Respons Polisi Soal Remaja di Grobogan Rundung Teman hingga Pingsan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perundungan atau bullying. Foto: panadda design/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perundungan atau bullying. Foto: panadda design/Shutterstock

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Taufik Frida Mustofa membenarkan aksi perundungan antara remaja laki-laki terjadi di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.

Perundungan itu tersebar melalui video. Dalam video, terlihat seorang remaja pria dipukuli dan ditendang hingga terkapar tak berdaya di sebuah saluran irigasi oleh remaja pria lainnya. Sementara teman-temannya yang lain sibuk menonton dan menertawakan.

Perundungan itu sudah dilaporkan oleh orang tua korban pada 11 September 2026 atau satu hari setelah kejadian.

"Laporan diterima di Polsek Wirosasi. Sedang dalam penanganan unit reskrim dan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) polres," ujar Frida saat dihubungi, Sabtu (19/9).

Korban dan terduga pelaku merupakan pelajar di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Grobogan.

"Masih pelajar. Umurnya belasan," jelas dia.

Perundungan ini dipicu adanya kesalahpahaman saat mereka bermain kemudian terjadi aksi saling ejek.

"Lima orang sudah diperiksa. Salah paham saat bermain, kemudian saling ejek," sebut dia.

Ia menyebut saat ini kondisi korban baik-baik saja dan sudah diambil keterangannya. Sementara, usai kejadian korban mengalami luka lecet.

"Hasil keterangan awal, hanya luka ringan, lecet-lecet. Pada saat di ambil keterangan korban dalam keadaan sehat dan baik," kata dia.