Konten dari Pengguna

Puisi untuk Ibu Tercinta yang Penuh Kasih Sayang dan Menyentuh Hati

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi untuk ibu tercinta. Sumber: Pixabay/pexels.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi untuk ibu tercinta. Sumber: Pixabay/pexels.com.

Puisi untuk ibu tercinta boleh dibilang selalu ada dalam deretan karya para penyair dari genre manapun. Puisi tentang ibu seakan menjadi syarat tak tertulis sempurnanya sebuah kumpulan karya.

Tak jarang, gaya penyampaian dalam puisi ibu beda dibandingkan dengan puisi-puisi lain ciptaan penyair tersebut. Kasih ibu memang beda, tanpa syarat.

Puisi untuk Ibu Tercinta

Ilustrasi puisi untuk ibu tercinta. Sumber: OleksandrPidvalnyi/pexels.com.

Ada 2 puisi untuk ibu tercinta yang sering dibacakan orang, yaitu karya DZI dan Chairil Anwar. Keduanya penyair hebat di jaman yang berbeda. Karena itu, menarik menyimak untaian kata mereka untuk ibu.

1. Ibu karya D. Zamawi Imron

Dikutip dari Madura, Akulah Darahmu, D.Zamawi Imron (2019:3).

kalau aku merantau lalu datang musim kemarau

sumur-sumur kering, daunpun gugur bersama ranting

hanya mataair airmatamu ibu, yang tetap lancar mengalir

bila aku merantau,

sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku

di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kehidupan

lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

ibu adalah duru pertapaanku

dan ibulah yang meletakkan aku disini

saat bunga kembang menyerbak bau sayang

ibu menunjuk ke langit, lalu ke bumi

aku mengangguk meski kurang mengerti

bila kasihmu ibarat samudra

sempit laut teduh

tempatku mandi, mencuci pada diri

tempatku berlayar, melempar pukat dan menebar sauh

lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku

kalau ikut ujian dan ditanya tentang pahlawan

namamu ibu, yang kusebut paling dahulu

lantaran aku tahu,

engkau ibu dan aku anakmu

bila aku berlayar lalu datang angin sakal

Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal

ibulah itu, bidadari yang berselendang bianglala

sesekali datang padaku

menyuruhku menulis langit biru

dengan sajakku

2 Ibu karya Chairil Anwar

Dikutip dari Pembelajaran Puisi, Apresiasi dari Dalam Kelas, Supriyanto (2020:9-10).

Pernah aku ditegur

Katanya untuk kebaikan

Pernah aku dimarah

Katanya memperbaiki kelemahan

Pernah aku diminta membantu

Katanya supaya aku pandai

Ibu ….

Pernah aku merajuk

Katanya aku manja

Pernah aku melawan

Katanya aku degil

Pernah aku menangis

Katanya aku lemah

Ibu ….

Setiap aku tersilap

Dia hokum aku dengan nasihat

Setiap aku kecewa

Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat

Setiap kali aku dalam kesakitan

Dia ubati aku dengan penawar dan semangat

Dan bila aku mencapai kejayaan

Dia kata besyukurlan pada Tuhan

Namun …

Tidak pernah kau lihat air mata dukamu

Mengalir di pipimu

Begitu kuatnya dirimu

Ibu ….

Aku sayang padamu

Tuhanku ….

Aku memohonon pada-Mu

Sejahterakanlah dia

Selamanya ….

Baca juga: 4 Kumpulan Puisi Tentang Pertemanan Sejati

Demikianlah persembahan puisi untuk ibu tercinta yang penuh kasih sayang dan menyentuh hati karena harus menahan rindu. (lus)