Konten dari Pengguna

Narsistik: Membongkar Kecenderungan Diri yang Terlalu Mencintai Diri Sendiri

Intan Islami

Intan Islami

Full time medical assistant in Tangerang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Intan Islami tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Narsistik. Foto: Shutterstock.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Narsistik. Foto: Shutterstock.com.

Gangguan kepribadian narsistik merupakan perasaan cinta yang mendalam terhadap diri sendiri secara berlebihan, merasa lebih hebat dari orang lain, ingin dikagumi, dan memiliki empati yang kurang. Gangguan kepribadian narsistik merupakan fenomena pada perilaku narsistik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari terutama di media sosial. Semakin berjalannya waktu ke waktu, perkembangan media sosial semakin pesat. Adanya media sosial memiliki dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia. Adapun dampak positif yaitu memudahkan individu dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan individu lain, serta dapat menjalin hubungan pertemanan dari berbagai daerah atau negara dengan individu lain. Namun selain itu penggunaan media sosial yang berlebihan atau tidak sehat dapat memperkuat atau bahkan memunculkan perilaku narsistik pada individu. Adapun dampak negatif yaitu ketergantungan terhadap validasi eksternal, kesulitan dalam menerima kritik atau kegagalan, dan krisis empati akibat terlalu fokus pada diri sendiri.

Ilustrasi Narsistik. Foto: id.depositphotos.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Narsistik. Foto: id.depositphotos.com.

Gangguan narsistik disebabkan karena adanya kekaguman yang berlebihan pada diri sendiri, sering kali memandang dirinya jauh lebih baik dari orang lain, memiliki fantasi yang berlebihan pada keberhasilan yang dicapainya, serta kurangnya memahami perasaan orang lain. Adapun beberapa faktor pemicu gangguan kepribadian narsistik selain selfie adalah adanya pengaruh pola asuh orang tua terhadap anak. Salah satu pola asuh orang tua yang dapat memicu gangguan kepribadian narsistik yaitu memanjakan anak yang berlebihan, sehingga anak selalu haus pujian dari orang lain dan kemudian anak yang mendapatkan pengabaian dari orang tuanya, sehingga anak tersebut melakukan berbagai cara untuk mengidealkan dirinya sendiri.

Adapun cara penanganan pada gangguan kepribadian narsistik menurut Fauziah, F & Widuri menjelaskan beberapa cara penanganan pada gangguan kepribadian narsistik yang belum bersifat kronis, yaitu:

  1. Melatih diri dalam memandang orang lain secara positif. Bahwa setiap individu tentunya memiliki kelebihan dan keistimewaan tersendiri.

  2. Bersikap dan berperilaku dengan secara sederhana agar tidak menimbulkan hedonisme dan narsistik.

  3. Melatih diri untuk bersikap rendah hati. Dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi atas sikap dan perilaku yang telah dilakukan dan belajar dari pengalaman orang lain.

  4. Selalu evaluasi atas ucapan, sikap, dan perilaku yang muncul apabila mengandung unsur kesombongan.

Itulah beberapa cara penanganan yang bisa dilakukan dalam menangani gangguan kepribadian narsistik.