Konten dari Pengguna
Kontaminasi Mikroplastik dari Lipstik: Tantangan Baru dalam Keamanan Pangan
3 Desember 2025 12:06 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Kontaminasi Mikroplastik dari Lipstik: Tantangan Baru dalam Keamanan Pangan
Artikel ini membahas tentang mikroplastik dalam lipstik dan berisiko terhadap keamanan pangan. Diperlukan pengembangan bahan lipstik yang ramah lingkungan untuk mengurangi paparan mikroplastik.Intan Aulia Windana
Tulisan dari Intan Aulia Windana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Mikroplastik dan Lipstik
Lipstik merupakan salah satu produk kosmetika yang sering digunakan oleh wanita untuk memberikan warna serta tekstur pada bibir, sehingga dapat memberikan penampilan wajah yang lebih menarik. Lipstik biasanya berbentuk batang padat yang dioleskan langsung ke permukaan bibir. Selain berperan sebagai pewarna, lipstik juga mengandung komponen pelembap dan pelindung yang membantu menjaga kelembapan serta kesehatan bibir (Wikipedia). Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil yaitu <5 mm, mikroplastik kini semakin banyak dijumpai pada berbagai produk kosmetik, salah satunya pada lipstick (Kadek dkk.,2024). Kehadiran mikroplastik pada lipstik menimbulkan kekhawatiran baru terhadap bidang keamanan pangan, terutama ketika lipstik bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan makanan. Dengan demikian, penilaian risiko terhadap keberadaan mikroplastik dalam lipstik menjadi penting untuk mengetahui potensi paparan serta dampak kesehatan yang dapat ditimbulkannya.
ADVERTISEMENT
Kandungan Mikroplastik dalam Lipstik dan Jalur Paparannya ke dalam ke tubuh
Mikroplastik yang sering dijumpai dalam lipstik antara lain polietilen, nilon-12, serta berbagai partikel plastik berukuran mikro lainnya. Kehadiran mikroplastik tersebut dapat berasal dari bahan yang digunakan dalam formulasi lipstik maupun dari kontaminasi selama proses produksi. Partikel mikroplastik pada lipstik berpotensi berpindah ke mulut atau masuk ke dalam makanan saat lipstik digunakan (Ju Hee Jan dkk., 2025).
Bahaya terhadap Kesehatan Terkait Mikroplastik dalam Lipstik
Menurut (Kadek dkk., 2024) melaporkan bahwa paparan mikroplastik telah dikaitkan dengan berbagai potensi bahaya, seperti terjadinya peradangan, stres oksidatif, gangguan pada sistem hormon, serta kerusakan pada saluran pencernaan. Mikroplastik juga dapat membawa zat kimia berbahaya yang menempel pada permukaannya. Dampak pada saluran pencernaan mencakup kerusakan jaringan pencernaan, peradangan pada usus, serta gangguan keseimbangan mikrobiota usus, yang menjadi perhatian penting dalam aspek keamanan pangan. Paparan mikroplastik jangka panjang yang dapat berasal dari produk kosmetik seperti lipstik juga berpotensi menurunkan fungsi kekebalan tubuh dan memicu peradangan pada organ-organ vital. Dengan demikian, temuan dalam literatur menunjukkan bahwa risiko kesehatan terkait produk pangan bukan hanya isu teoretis, tetapi benar-benar terjadi di lapangan.
ADVERTISEMENT
Alternatif menangani Tantangan Baru dalam Keamanan Pangan
Penggunaan bahan pengganti yang mudah terurai serta lebih ramah lingkungan kini semakin digalakkan untuk menurunkan risiko paparan mikroplastik. Selain itu, peningkatan pemahaman konsumen dan keterbukaan produsen mengenai komposisi produk menjadi unsur penting dalam upaya mengendalikan risiko tersebut. Adanya mikroplastik dalam lipstik dan peluang perpindahannya ke makanan dapat menimbulkan risiko bagi keamanan pangan dan kesehatan manusia. Karena itu, diperlukan evaluasi dan pengawasan yang lebih mendalam untuk memperjelas dampak kesehatannya sekaligus memperketat standar keamanan kosmetik. Penelitian lanjutan juga penting dilakukan guna menghasilkan bahan lipstik alternatif yang lebih aman serta ramah lingkungan.
• J. H. Han and H. S. Kim, “Microplastics in Cosmetics: Emerging Risks for Skin Health and the Environment,” Aug. 01, 2025, Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI). doi: 10.3390/cosmetics12040171.
ADVERTISEMENT
• Kadek, dkk, “PAPARAN MIKROPLASTIK DAN POTENSI RISIKO KESEHATAN PENCERNAAN,” Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, vol. 13, no. 1, pp. 105–112, Mar. 2024, doi: 10.59672/emasains.v13i1.3888.
• V. Kumar. dkk.., “Microplastics in food: Occurrence, toxicity, green analytical detection methods and future challenges,” Green Analytical Chemistry, vol. 11, Dec. 2024, doi: 10.1016/j.greeac.2024.100152.

