Kapolda Jateng Irjen Roy Siahaan Minta Anggota Tindak Tegas Begal hingga Narkoba

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan bersama Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dalam acara pisah sambut di Kapolda Jateng, Selasa (6/10/2026). Foto: Intan Alliva/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan bersama Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dalam acara pisah sambut di Kapolda Jateng, Selasa (6/10/2026). Foto: Intan Alliva/kumparan

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan memerintahkan seluruh anggotanya menindak tegas kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti peredaran narkoba hingga begal.

Ia mengatakan, tindak pidana peredaran narkotika, begal, judi, perampokan hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi sasaran utama penindakan.

"Jangan mundur terhadap gerakan yang meresahkan masyarakat, seperti narkotika, begal, perjudian, perampokan hingga curanmor," tegas Roy.

Hal itu disampaikan Roy dalam acara pisah sambut Kapolda di Mapolda Jateng, Selasa (6/10). Roy menggantikan Kapolda sebelumnya yaitu Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo yang mendapat tugas baru sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri.

Roy juga memerintahkan seluruh polisi di Jawa Tengah untuk memberikan perlindungan kepada kelompok rentan, khususnya perempuan dan penyandang disabilitas.

"Tapi di sisi lain saya juga harus bersikap humanis terhadap mereka yang kaum rentan. Apakah itu untuk perempuan, apakah itu yang disabilitas, walaupun mereka-mereka yang dianggap kaum lemah. Kita akan humanis," ucapnya.

Ia menekankan seluruh anggotanya untuk merespons aduan dan laporan dari masyarakat dengan cepat dan tepat. Polda Jateng akan memaksimalkan layanan 110 bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan polisi.

"Selanjutnya kami akan bergerak cepat terhadap semua laporan atau pengaduan yang masyarakat sangat ingin membutuhkan pertolongan dari kita," ucap Roy.

Roy menilai, warga Jawa Tengah pada dasarnya merupakan masyarakat yang baik. Untuk itu, ia tidak ingin ada pihak-pihak yang kemudian mengganggu kondusivitas tersebut.

"Saya melihat bahwa masyarakat di Jawa Tengah adalah masyarakat yang baik sebenarnya. Oleh karena itu, kita enggak mau ada pihak-pihak yang nanti mau mengotori wilayah Jawa Tengah jadi enggak baik," kata Roy.