Konten dari Pengguna

Dorong Ekonomi Kreatif, Godai Sejiwa Libatkan UMKM Bangka

Intan Safitri

Intan Safitri

Mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Intan Safitri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

foto Toko Fisik Godai Sejiwa (Sumber: pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
foto Toko Fisik Godai Sejiwa (Sumber: pribadi)

PANGKALPINANG – Aroma kemplang panggang yang menggoda dan deretan kemasan rapi produk UMKM lokal menyambut setiap langkah kaki yang memasuki Godai Sejiwa, toko oleh-oleh khas Bangka yang kian mencuri perhatian. Terletak di Simpang Empat Air Mangkok, Pangkalpinang, Godai Sejiwa bukan sekadar toko oleh-oleh, melainkan rumah bagi ratusan cita rasa yang menghidupkan kembali kenangan dan tradisi kuliner masyarakat Bangka Belitung.

Sejak berdiri, Godai Sejiwa telah menjadi ruang ekspresi kuliner lokal. Dengan lebih dari 300 produk UMKM yang dipasarkan, mulai dari keretek, kemplang, kericu, rusip, hingga madu asli dan cokelat lokal, toko ini berperan besar dalam menggeliatkan ekonomi kreatif di wilayahnya. Toko ini buka setiap hari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB, dan menyediakan fasilitas lengkap mulai dari area parkir luas, penataan produk yang rapi, hingga pelayanan ramah dari stafnya.

Melestarikan yang Legendaris Kepedulian Godai Sejiwa terhadap budaya kuliner lokal juga tampak dalam upaya mereka menghadirkan kembali makanan tradisional yang nyaris punah. Pada 2021, toko ini mendapat apresiasi dari Gubernur Bangka Belitung karena menyajikan Kue Pang Chiam dan es roti—dua camilan nostalgia yang dahulu banyak dinikmati masyarakat, namun kini mulai langka. Godai Sejiwa ingin masyarakat—terutama generasi muda—kembali mengenal cita rasa lama. Oleh karena itu, pengelola Godai Sejiwa menggandeng pelaku UMKM yang masih menjaga resep-resep tradisional

Bukan Sekadar Oleh-Oleh Momentum seperti Lebaran dan Natal menjadi saat tersibuk. Tak hanya warga lokal, masyarakat perantauan pun turut memburu produk Godai Sejiwa sebagai buah tangan. Hal ini terlihat pada banyaknya perantau yang ikut meramaikan dan berbondong bondong memburu oleh oleh khas pulau itu.

Tak berhenti di toko fisik, Godai Sejiwa juga menjangkau konsumen lewat platform digital seperti Shopee, Tokopedia, dan media sosial. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana usaha tradisional dapat bertransformasi dan beradaptasi dengan zaman.

Menguatkan UMKM, Menghidupkan Cerita Peran Godai Sejiwa dalam mendukung pelaku UMKM lokal sangatlah nyata. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan UMKM Bangka, sektor ini menyumbang lebih dari 60 persen terhadap perekonomian daerah. Dengan menjadi wadah pemasaran yang menjangkau pasar luas, toko ini tak hanya menjual produk, melainkan juga membawa cerita dan harapan dari dapur-dapur kecil ke tangan konsumen.

Dengan rasa sebagai pengikat jiwa, Godai Sejiwa berhasil memadukan tradisi, inovasi, dan semangat pemberdayaan dalam tiap kemasannya. Sebuah bukti bahwa oleh-oleh bisa lebih dari sekadar makanan—ia bisa menjadi identitas dan pemberdayaan budaya agar tetap lestari.