SeaWorld Ancol, Lebih dari Sekadar Tempat Melihat Ikan
Tulisan dari Intan Mutiara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selama ini, tempat wisata sering kali identik dengan hiburan, foto-foto, dan kegiatan menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun, ada jenis wisata yang sebenarnya menawarkan pengalaman lebih dari sekadar bersenang-senang, yaitu wisata edukasi. Salah satu contohnya adalah SeaWorld Ancol yang berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.
SeaWorld Ancol menjadi salah satu destinasi yang menarik karena memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal kehidupan bawah laut secara lebih dekat. Di tempat ini, pengunjung dapat melihat berbagai jenis ikan, hiu, ikan pari, ubur-ubur, serta beragam biota air lainnya melalui akuarium yang tersedia. Pengalaman tersebut tentu berbeda dengan melihat kehidupan laut hanya melalui televisi atau layar ponsel.
Salah satu daya tarik yang cukup menarik perhatian adalah terowongan bawah air atau Antasena Tunnel. Melalui terowongan ini, pengunjung dapat berjalan sambil melihat berbagai jenis ikan berenang di atas kepala. Pemandangan tersebut memberikan pengalaman tersendiri, terutama bagi anak-anak yang mungkin baru pertama kali melihat kehidupan bawah laut dari jarak dekat.
Menurut saya, SeaWorld Ancol bukan hanya tempat untuk mencari hiburan, tetapi juga bisa menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan. Banyak orang mungkin mengenal laut hanya sebagai tempat untuk berenang atau berlibur ke pantai. Padahal, di dalam laut terdapat berbagai jenis makhluk hidup dengan karakteristik dan peran masing-masing dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Melalui kunjungan ke SeaWorld, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan mengenai keanekaragaman biota laut. Anak-anak juga dapat belajar mengenal berbagai jenis hewan laut tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke tengah lautan. Hal ini membuat SeaWorld cocok dijadikan pilihan wisata keluarga maupun kegiatan edukasi sekolah.
Menariknya, SeaWorld Ancol juga terus berupaya mengembangkan pengalaman edukasi bagi pengunjung. Pada 3 Oktober 2026, bertepatan dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-34, SeaWorld memperkenalkan Audio Guide Pinalle. Fasilitas ini memungkinkan pengunjung mendengarkan informasi mengenai koleksi biota sekaligus mendapatkan panduan selama berkeliling dengan memindai kode QR menggunakan perangkat masing-masing.
Inovasi tersebut menunjukkan bahwa wisata edukasi juga perlu mengikuti perkembangan teknologi. Pengunjung tidak hanya melihat berbagai jenis biota, tetapi juga dapat memperoleh penjelasan dengan cara yang lebih praktis dan menarik.
Namun, di balik berbagai fasilitas dan daya tarik tersebut, ada hal yang menurut saya perlu lebih diperhatikan, yaitu bagaimana wisata edukasi dapat benar-benar menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan laut.
Kita sering mendengar berbagai persoalan yang mengancam kehidupan laut, mulai dari pencemaran sampah plastik, kerusakan terumbu karang, hingga penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab. Sayangnya, tidak semua masyarakat memahami bahwa kerusakan lingkungan laut dapat berdampak pada kehidupan manusia, termasuk ketersediaan sumber pangan dan keseimbangan ekosistem.
Karena itu, tempat wisata seperti SeaWorld memiliki peluang besar untuk menjadi ruang penyampaian pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Informasi tentang kehidupan biota laut sebaiknya tidak hanya memperkenalkan nama dan bentuk hewan, tetapi juga menjelaskan bagaimana manusia dapat berperan dalam menjaga kelestariannya.
Menurut saya, pengalaman melihat ikan dan berbagai hewan laut secara langsung akan terasa lebih bermakna apabila pengunjung juga pulang dengan pemahaman baru. Misalnya, setelah melihat berbagai jenis biota laut, pengunjung menjadi lebih sadar untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan tidak membuang sampah sembarangan.
Selain memberikan manfaat edukasi, keberadaan SeaWorld juga menjadi salah satu pilihan wisata keluarga di Jakarta. Lokasinya yang berada di kawasan Ancol membuat pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai tempat rekreasi lainnya. Dengan begitu, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan aktivitas ketika menghabiskan waktu liburan.
Pada akhirnya, SeaWorld Ancol membuktikan bahwa wisata tidak harus selalu berhubungan dengan kesenangan semata. Ada nilai pengetahuan dan kepedulian lingkungan yang bisa diperoleh melalui pengalaman berkunjung. Menurut saya, destinasi seperti ini perlu terus dikembangkan agar masyarakat semakin mengenal kekayaan kehidupan bawah laut.
Sebab, mengenal laut merupakan salah satu langkah awal untuk belajar menjaganya. Jangan sampai kita hanya tertarik melihat keindahan berbagai biota laut, tetapi tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempat mereka hidup. Wisata yang baik bukan hanya memberikan pengalaman menyenangkan, melainkan juga meninggalkan pengetahuan dan kesadaran yang bermanfaat bagi kehidupan.

