Pesan Alkitab untuk Orang Tua sebagai Bahan Perenungan

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kepercayaan Kristen, orang tua merupakan wakil Tuhan di bumi. Mengemban tugas yang mulia dalam mendidik anak, ada berbagai pesan Alkitab untuk orang tua yang bisa diteladani.
Dengan meneladani pesan-pesan Tuhan yang ada di dalam Alkitab, orang tua bisa senantiasa mengarahkan anak untuk terus menjalani hidup yang sesuai kehendak-Nya.
Pesan Alkitab untuk Orang Tua
Berikut adalah sejumlah pesan Alkitab untuk orang tua yang dikutip dari biblestudytools.com, openbible.info, dan countryliving.com:
“Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” - Ulangan 5:16 (TB)
“Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” - Ulangan 6:6-7 (TB)
“Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu. Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun; engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu, supaya panjang umurmu dan umur anak-anakmu di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepada mereka, selama ada langit di atas bumi.” - Ulangan 11:18-21 (TB)
“Kedua belas batu yang diambil dari sungai Yordan itu ditegakkan oleh Yosua di Gilgal. Dan berkatalah ia kepada orang Israel, demikian: “Apabila di kemudian hari anak-anakmu bertanya kepada ayahnya: Apakah arti batu-batu ini? maka haruslah kamu beritahukan kepada anak-anakmu, begini: Israel telah menyeberangi sungai Yordan ini di tanah yang kering! – sebab TUHAN, Allahmu, telah mengeringkan di depan kamu air sungai Yordan, sampai kamu dapat menyeberang seperti yang telah dilakukan TUHAN, Allahmu, dengan Laut Teberau, yang telah dikeringkan-Nya di depan kita, sampai kita dapat menyeberang, supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada TUHAN, Allahmu.”” - Yosua 4:20-23 (TB)
“Nyanyian pengajaran Asaf. Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku.” - Mazmur 78:1 (TB)
“Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” - Mazmur 103:13 (TB)
“Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.” - Mazmur 127:3-5 (TB)
“Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.” Amsal 1:8-9 (TB)
“Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.” - Amsal 3:1-2 (TB)
“Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.” - Amsal 3:11 (TB)
“Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.” - Amsal 3:12 (TB)
“Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.” - Amsal 13:22 (TB)
“Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.” - Amsal 13:24 (TB)
“Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.” - Amsal 17:6 (TB)
“Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.” - Amsal 19:18 (TB)
“Orang benar yang bersih kelakuannya — berbahagialah keturunannya.” - Amsal 20:7 (TB)
“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” - Amsal 22:6 (TB)
“Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.” - Amsal 22:15 (TB)
“Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.” - Amsal 23:22 (TB)
“Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya.” Amsal 29:15 (TB)
“Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.” - Amsal 29:17 (TB)
“Lihat, setiap penyair akan mengatakan sindiran ini mengenai engkau: Begitu ibu, begitu anak!” - Yehezkiel 16:44 (TB)
“Sesungguhnya sekarang sudah untuk ketiga kalinya aku siap untuk mengunjungi kamu, dan aku tidak akan merupakan suatu beban bagi kamu. Sebab bukan hartamu yang kucari, melainkan kamu sendiri. Karena bukan anak-anak yang harus mengumpulkan harta untuk orang tuanya, melainkan orang tualah untuk anak-anaknya.” - 2 Korintus 12:14 (TB)
“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” - Efesus 6:4 (TB)
“Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.” - Kolose 3:21 (TB)
“Seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya.” - 1 Timotius 3:4 (TB)
“Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?” - 1 Timotius 3:5 (TB)
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” - 2 Timotius 3:16 (TB)
“Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar firman Allah jangan dihujat orang.” - Titus 2:2-5 (TB)
“Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?” - Ibrani 12:9 (TB)
“Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.” - Ibrani 12:11 (TB)
“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.” - 1 Petrus 5:2-3 (TB)
Cara Mendidik Anak dalam Kristen
Berdasarkan pesan Alkitab di atas, berikut adalah cara mendidik anak dalam ajaran Kristen.
1. Menanamkan Konsep Takut akan Tuhan
Pertama, kenalkanlah dan tanamkanlah konsep takut akan Tuhan dengan menuntunnya dalam berdoa dan merenungkan firman Tuhan setiap hari.
Ini berarti bukan sekadar membaca Alkitab, tetapi juga merenungkannya agar bisa mempraktikkannya di dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, orang tua juga harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak. Pasalnya, anak-anak adalah peniru ulung. Jadi, jika ingin anak-anak hidup takut akan Tuhan, maka orang tua harus terlebih dahulu takut akan Tuhan.
2. Mendidik tanpa Amarah
Amarah dapat menimbulkan kepahitan di hati anak dan bahkan trauma di alam bawah sadarnya. Jadi, ingatlah untuk tidak mengeluarkan kata kasar dan nada tinggi yang berlebihan saat menegur anak-anak. Tetaplah tegas, tetapi jangan kasar.
3. Mengajar Anak dengan Disiplin
Orang tua memang harus mengasihi setiap anaknya. Namun, ini bukan berarti memanjakan. Pasalnya, hidup ini keras, sehingga anak-anak harus bisa disiplin dan kuat sejak dini.
“Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.” - Amsal 13:24 (TB)
Kata tongkat di sini tidak berarti kekerasan secara harfiah, melainkan kedisiplinan dan ketegasan. Jika anak melakukan kesalahan, maka ia harus mendapatkan teguran dan bahkan hukuman agar tidak berlaku seenaknya di masa depan.
Demikianlah berbagai pesan Alkitab untuk orang tua. Sebelum mempraktikkannya, berdoalah untuk meminta hikmat dari Tuhan agar mampu melaksanakannya dengan baik dan benar. (Bren)
Baca juga: 50 Ayat Alkitab untuk Pernikahan di Undangan Pasangan Kristen
