Kumpulan Kata-kata Bung Karno tentang Pemuda yang Inspiratif

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa di antara kita yang tidak mengenal Bung Karno? Berikut ini adalah beberapa contoh kata-kata Bung Karno tentang pemuda maupun tentang semangat berjuang yang dapat kita maknai dan hidupi.
Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, memang merupakan sosok yang dikagumi banyak orang karena pemikiran serta kata-katanya yang menguatkan dan inspiratif.
Kata-kata Bung Karno tentang Pemuda yang Inspiratif
Dengan membaca kata-kata mutiara di bawah ini, kalian dapat mengembalikan kembali semangat pudar dalam berjuang dari hari ke hari. Karena walaupun bangsa Indonesia sudah merdeka, ternyata banyak yang masih berada dalam belenggu kemiskinan, pemikiran sempit, hingga kejahatan.
Berikut ini adalah beberapa kata-kata Bung Karno tentang pemuda yang diambil dari buku Bung Karno Sang Singa Podium, Rhien Soemohadiwidjojo (2013:415-422).
Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit.
Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.
Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.
Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.
Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu daripada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.
Kata-kata Mutiara Bung Karno
Inilah beberapa kata-kata mutiara Ir. Soekarno yang diambil dari buku Bung Karno Sang Singa Podium, Rhien Soemohadiwidjojo (2013:415-422):
Indonesia merdeka hanyalah suatu jembatan walaupun jembatan emas, di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis.
Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang membuat kita menjadi perkakasnya Tuhan, dan membuat kita menjadi hidup di dalam roh.
Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.
Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan yang Maha Esa.
Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.
Apabila kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang memercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah rakyat gotong royong.
Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala daripada masa yang akan datang.
Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.
Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.
Jikalau ingin menjadi suatu bangsa yang besar, ingin menjadi bangsa yang mempunyai kehendak untuk bekerja, perlu pula mempunyai imajinasi!
Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke.
Bakat persatuan, bakat gotong royong yang memang telah bersulur akar dalam jiwa Indonesia, ketambahan lagi daya penyatu yang datang dari azas Pancasila.
Adakanlah koordinasi, adakanlah simfoni yang seharmonis-harmonisnya antara kepentingan sendiri dan kepentingan umum, dan janganlah kepentingan sendiri itu dimenangkan di atas kepentingan umum.
Semoga setelah membaca kata-kata Bung Karno tentang pemuda dan semangat yang menginspirasi di atas, kita jadi semakin termotivasi untuk berjuang menjadi yang terbaik. (Ester)
