Konten dari Pengguna

Pantun dan Puisi Ulang Tahun Kota Jakarta ke-496 yang Penuh Makna

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pantun dan Puisi Ulang Tahun Kota Jakarta ke-496 yang Penuh Makna, foto Unsplash/Muhammad Syafi Al - adam
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pantun dan Puisi Ulang Tahun Kota Jakarta ke-496 yang Penuh Makna, foto Unsplash/Muhammad Syafi Al - adam

Hari Ulang Tahun atau HUT Jakarta dirayakan setiap tanggal 22 Juni. Tahun ini, kota yang dijuluki The Big Durian tersebut memperingati ulang tahun yang ke-496. Dalam rangka perayaannya, pantun dan puisi ulang tahun Kota Jakarta dapat diunggah ke media sosial.

Menurut buku Jakarta Membangun tulisan BAPPEDA DKI Jakarta, awalnya kota Jakarta dikenal dengan nama Sunda Kelapa. Setelah kemenangan Fatahillah terhadap tentara Portugis pada 22 Juni 1527, nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta.

Pada 1619, pemimpin VOC, Jan Pieterszoon Coen merebut Jayakarta dan mengubah namanya menjadi kota Batavia. Lalu pada 1942, nama Batavia diubah menjadi Jakarta.

Bagi Anda yang hendak merayakan HUT Jakarta, beberapa pantun dan puisi ini dapat dijadikan referensi.

Pantun Ulang Tahun Kota Jakarta ke-496

Ilustrasi Pantun dan Puisi Ulang Tahun Kota Jakarta ke-496 yang Penuh Makna foto: Unsplash/Visual Karsa

Inilah referensi pantun Ulang Tahun Kota Jakarta yang dikutip dari buku Antologi Pantun Negeriku Berpantun oleh Ana Armalia K, dkk. dan buku Semua Bisa Pintar Ulangan Harian Tematik Kelas 5 SD karya Nur Utari:

1. Jalan-jalan ke Kota Jakarta,

Jakarta rumahnya kakanda

Betapa hati senang dan bahagia,

Bisa diklat pantun sambil tawa canda

2. Jalan-jalan ke kota Jakarta

Jangan lupa membeli peci

Jika ingin ayah dan bunda masuk surga

Jadilah anak yang berbakti

3. Jakarta kota metropolitan

Penduduknya padat sekali

Kalau kamu cinta kebersihan

Mengapa buang sampah di kali

4. Jalan-jalan ke kota Jakarta

Jangan lupa membeli duku

Hati ini terasa hampa

Tanpa dirimu disampingku

Puisi Ulang Tahun Kota Jakarta ke-496 yang Menyentuh

Ilustrasi Pantun dan Puisi Ulang Tahun Kota Jakarta ke-496 yang Penuh Makna foto: Unsplash/Rifki Kurniawan

Berikut pantun untuk memperingati HUT Jakarta yang dirangkum dari buku Poem Book karya Heidi Nasution dan buku Dari Sebuah Album oleh Rita Oetoro:

1. Puisi berjudul Jakarta

senja demi senja

menelan usia berbunga

debu dan bising kota — selalu

melantunkan

lagu-lagu rindu dalam hati

telah kukenal — garis-garis

wajahmu berangkat tua

kehangatan napas

yang melingkupi kami

dan

dalam duka aku belajar

menyayangimu

sebab telah kupasrahkan di haribaanmu, sayang

mementu mori:

dua anak kami

2. Puisi berjudul Sketsa Ibukota

Di tubuhmu

gedung-gedung itu tumbuh dengan pesat

Seperti kilat yang melesat

melewati, menerobos maklumat

Mengaburkan arah kiblat

dan, membuatku nyaris tersesat

Sebab petaku salah beralamat

meninabobokanku dalam nikmat yang sesaat

Di jalananmu

lahir bocah-bocah yang bertanya tentang ayah

Mereka pun menengadah

canda tawanya berbingkai jengah

Impian hanya tersisa sebelah

Lalu, sekantong air matanya pecah

pada jalan-jalan hidup yang rebah