Puisi untuk Ibu Tercinta yang Penuh Kasih Sayang dan Menyentuh Hati

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi untuk ibu tercinta boleh dibilang selalu ada dalam deretan karya para penyair dari genre manapun. Puisi tentang ibu seakan menjadi syarat tak tertulis sempurnanya sebuah kumpulan karya.
Tak jarang, gaya penyampaian dalam puisi ibu beda dibandingkan dengan puisi-puisi lain ciptaan penyair tersebut. Kasih ibu memang beda, tanpa syarat.
Puisi untuk Ibu Tercinta
Ada 2 puisi untuk ibu tercinta yang sering dibacakan orang, yaitu karya DZI dan Chairil Anwar. Keduanya penyair hebat di jaman yang berbeda. Karena itu, menarik menyimak untaian kata mereka untuk ibu.
1. Ibu karya D. Zamawi Imron
Dikutip dari Madura, Akulah Darahmu, D.Zamawi Imron (2019:3).
kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunpun gugur bersama ranting
hanya mataair airmatamu ibu, yang tetap lancar mengalir
bila aku merantau,
sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kehidupan
lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar
ibu adalah duru pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku disini
saat bunga kembang menyerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit, lalu ke bumi
aku mengangguk meski kurang mengerti
bila kasihmu ibarat samudra
sempit laut teduh
tempatku mandi, mencuci pada diri
tempatku berlayar, melempar pukat dan menebar sauh
lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
kalau ikut ujian dan ditanya tentang pahlawan
namamu ibu, yang kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu,
engkau ibu dan aku anakmu
bila aku berlayar lalu datang angin sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal
ibulah itu, bidadari yang berselendang bianglala
sesekali datang padaku
menyuruhku menulis langit biru
dengan sajakku
2 Ibu karya Chairil Anwar
Dikutip dari Pembelajaran Puisi, Apresiasi dari Dalam Kelas, Supriyanto (2020:9-10).
Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya memperbaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai
Ibu ….
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah
Ibu ….
Setiap aku tersilap
Dia hokum aku dengan nasihat
Setiap aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati aku dengan penawar dan semangat
Dan bila aku mencapai kejayaan
Dia kata besyukurlan pada Tuhan
Namun …
Tidak pernah kau lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu
Ibu ….
Aku sayang padamu
Tuhanku ….
Aku memohonon pada-Mu
Sejahterakanlah dia
Selamanya ….
Baca juga: 4 Kumpulan Puisi Tentang Pertemanan Sejati
Demikianlah persembahan puisi untuk ibu tercinta yang penuh kasih sayang dan menyentuh hati karena harus menahan rindu. (lus)
