga disebut sebagai kata kerja. Dalam teks prosedur terdapat 2 jenis verba, yaitu verba material dan verba tingkah laku.
Verba Material
Verba material adalah verba yang menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa. Contohnya: ‘menggoreng’, ‘mengaduk,’ ‘mengiris,’ dan sebagainya.
Verba Tingkah Laku
Verba tingkah laku adalah verba yang mengacu pada kata kerja yang ditunjukkan lewat ungkapan, yang secara verbal atau lisan, bukan sikap mental yang tampak.
Contohnya: ‘memahami‘, ‘berpikir,’ dan lainnya.
Contoh Teks Prosedur
Setelah memahami makna teks prosedur, berikut adalah contoh teks prosedur singkat yang mudah dipahami.
1. Cara Membuat Layang-layang
Alat dan Bahan:
Bambu buat dua, panjang 40 cm
kertas wajik
Benang wol
Lem
Gunting
Meteran
Cutter
Spidol
Langkah-langkah:
Siapkan 2 bambu, kemudian ukur bambu pertama dengan spidol dengan panjang 12 cm untuk kepala tandai, bambu kedua ukur dan tandai dengan spidol panjang 20 cm sebagai titik tengah sayap.
Letakkan bambu secara menyilang yang telah diukur sesuai titik.
Lalu, ikat bambu dengan cara dililit menggunakan benang wol dengan kuat.
Pada bagian tengah, beri sedikit sayatan di setiap ujung bambu, difungsikan untuk menjepit benang agar lebih kuat.
Seluruh ujung kerangka hubungkan dengan benang jangan sampai putus.
Letakkan kertas dibawah kerangka bambu, gunting mengikuti pola namun untuk lipatannya tambahkan kurang lebih 1 cm, lalu gunakan lem untuk merekatkannya.
Pada tengah silangan, beri lubang, masukkan benang dan ikat, bisa mengikatnya sejajar sampai sayap agar seimbang, lalu sisikan benang untuk mengendali.
Layang-layang siap dimainkan.
2. Cara Membuat Tiramisu Cake
Dikutip dari buku Go Kitchen (Ayo Ke Dapur), Restu Utami Dewi, (2018), berikut cara membuat tiramisu cake yang simple.
Alat dan Bahan:
7 butir telur utuh (+420 gr)
9 kuning telur (+120 gr)
250 gr gula pasir
1 sdt cake emulsifier
150 gr salted butter
1 sdm susu kental manis
10 gr kopi instan
1 sdm pasta kopi
70 gr terigu protein sedang
15 gr susu bubuk full cream
15 gr tepung maizena
1 sdt baking powder
Cara membuat:
Pertama, siapkan bahan-bahan diatas dengan lengkap.
Panaskan oven 170-180 derajat, lalu siapkan loyang bulat ukuran 22 cm sebanyak 3 buah yang sudah dioles margarin.
Kocok bahan telur, kuning telur, gula pasir, dan cake emulsifier sampai putih mengembang, turunkan speed mixer.
Masukkan bahan salted butter, susu kental manis, kopi instan dan pasta kopi yang sudah dicairkan secara bertahap, kocok hingga rata.
Masukkan bahan terigu protein sedang, susu bubuk full cream, tepung maizena dan baking powder yang sudah diayak, aduk dengan spatula.
Tuang adonan ke dalam loyang, panggang hingga matang selama kurang lebih 15-20 menit. Angkat dan dinginkan.
Setelah itu, ambil cake, lalu beri sirup kopi dengan bantuan kuas hingga permukaan cake menjadi basah.
Oles cheese frosting, tutup lagi dengan sponge cake. Ulangi lagi seperti tadi, terakhir tutup semua dengan cheese frosting, lalu hias dengan taburan cokelat bubuk dan beberapa buah stroberi.
Masukkan kulkas, tunggu 4 jam hingga cake set sempurna. Sajikan.
Demikian penjelasan mengenai kaidah kebahasaan teks prosedur beserta pengertian dan contohnya secara lengkap. (APR)
Baca Juga: Memahami Apa Itu Teks Deskripsi Subjektif dan Objektif
