Konten dari Pengguna

Kumpulan Pantun Akhiran U dari Berbagai Tema sebagai Referensi

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Pantun Akhiran U, Foto Unsplash/Aaron Burden
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pantun Akhiran U, Foto Unsplash/Aaron Burden

Pantun akhiran u sering dicari oleh para siswa untuk menyelesaikan tugas dari sekolah. Pantun merupakan salah satu materi yang sering muncul dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Berdasarkan buku yang berjudul The Learning Cell Dalam Pembelajaran Menulis Pantun, Dra. Wiji Astuti, (2021:30), pantun adalah salah satu jenis sastra lisan yang berbentuk puisi. Pantun dikenal di berbagai daerah Indonesia dengan nama yang berbeda-beda.

Pantun sering digunakan untuk membuat suasana menjadi lebih ceria. Karena dengan menggunakan pantun, seseorang bisa mengekspresikan perasaan yang sedang dirasakannya. Pantun tidak hanya menghibur, akan tetapi juga dapat digunakan untuk merangkum keindahan momen yang spesial.

Daftar isi

Pengertian Pantun

Ilustrasi Pantun Akhiran U, Foto Unsplash/Alexander Grey

Sebelum membahas tentang pantun akhiran u, alangkah baiknya jika mengetahui lebih dalam pengertian pantun itu sendiri.

Berdasarkan buku yang berjudul Sastra Indonesia Lengkap, Tim Sastra Cemerlang, (2018:33), pantun merupakan puisi melayu lama asli indonesia yang terdiri dari sampiran dan isi dengan rima a-b-a-b.

Kata "Pantun" berasal dari bahasa jawa kuno yaitu tuntun, yang berarti mengatur atau menyusun. Pantun adalah sebuah karya yang tidak hanya memiliki rima dan irama yang indah, namun juga mempunyai makna yang penting.

Pantun awalnya merupakan karya sastra indonesia lama yang diungkapkan secara lisan, namun seiring berkembangnya zaman sekarang pantun mulai diungkapkan tertulis. Pantun merupakan karya yang dapat menghibur sekaligus mendidik dan menegur.

Pantun merupakan ungkapan perasaan dan pikiran, karena ungkapan tersebut disusun dengan kata-kata hingga sedemikian rupa sehingga sangat menarik untuk didengar atau dibaca. Pantun menunjukkan bahwa indonesia memiliki ciri khas tersendiri untuk mendidik dan menyampaikan hal yang bermanfaat.

1. Ciri-Ciri Pantun

Adapun ciri-ciri pantun berdasarkan buku yang berjudul Sastra Indonesia Lengkap, Tim Sastra Cemerlang, (2018:34), adalah sebagai berikut:

  • Pantun memiliki bait, setiap bait pantun disusun oleh baris baris. Satu bait terdiri dari 4 baris.

  • Setiap baris terdiri dari 8 - 12 suku kata.

  • Setiap baris terdiri dari 4 - 6 kata.

  • Setiap bait pantun terdiri atas sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, baris ketiga dan keempat merupakan isi. (Walaupun sampiran tidak berhubungan langsung dengan isi, namun lebih baik apabila kata-kata pada sampiran merupakan cerminan dari isi yang hendak disampaikan)

  • Pantun Bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a (tidak boleh a-a- b-b atau sajak lain)

2. Macam-Macam Pantun

Adapun macam-macam pantun berdasarkan buku yang berjudul Sastra Indonesia Lengkap, Tim Sastra Cemerlang, (2018:34),, adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan Siklus Kehidupan (Usia)

  • Pantun Anak-Anak, yaitu pantun yang berhubungan dengan kehidupan pada masa kanak-kanak. Pantun ini dapat menggambarkan makna suka cita maupun duka cita.

  • Pantun Orang Muda, yaitu pantun yang berhubungan dengan kehidupan pada masa muda. Pantun ini biasanya bermakna tentang perkenalan, hubungan asmara dan rumah tangga, perasaan (kasih sayang, iba, iri, dan yang lainnya), dan nasib.

  • Pantun Orang tua, yaitu pantun yang berhubungan dengan orang tua. Biasanya tentang adat budaya, agama, nasihat, dan yang lainnya.

2. Berdasarkan Isinya

  • Pantun Jenaka, yaitu pantun yang berisikan tentang hal-hal lucu dan menarik.

  • Pantun Nasihat, yaitu pantun yang berisikan tentang nasihat, bertujuan untuk mendidik, dengan memberikan nasihat tentang moral, budi perkerti, dan yang lainnya.

  • Pantun Teka-teki, yaitu pantu yang berisikan teka teki, dan biasanya pendengar atau pembaca diberi kesempatan untuk menerka teka-teki pantun tersebut.

  • Pantun Kiasan, Pantun yang berisikan tentang kiasan yang biasanya untuk menyampaikan suatu hal secara tersirat.

3. Kaidah Menyusun Pantun

Berikut adalah kaidah penyusunan pantun berdasarkan buku Khazanah Negeri Pantun, Rendra Setyadiharja, (2020:18).

Pantun sebagai tradisi lisan kemudian diperkuat dengan aturan-aturan ketika pantun itu menjadi sebuah karya sastra dalam bentuk tulisan. Hal ini untuk menjaga nilai-nilai filosofis yang terkandung seperti nilai kesopanan dan kesantunan pantun, sehingga pantun tidak menghasilkan sebuah arti yang salah. Atau pantun tidak disalahgunakan.

Sekali lagi pantun ditulis bukan dengan tanpa teknik. Untuk mampu menulis dan menyusun pantun dengan baik dan benar yang sesuai dengan kaidahnya haruslah memahami hal-hal sebagai berikut.

  • Memahami karakteristik dan struktur pantun.

  • Memahami jumlah kata dan suku kata dalam pantun.

  • Memahami pilihan kata (diksi) serta ejaan dalam pantun.

Karakteristik pantun memiliki 4 (empat) baris di mana struktur barisnya adalah baris pertama dan kedua disebut dengan "sampiran" dan baris ketiga dan keempat disebut dengan "isi". Hal ini sebagaimana dijelaskan dari seuah pendapat, bahwa pantun sesungguhnya memiliki

persajakan yang baris pertama dengan ketiga, baris kedua dan keempat memiliki rima dengan asonansi yang sama dan seimbang. Pada pasangan baris pertama (baris pertama dan kedua) dikenal sebagai pembayang maksud (sampiran), menjelaskan kearifan alam.

Sementara pasangan baris kedua (baris ketiga dan keempat) yang biasa disebut dengan maksud (isi) yang selalu berisikan perilaku sosial dan moralitas manusia pada maksud atau Isi.

Sampiran dan isi pantun biasanya tidak memiliki hubungan sebab akibat yang saling berkaitan. Di mana sampiran biasanya bukan merupakan susunan kalimat formal yang menuangkan isi pantun, namun lebih sekadar bahasa pengantar dengan pilihan kata yang sifatnya tentang alam, perilaku manusia, nama buah- buahan, nama pulau, hewan dan sebagainya.

4. Perbedaan Pantun dengan Karya Sastra Lainnya

Berdasarkan buku Khazanah Negeri Pantun, Rendra Setyadiharja, (2020:12), pantun terkadang juga disamakan dengan karmina, di mana pantun diucapkan sebanyak dua baris dengan persajakan yang sama antara baris pertama dan kedua, atau pantun terkadang dianggap sebagai sebuah syair.

Namun dengan memahami perbedaan pantun dengan karya sastra tersebut, alangkah lebih baik jika membandingkan antara karya sastra lainnya dengan pantun.

Pantun secara genrenya termasuk dalam karya sastra Melayu Klasik seperti Gurindam, Seloka, Syair, Talibun, dan Karmina. Secara kasat mata, beberapa karya sastra ini terlihat sama namun sebenarnya karya sastra ini memiliki perbedaan. Perbedaan dapat dilihat dari contoh berikut ini:

1. Pantun

Jangan harap kepada padi

Mari ditanam dalam gembia

Jangan harap kepada mimpi

Hari siang manalah dia

2. Syair

Bismillah ini permulaan kata

Dengan nama Tuhan alam semesta

Akan tersebut Sultan Mahkota

Di Negeri Barbari baginda bertahta

3. Seloka

Jalan-jalan ke kampung dalam

Singgah menyinggah di pagar orang

Pura-pura mencuri ayam

Ekor mata di anak orang

4. Gurindam

Barangsiapa mengenal Allah

Suruh dan tegahnya tiadalah ia menyalah

5. Talibun

Kalau anak pergi ke pekan

Hiu beli belanak beli

Ikan panjang beli dahulu

Kalau anak pergi berjalan

Ibu cari sanakpun cari

Induk semang cari dahulu

Contoh Pantun Akhiran U dari Berbagai Tema

Ilustrasi Pantun Akhiran U, Foto Unsplash/Eliabe Costa

Berikut adalah contoh pantun akhiran u dengan berbagai tema untuk referensi belajar.

1. Tema Pendidikan

  1. Buah apel di bawah bangku

    Buah mengkudu dibuat jamu

    Jangan kamu malas baca buku

    Karena buku adalah sumber ilmu

  2. Duduk di kursi mencari kutu

    Dapat lima bakar di tungku

    Jika kamu ingin juara satu

    Rajinlah membaca buku selalu

  3. Bunga-bunga harus diramu

    Untuk hidupkan semangat yang layu

    Rajinlah mencari ilmu

    Untuk menjadi pegangan selalu

  4. Pandang rembulan tanpa jemu

    Sinarnya terpantul di atas batu

    Apabila memiliki banyak ilmu

    Hidup makmur sepanjang waktu

  5. Buah semangka buah mengkudu

    Dibungkus dengan kain warna biru

    Rajinlah belajar selalu

    Untuk meraih semua cita-citamu

  6. Pergi berenang ke tepi danau

    Untuk melihat ikan hiu

    Pastikan kamu semangat selalu

    Agar dapat menuntut ilmu

2. Tema Cinta

  1. Api besar dari tungku

    Hingga membuat habis kayu

    Telah lama aku menunggu

    Untuk bilang I Love You padamu

  2. Buah durian buah duku

    Tidak dapat dibuat jamu

    Saat kamu membelah dadaku

    Tentu ada nama indahmu

  3. Jual kemejatidak pernah laku

    Sebab preman kerap mengganggu

    Banyak orang yang mendekatiku

    Hanya kamu yang selalu aku tunggu

  4. Ke pasar membeli paku

    Di sebelah ada toko baju

    Jika kamu tahu isi hatiku

    Hanya kamu yang selalu ku tunggu

  5. Ingin berlayar naik perahu

    Perahu itu tempat bertemu

    Jika saja kamu tahu

    Mataku selalu tertuju padamu

  6. Baru kemarin membeli motor baru

    Tetapi sudah masuk ICU

    Sungguh cantik paras wajahmu

    Membuatku selalu tertuju padamu

  7. Rambut panjang banyak kutu

    Dibersihkan dengan palu

    Jujur aku sangat malu

    Galau aku tanpa kehadiranmu

  8. Makan tempe dengan tahu

    Tidak lupa memakai garpu

    Aku terpesona dengan kecantikanmu

    Hingga aku ingin memilikimu

  9. Ke tepi danau melempar batu

    Tidak terbatas cepat melaju

    Dari awal aku merasa terharu

    Jika kamu ada didekatku

  10. Masak sayur ditambah bumbu

    Hingga matang dijadikan satu

    Teringat kamu di malam Minggu

    Membuat aku selalu merindu

  11. Bangun pagar dari bambu

    Jadinya tidak mempunyai mutu

    Jika kamu tertarik padaku

    Ingatakan untuk makan selalu

  12. Ada sebuah permainan yang seru

    Permainan itu adalah lempar batu

    Aku telah mencari bapak penghulu

    Untuk membuktikan cintaku padamu

  13. Makan roti di hari Rabu

    Kenyangnya sampai hari Minggu

    Aku hanya ingin mengadu

    Jika hati ini hampa tanpamu

  14. Pegang jendela di depan pintu

    Sambil masak ayam betutu

    Sabar hati selalu menunggu

    Tidak mengapa semua demi kamu

Itulah contoh pantun akhiran u dengan berbagai tema untuk referensi belajar. (Adm)

Baca juga: 60 Contoh Pantun tentang Ibu dari Anak yang Menyentuh Hati